Kuliner Sosialita Zaman Belanda di Toko Oen Malang

0
400
Welkom In Malang!

Malang merupakan sebuah kota sekaligus kabupaten di Jawa Timur yang memiliki sejuta pesona. Banyaknya objek wisata seperti situs budaya hingga taman bermain, ditambah indahnya panaroma alam, membuat Malang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk pergi berlibur. Suhu lingkungannya yang cukup sejuk pun membuat wisatawan merasa betah berada di kota yang dijuluki Paris van East Java ini.

Ya, Malang memang terkenal dengan suhu lingkungannya yang cukup sejuk. Namun bukan berarti tidak panas sama sekali, terutama di siang hari. Jika suhu sedang cukup panas dan matahari sedang terik, asyiknya makan es krim, bukan? Kalau kamu sedang berlibur di Kota Malang, kamu bisa mampir untuk menikmati es krim jadul yang sangat enak di Toko Oen!

Toko Oen berada di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 5, terletak tak begitu jauh dari Alun-Alun Kota Malang. Tidak heran jika toko ini terkenal sebagai Toko Legendaris karena sudah berumur 97 tahun! Ya, Toko Oen pertama kali dibuka pada tahun 1922 oleh Nyonya Liem Goe Nio, seorang pengusaha Tionghoa keturunan Belanda. Uniknya Toko Oen, pertama kali dibuka di Yogyakarta, barulah kemudian beliau membuka cabangnya ke kota-kota lain seperti Jakarta, Semarang, dan Malang.

Seiring dengan berkembangnya zaman, Toko Oen di Jakarta dan Yogyakarta harus ditutup, sehingga hanya menyisakan dua cabang, yakni Malang dan Semarang. Konon hanya Toko Oen di Semarang yang masih dimiliki oleh keluarga Nyonya Liem Goe Nio. Sementara Toko Oen yang berada di Malang telah menjadi milik seorang pengusaha bernama Danny Mugianto sejak tahun 1990.

Kursi rotan hingga lantai yang begitu klasik.

Meskipun pengelolaannya sudah berbeda dari yang asli, Toko Oen di Kota Malang masih setia mempertahankan nuansa serta cita rasa eskrimnya yang klasik. Ketika kita membuka pintu, suasana jadul khas zaman kolonial langsung terasa. Jendela yang berukuran besar, lantai berukuran kecil yang begitu klasik, gradasi warna dominan putih dan krem, serta kursi rotan dengan dudukan rendah berwarna calmy layaknya berada di dalam kafe abad ke-19. Tidak lupa foto-foto Kota Malang tempo dulu yang menghiasi dinding ruangan. Terpasang pula spanduk putih besar dengan tulisan berbahasa Belanda untuk menyambut setiap pelanggan yang datang, “Welkomm in Malang. Toko Oen Die Sinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft”, yang berarti, “Selamat Datang di Malang. Toko Oen adalah tempat untuk berkumpul dan bersosialisasi sejak tahun 1930”.

Tidak hanya bagian interior. Gaya berpakaian ala tahun 1930-an yang dikenakan para pelayan membuat nuansa jadul semakin terasa. Pelayan pria mengenakan baju safari putih dan kopiah, sedangkan pelayan wanita mengenakan gaun selutut. Unik ya!

Di counter ini kamu bisa melihat berbagai kudapan khas Belanda.

Sejak dibangun tahun 1930, Toko Oen memang telah menjadi tempat berkumpulnya kaum sosialita dan bangsawan. Bahkan hingga kini, Toko Oen masih mempertahankan suasana dan cita rasa makanannya. Di sebuah counter yang terletak di depan pintu masuk, kamu bisa menemukan berbagai kudapan khas Belanda seperti speculaas, havermout, dan kaastengel. Toko Oen juga menyajikan berbagai makanan Barat seperti burger, sandwich, salad, steak, hingga makanan khas Indonesia yang juga tersaji di menu yang bisa kamu pesan. Dan jangan lupa dengan menu utama andalan restoran ini yakni Oen’s Special Ice Cream! Siapa sih yang tidak bisa menolak nikmatnya tiga scoop es krim dengan wafer batang dan wafer rol yang dihias dengan whipped cream dan buah ceri?

Sebagai sebuah restoran yang masih bertahan sejak abad ke-19, tidak heran bila Toko Oen disebut sebagai toko legendaris yang menyajikan kuliner sarat nilai historis. Bila kamu sedang berlibur ke Kota Malang, tak ada salahnya untuk singgah ke Toko Oen dan mencicipi es krim sambil menikmati suasana klasik ala sosialita abad ke-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.