Kuliner Malam Di Jogja, Gudeg Mercon Wajib Dicoba!

0
272
Penyajian gudeg mercon.

Gudeg merupakan makanan tradisional khas dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Gudeg dari daerah ini memiliki ciri khas, yakni rasanya yang sangat legit atau manis sehingga menjadi buruan wisatawan ketika berkunjung ke Jogja. Banyak sekali warung-warung gudeg di kota pelajar ini, mulai dari warung besar seperti restoran hingga warung-warung dipinggir jalan. Terdapat berbagai macam warung gudeg yang terkenal di Jogja seperti gudeg Yu Djum, gudeg Kalasan, gudeg Bromo, dan gudeg mercon.

Menikmati gudek mercon di pinggir jalan dengan suasana malam yang syahdu akan menambah kenikmatan tersendiri lho. Gudeg mercon sendiri merupakan salah satu rekomendasi gudeg pinggir jalan yang hanya buka di malam hari. Gudeg ini sangat direkomendasikan untuk orang-orang pencinta pedas dan tidak terlalu suka rasa manis. Nama warungnya Gudeg Mercon Bu Tinah, bukan sekedar wisatawan biasa saja yang mengunjunginya bahkan artis pun rela antri untuk menikmati gudeg ini. Jika kalian ke Jogja jangan lupa juga mencicipinya.

Penyajian gudeg mercon.

Gudeg mercon Bu Tinah terletak didaerah belakang pasar Kranggan tak jauh dari Tugu Jogja (Titik nol kilometer jogja).  Lebih tepatnya di jalan asem gede no 8, Cokrodiningrat, Yogyakarta. Tidak terletak dijalan utama, tapi kalian bisa menggunakan google maps untuk mencari lokasinya dengan keyword “Gudeg Mercon Bu Tinah”. Warungnya kecil terdapat di perempatan jalan dan sudah berdiri sejak tahun 1992. Sering sekali warungnya tidak terlihat karena tertutup oleh pengantri. Warung gudeg ini hanya buka dimalam hari yakni mulai pukul 21.30 WIB sampai habis. Pengalaman pukul 11.30 sampai sana beberapa menu pendampingnya sudah mulai habis (tidak komplit). Biasanya baru buka saja sudah banyak yang mengantri apalagi setelah buka antrinya bahkan bisa 30 menit hingga memenuhi badan jalan. Hal itu membuktikan bahwa warung gudeg ini sangat rekomended untuk dicoba.

Warungnya kecil dipinggir jalan, tapi pembelinya hingga rela antri mengular panjang. Rasa gudeg mercon ini tidak semanis gudeg biasanya sedikit ada gurihnya dan yang pasti ada irisan cabai yang menjadikan rasa pedas dadakan ketika dimakan apalagi makannya sedikit ditempat agak gelap dimana akan susah membedakan mana cabai mana gudegnya. Tak jarang pengunjung menyantapnya dengan menyalakan lampu senter pada handphone untuk membantu membedakan mana cabai mana gudegnya. Bagi kalian yang tidak menyukai pedas kalian bisa request untuk mengurangi porsi cabainya.

Warung kecil gudeg ibu tinah.

Satu porsi gudeg mercon dengan telur bacem (telur yang dimasak hingga berwarna coklat) berharga Rp. 15.000 – Rp. 30.000 sesuai dengan isian lainnya yang kita inginkan. Dalam satu porsi sudah terdapat nasi gudeg dengan sedikit krecek. Kalian bisa request tambah krecek jika menginginkannya. Harganya normal seperti harga gudeg pada umumnya, tidak murah juga tidak mahal. Terdapat berbagai macam menu tambahan lainnya seperti krecek, gorengan, cakar, sate ayam, ayam suwir, sate telur, kerupuk dan lain sebagainya. Menu minumannya hanya ada teh hangat atau jeruk hangat, tidak ada es teh. Porsi nasi di warung ini tergolong kecil. Jika kalian tipikal seseorang yang makannya porsinya harus banyak, saya sarankan untuk pesen double atau membawa nasi tambahan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah harus bersabar untuk menikmati makanan yang enak. Cara memesannya harus mengantri berdiri sebelum mengambil gudegnya. Pembayaran dilakukan langsung setelah mendapatkan makanan yang sudah kita pilih tadi. Tempat parkir luas baik untuk mobil maupun motor. Akan ada juru parkirnya untuk membantu memarkirkan kendaraan agar rapi. Hati – hati saat mengantri dipinggir jalan, sebisa mungkin jangan antri ketengah jalan karena berbahaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.