Lembata, Negeri Dongeng di Timur Indonesia

0
213
Landmark Lembata.

Negeri dongeng, rasanya sebutan itu memang pantas disematkan untuk Lembata. Sebuah pulau kecil yang berada di Nusa Tenggara Timur. Diapit oleh Pulau Adonara dan Pulau Alor. Pulau ini terkenal karena merupakan sebuah desa nelayan yang masih menjaga tradisi perburuan ikan paus.

Perburuan ikan paus merupakan sesuatu yang langka karena di dunia ini cuma ada dua tempat yang dilegalkan oleh badan internasional. Yang satu berada di Canada, sedangkan yang satunya berada di Indonesia tepatnya di Desa Lamalera, Pulau Lembata. Oleh karena itu, sebagai warga Indonesia kita pantas untuk bersyukur atas negeri yang indah dan kaya ini.

Selain karena budaya penangkapan ikan pausnya, Lembata juga mempunyai lanskap alam yang sangat indah. Keindahannya akan membuat decak kagum siapapun yang melihatnya. Tidak jauh dari pusat kota Lewoleba yang merupakan ibukota Kabupaten Lembata, tepatnya di Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, kita bisa menemukan padang savana yang luas. Apabila musim kemarau, savana itu berwarna kuning keemasan. Sangat indah sekali apalagi jika dinikmati saat menjelang matahari terbenam.

Bukit Doa.

Di savana tersebut terdapat spot wisata terkenal yang diberi nama Bukit Cinta. Di Bukit Cinta terdapat sebuah spot foto dengan latar laut dan Gunung Ile Boleng di Pulau Adonara yang berdiri gagah di seberang pulau. Ada pula beberapa pos-pos kecil yang bisa dimanfaatkan untuk duduk-duduk santai. Selain itu terdapat juga tulisan besar-besar menghadap laut. Tulisan tersebut adalah “LEMBATA” dan “WOLORPASS”. Gradasi warna mencolok namun indah memanjakan mata saya. Luar biasa terlihat bak lukisan di atas kanvas.

Menjelang sore, saya memutuskan untuk menikmati senja di Bukit Doa yang terletak tidak jauh dari Bukit Cinta. Bukit Doa merupakan tempat yang sakral untuk berziarah umat Nasrani. Di sini terdapat patung Bunda Maria Segala Bangsa setinggi 7 meter. Selain itu terdapat Jalan Salib dengan 14 Stasi (Perhentian). Stasi itu menyusuri lereng dan mendaki Bukit Wato Miten setinggi 140 meter dari permukaan laut.

Pulau Adonara.

Suasana tenang membuat saya terpaku ditempat ini ketika mengedarkan pandangan berkeliling, terhampar lanskap bak negeri dongeng yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Jalanan yang berkelok di antara padang savana nampak seperti ular raksasa dari ketinggian, laut yang tenang dan Pulau Adonara yang gagah. Semua itu cuma ada di Lembata. Sinar keemasan matahari yang jatuh menimpa air laut sungguh menghadirkan suasana damai. Duduk diam di tempat ini akan membuat kita lupa waktu. Tak terasa malam menjelang, kegelapan mulai menyelimuti.

Di Lembata pun masih banyak terdapat daerah-daerah yang dihuni oleh suku-suku asli Pulau Lembata. Kita bisa berkunjung dan melihat dari dekat kehidupan mereka supaya lebih mengenal keberagaman negara tercinta ini. Selain itu, jika ada kesempatan, jangan lewatkan pula untuk berkunjung ke Gunung Api Batutara. Gunung Api Batutara terletak di Pulau Komba, Laut Flores. Batutara adalah gunung api aktif, yang diklaim hanya tiga di dunia karena hampir sama perilakunya, yakni meletus setiap saat.

Kapal penyeberangan di Pelabuhan Larantuka.

Keunikan gunung Batutara adalah meletus setiap 20 menit disertai lahar panas pijar membara, lalu membentuk bunga api yang indah, disertai tsunami kecil namun tidak membahayakan jika Anda berada pada jarak yang 20 meter di atas kapal.

Untuk menuju ke Lembata saat ini sangatlah mudah meskipun pulau ini merupakan pulau terpencil. Sudah terdapat sebuah bandara di Kota Lewoleba yang melayani penerbangan Lewoleba-Kupang PP. Selain itu kita bisa via Larantuka kemudian disambung menggunakan kapal cepat menuju ke Lembata selama lebih kurang 4 jam. Jika berkunjung saat Paskah, maka jangan lewatkan untuk menyaksikan ritual Semana Santa di Larantuka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.