Kuil Kiyomizu yang Berdiri Kokoh Tanpa Paku

0
141
Gapura Kuil Kiyomizu.

Kyoto memang pantas jika mendapat julukan sebagai kota sejuta kuil. Pasalnya, Kyoto memiliki banyak kuil yang sangat indah. Satu di antaranya adalah Kuil Kiyomizu. Kuil itu menjadi warisan budaya di Kyoto karena memiliki peninggalan sejarah yang bisa dipelajari oleh generasi selanjutnya. Selain itu, kuil yang sering disebut dengan nama Kiyomizu-dera memang telah menjadi ikon bagi Kyoto, terutama Jepang. Hal itu disebabkan oleh lokasinya yang strategis di pusat Kota Kyoto. Dari namanya, kuil ini berarti kuil air suci karena kuil ini ditemukan tahun 780 di dekat mata air Otowa di sisi timur Kota Kyoto.

Kuil ini sangat tua bahkan boleh disebut sebagai kuil yang bersejarah karena dibangun tahun 798. Saking tuanya, kuil ini telah mengalami banyak musim dan bencana. Bahkan, kuil ini sempat mengalami kerusakan saat gempa bumi di Jepang. Namun, bangunan utamanya masih dipertahankan dengan melakukan rekonstruksi sehingga bangunan kuil terlihat bagus. Bangunan kuil yang saat ini kalian lihat adalah bangunan hasil rekonstruksi yang dilakukan sekitar tahun 1633. Perlu kalian ketahui, bahwa pembangunan kuil ini tidak menggunakan paku sama sekali. Pemilihan kayu yang berkualitas dan teknik pembangunan kuil merupakan bagian yang menjadikan kuil ini tetap berdiri gagah di ketinggian.

Pepohonan di belakang kuil.

Kuil yang dibangun berdasarkan ajaran sekolah Buddha Hosso ini memiliki beranda yang cukup luas. Pilar-pilar besar dan tinggi menyangga beranda ini sehingga tidak runtuh. Setelah memasuki beranda, kalian akan berjalan masuk ke dalam aula kuil ini. Aulanya juga besar dan disanggah dengan pilar-pilar yang tinggi. Ketika dilihat dari kejauhan, beranda ini terlihat seperti menggantung di tepian tebing. Tepat di bawah aula ini ada air terjun yang bernama Otowa-no-taki. Pengunjung yang berhasil minum air dari air terjun ini akan mendapatkan kesehatan dan menjadi awet muda. Begitulah kepercayaan yang ada di sana. Jika kebetulan kalian ke sini dan mempercayai faktanya, kalian bisa mengantre untuk minum airnya ya karena antreannya cukuplah panjang.

Saat musim semi dan musim gugur, kuil ini sangat ramai dikunjungi. Pasalnya, saat musim itu terdapat atraksi pencahayaan yang indah. Kalian bisa menyesuaikan jadwal berkunjung dengan jadwal atraksi ini. Selain atraksi, kuil ini terletak di atas bukit dan dikelilingi oleh taman yang indah. Karena terletak di bukit, kita harus berjalan menanjak untuk sampai ke kuilnya. Di sepanjang jalur pendakian, di kiri dan kanan jalan, banyak toko yang menawarkan makanan dan souvenir khas dari Jepang. Saat musim semi, kalian akan mendapatkan pemandangan indah kuil yang dikelilingi oleh bunga sakura yang bermekaran. Sementara itu, saat musim gugur, kalian akan menyaksikan peristiwa momiji, daun-daun berwarna kuning dan berjatuhan.

Jalur menuju kuil yang dikelilingi oleh toko-toko.

Selain atraksi cahaya, di kuil ini juga terdapat festival Kiyomizudera Seiryu. Festival itu diadakan setiap tahun untuk merayakan naga biru Seiryu yang melindungi Kota Kyoto. Konon, Kota Kyoto dilindungi oleh empat hewan suci di seluruh penjurunya. Sisi selatan dijaga oleh burung merah yang bernama Suzaka. Sisi utara dijaga oleh kura-kura hitam, Genbu. Sisi timur dijaga oleh naga biru Seiryuu. Sisi barat dijaga oleh harimau putih, Byakko,

Untuk bisa sampai ke kuil ini, kalian bisa berjalan dari Kawasan Kawaramachi dan Gion. Kalian bisa naik bus nomor 206 lalu berhenti di halte Kiyomizu-michi atau Gojo-zaka. Nah, cukup mudah bukan. Sayangnya, untuk masuk ke sini, kalian dikenai biaya tiket masuk sebesar 300 yen. Siapkan dengan baik ya. Kalian pun bisa berfoto cantik di sini dengan mengenakan baju tradisional Jepang yang dapat disewa di luar kuil. Bahkan, untuk tatanan rambutnya pun kalian bisa minta dirias sehingga menyesuaikan dengan baju yang kalian sewa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.