Landar, Kudapan Unik dari Desa Permis, Belitung

1
737
Landar yang Sudah Dipotong Menjadi Beberapa Bagian.

Kita tahu bahwa Indonesia terdiri dari 34 provinsi, dimana setiap provinsi mempunyai keunikan yang membedakan antar provinsi tersebut, dari mulai tempat wisata, bahasa, sampai ke makanannya. Bahkan dalam satu kecamatan terdapat perbedaan antar desa yang membuat desa tersebut unik.

Salah satunya di Kepulauan Bangka Belitung yang tidak hanya terkenal akan destinasi wisata pantai, tapi juga olahan hasil lautnya seperti, lempah kuning dan getas, terasi, kemplang, dan masih banyak lagi. Tetapi ada satu kuliner unik yang harus patut kita coba bila berkunjung ke Bangka Belitung, tepatnya di Bangka Selatan, makanan tersebut bernama landar. Penasaran di mana kita bisa bertemu dengan teripang-nya orang Bangka ini? Yuk, langsung kita bahas.

Landar merupakan biota laut yang mirip dengan teripang, yang terdapat di Pantai Permis, Desa Permis, kecamatan Simpang Rimba, Bangka Selatan. Kebanyakan orang mungkin terasa asing dengan kata landar, termasuk masyarakat Bangka sendiri. Biota laut yang satu ini memang belum diketahui oleh orang banyak.

Cara mendapatkan Landar pun terbilang cukup ekstrim. Berbeda dengan teripang yang dicari di antara pasir-pasir di laut, landar hidup di kubangan lumpur. Oleh karena itu, mencari waktu yang paling tepat untuk mencari landar yaitu saat air laut surut, dengan mengandalkan kaki untuk merasakan keberadaannnya yang mempunyai tubuh yang licin.

Landar yang Sudah Dibersihkan.

Kita juga dituntut harus tetap memperhatikan sekitar agar tidak terperosok ke dalam “kolong”, sebutan masyarakat setempat untuk lubang bekas penggalian timah. Nah, karena caranya yang cukup sulit itu membuat harga landar sedikit mahal. Ditambah, landar memang tidak bisa dijumpai setiap saat, karena ada waktu tertentu untuk kita bisa menikmatinya.

Rasanya sendiri tidak perlu diragukan lagi, landar mempunyai rasa gurih dengan tekstur kenyal saat dimakan. Biasanya penduduk sekitar mengkonsumsi landar dalam keadaan mentah. Landar sendiri memang tidak bisa dimasak, karena akan berubah menjadi air dan saya belum menemukan penjelasan lebih tentang ini.

Namun tenang, sebelum dikonsumsi, landar sudah dibersihkan terlebih dahulu dengan air mengalir dengan cara membelah dan mengeluarkan kotorannya hingga hanya menyisakan kulit yang mirip dengan kikil sapi. Selanjutnya, landar yang telah dibersihkan diiris kecil-kecil. Sampai pada tahap ini sebenarnya landar sudah bisa dinikmati jika ingin merasakan rasa asli landar dengan sensasi gurih yang berasal dari air laut.

Landar yang Sudah Dicampur dengan Sambal.

Selain bisa dimakan langsung tanpa campuran apapun, landar juga bisa dinikmati dengan campuran bumbu dapur yang mudah didapatkan, yaitu irisan cabe rawit, bawang merah, sedikit garam, kecap, dan perasaan jeruk nipis. Atau bagi teman-teman ingin berkreasi dengan makanan yang satu ini, teman-teman juga bisa menggunakan sambal sesuai selera masing-masing, karena landar cocok dimakan dengan campuran apapun, misalnya sambal matah, sambal cocol, atau sambal khas dari daerah teman-teman.

Kuliner ini juga cocok disantap dengan nasi hangat dan lempah kuning. Landar akan menambah cita rasa gurih pada ikan. Tapi, jika kita mau bisa juga dinikmati langsung tanpa pelengkap apapun.

Berhubung landar ini tidak tahan lama, jadi tidak bisa diperjual-belikan ya guys,jadi bagi teman-teman yang penasaran akan rasa dan sensasi dari Landar, yuk main ke kampungku, desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.