Landing di Lombok Praya, Langsung Keliling ke Beberapa Tempat Wisata di Lombok Tengah

0
194
View gradasi laut dan pantai Tanjung Aan yang terlihat dari Bukit Merese.

Dengan sengaja kami memilih tiket pesawat yang tiba jam 10.30 pagi. Yap, pesawat landing di bandara Lombok Praya yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah. Jarak dari Bandara ke Mataram biasanya ditempuh kurang lebih 1 jam 45 menit. Cukup jauh, bukan? Jika kita menuju hotel terlebih dahulu ke Mataram lalu selanjutnya akan eksplor Pulau Lombok tentunya. Kalau menurut saya sedikit kurang efisien terkhusus yang memiliki limit waktu liburan.

Sebelum berangkat googling dulu tempat wisata yang akan dikunjungi. Lalu kami cari travel (sewa transportasi) di Instagram yang bisa disewa sehari, setelah itu bandingin dengan harga taksi dari bandara ke Mataram. Selisihnya berapa? Oww ternyata bedanya ga jauh, worth it bangetlah untuk berdua!

Plan kami setelah dijemput di bandara kami akan mendatangi beberapa tempat wisata yang ada di Kabupaten Lombok Tengah, yah dari pagi menjelang siang sampai sore pasti cukup lah. Destinasi yang pertama, kami mengunjungi Perkampungan Suku Sasak Desa Sade. Tempat yang membuat saya penasaran dengan kotoran sapi sebagai pembersih lantainya.

Sudut perkampungan Desa Sade.

Dari parkiran mobil kami langsung didatangi oleh salah satu warga yang akan menemani kami berkeliling desa. Alasannya kenapa warga setempat yang menemani? Karena warga setempat tau mana saja rumah yang kita bisa masuk ke dalam dan mana rumah warga yang penghuninya tidak ada. Tujuannya untuk menghindari ketidaknyamanan warga dari banyaknya pengunjung.

Plusnya lagi, guide sangat aktif menjelaskan komposisi bangunan rumah, makna dari bangunannya, serta historisnya gimana. Jadinya kan banyak tau juga, berbanding lurus dengan banyaknya foto. Kata Bapak guide-nya, yang masih terlihat muda dan ramah, kalau beruntung kita bisa melihat langsung warga yang mengepel rumah mereka dengan kotoran sapi, tapi sayang saat itu kami termasuk tim yang kurang beruntung.

Sekilas pasti bertanya-tanya, kotoran sapi kok dijadikan pembersih lantai? Tapi setelah kita mendengarkan proses dan tujuannya, lalu kotoran sapi seperti apa? Ternyata sama sekali tidak terkesan mengotori rumah.

Hamparan pasir putih di Pantai Tanjung Aan.

Jam makan siang pun tiba, kami memutuskan untuk makan di Pantai Kuta Mandalika. Mobil mengantarkan kami ke restoran yang menghadap langsung Pantai Kuta. Tempat makannya di lantai dua, harganya sangat bersahabat, dan yang bikin pewe itu adalah view-nya menghadap langsung ke laut.

Sambil melahap makan siang, mata sambil melihat gradasi air laut yang bening, rumput pegunungan kering, sepoi-sepoinya angin laut, dan melihat para pengunjung berdatangan berfoto silih berganti di tulisan The Mandalika. After lunch, kami menuju ke Pantai Tanjung Aan, awalnya kami ingin menuju Pantai Batu Payung, tapi kata driver-nya saat gempa Lombok kemarin, Batu Payung-nya juga ikut-ikutan roboh. Ga jadi dah….

Rute ke Pantai Tanjung Aan melewati proyek pembuatan sirkuit balap, katanya tahun 2021 Moto GP akan di gelar di sini. Tiket pun sudah mulai di jual, tapi sepanjang mata memandang yang masih ada tanah yang dikerok dan belum ada pengaspalan dan pembuatan bangunan. Dengan melewati jalan yang kurang mulus, tibalah kami di pasir putih yang lembut, membentang jauh garis pantai dengan lengkungannya yang indah, air lautnya dihiasi pegunungan di sebelahnya. Pantaslah Pantai Tanjung Aan ini juga ramai pengunjungnya.

Di dekat pantai ini ada Bukit Merese, tujuan inti kami sebenanarnya adalah bukit ini, kata driver-nya, “View terindah di Lombok adalah Bukit Merese, Mas”. Akses ke sana cukup dengan hiking sebentar dari pantai. Dan setibanya di sana, jelas saja, indahnya bentangan laut dengan suara desir ombak yang merdu, nampak terlihat di sebelah kanan kami. Indahnya sebuah teluk dengan gradasi seperti di Raja Ampat serta lengkungan Pantai Tanjung Aan bisa dinikmati di sebelah kiri kami berdiri, sesaat setelah tiba di puncak Bukit Merese. Tempat inilah klimaks dari trip satu hari ini, kami pun memutuskan untuk kembali ke Mataram di sore hari yang masih terang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.