Lampung, Sebuah Daerah yang Penuh dengan Potensi Pariwisata

0
2186
Gajah-Sumatera-di-Taman-Nasional-Way-Kambas.

Indonesia memiliki 34 provinsi dan belasan ribu pulau, tapi hanya beberapa provinsi saja yang pariwisatanya dilihat dan diminati. Bali, Yogyakarta, dan DKI Jakarta adalah provinsi provinsi yang dikenal dan populer dikalangan wisatawan. Tapi, ada sebuah provinsi yang menarik dan jarang diketahui pariwisatanya. Menurut saya, provinsi ini sangat pantas jika disandingkan dengan provinsi yang ikonik, seperti Bali dan DIY Yogyakarta. Provinsi ini namanya adalah Provinsi Lampung.

Selamat Datang di Lampung!

Lampung adalah sebuah provinsi yang terdapat di pulau Sumatera dan merupakan salah satu provinsi yang besar dan maju di Sumatera, Bandar Lampung sebagai ibukotanya adalah kota besar.

Nah, apa aja yang membuat Lampung layak dikunjungi dan dieksplorasi? Apakah semua potensi wisata di Lampung sebanding sama Bali atau Yogyakarta? Atau bahkan disandingkan dengan Labuan Bajo dan Pulau Komodo?

Lampung menyimpan sangat banyak potensi wisata yang belum banyak dieksplorasi oleh para wisatawan. Bentang alam yang luas menyebabkan banyaknya wisata alam di Lampung. Begitu juga dengan kebudayaan yang tersebar di beberapa daerah, intinya banyak hal yang menarik untuk kita lihat dari pariwisata Lampung.

Tulisan ini akan menjelaskan apa saja potensi dan kekayaan pariwisata Lampung.

Keindahan Pulau Palawan.
Paket Lengkap.

Jika kita mengunjungi sebuah daerah, apa yang kita cari untuk diekplorasi? Lalu, mengapa sebuah daerah bisa begitu masif didatangi wisatawan? Tidak seperti Bali atau Yogya yang selalu ramai, mengapa daerah lain sepi dan jarang dikunjungi wisatawan?

Nah, secara umum, para wisatawan lebih memilih daerah yang persebaran jenis wisatanya bervariasi. Contohnya, Bali mempunyai variasi jenis wisata yang beragam mulai dari agrowisata, wisata pantai, wisata gunung, wisata bawah laut, hingga wisata budaya. Itulah salah satu penyebab yang membuat sebuah daerah masif dikunjungi. Persebaran jenis wisata akan membuat wisatawan tertarik, apalagi jika area satu dengan yang lainnya didukung akses transportasi yang baik.

Lampung tidak kalah dengan Bali dan Yogyakarta, provinsi ini punya banyak sekali jenis wisata. Mulai dari wisata area konservasi di Taman Nasional Way Kambas dan Taman Nasional Bukit Barisan. Lalu, puluhan bahkan ratusan objek wisata pantai di Kalianda, Krui, dan Lampung Selatan. Wisata bawah laut di puluhan pulau sekitar Lampung Selatan. Wisata island hopping di Pulau Pahawang, Kelagian, dan lainnya. Wisata kuliner di area Tugu Adipura. Wisata air terjun, pegunungan, sungai, dan agrowisata di pelosok-pelosok Lampung. Benar benar, Lampung adalah daerah dengan potensi pariwisata yang luar biasa!

Masalahnya, apakah semua potensi itu dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal oleh pegiat pariwisata Lampung?

Pulau di Lampung Selatan.
Pengolahan: Kunci Sukses Pariwisata

Setelah beberapa hari melakukan eksplorasi ke Lampung Selatan, Lampung Timur, dan beberapa daerah Lampung lain. Saya mengamati pengelolaan dan pengembangan pariwisata di daerah daerah Lampung. Ada beberapa kendala dan masalah yang sebenarnya bisa diatasi oleh pemerintah dan para pegiat pariwisata.

Yang pertama, promosi atau branding pariwisata di daerah Lampung secara nasional masih kurang. Walaupun beberapa program stasiun televisi dan bahkan film layar lebar pernah mengangkat Lampung, tapi wisata-wisata Lampung belum sepenuhnya dikenal oleh publik (secara nasional). Ambil contoh, branding dan pemasaran pariwisata di web atau media masih kurang banyak. Jika kita ingin mengunjungi sebuah objek wisata, pencarian informasi dan kemudahan akses informasi dalam internet masih sedikit. Itu baru contoh satu platform saja, saya membayangkan jika Pantai Marina atau pulau pulau di Lampung Selatan secara massif diperbincangkan orang di media sosial. Memang, ada beberapa objek wisata yang terkenal di media sosial. Bayangkan, bagaimana jika objek objek yang jarang diketahui wisatawan bisa dipromosikan melalui berbagai media!

Yang kedua, infrastruktur dan keamanan. Ini memang masalah klasik dari pariwisata kita, apalagi di daerah yang pembangunan pariwisatanya baru saja dimulai. Saya mengeksplorasi Lampung menggunakan sepeda motor, dalam beberapa hari jarak tempuh saya mencapai 350 km. Saya mendengar dan banyak diperingatkan warga lokal untuk hati-hati jika pergi pada subuh atau malam hari, karena kabar begal dan perampok di jalanan. Apalagi saya membawa barang-barang untuk meliput. Nah, masalah klasik inilah yang dalam pariwisata, sedikit banyak memiliki pengaruh terhadap wisatawan dan semua pengelolaan pariwisata. Masalah keamanan memang perlu ditangani secara serius oleh berbagai pihak, agar semua potensi pariwisata terolah. Itu baru satu contoh saja, masalah infrastruktur pun begitu. Perlu dioptimalkan agar semua sarana dan prasarana yang sudah dibangun terawat.

Intinya, akan menjadi sebuah tantangan untuk Lampung. Pengelolaan pariwisata menjadi tanggung jawab semua pihak. Mulai dari pemerintah sampai wisatawan, semua harus bahu membahu membangun pariwisata Lampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.