Kopi Kaleng di Warung Kopi Suka Hati Pontianak

0
287
tampak depan Suka Hati yang terletak di jalan Tanjungpura no 17, Pontianak.

Agak kaget ketika jam 6 pagi handphone sudah berbunyi dan mendapati pesan: “Aku sudah di lobi hotel ya. Enggak pakai lama, cepat turun.” Semalam temanku di Pontianak memang sudah mengingatkan kalau dia akan membawaku kulineran untuk sarapan. Tetapi tak kusangka kalau benar-benar sepagi ini kami akan memulai petualangan wisata kuliner kami di Pontianak.

Kendaraan roda dua yang aku naiki menyusuri Jalan Tanjungpura, yang katanya merupakan jantung Pontianak. Selain jalan Gajah Mada, Jalan Tanjungpura memang cukup terkenal akan warung-warung kopinya. Budaya minum kopi di warung kopi memang sudah ada sejak lama di Pontianak. Tak heran bila sedang berkunjung ke kota khatulistiwa ini, kita akan dengan mudahnya menemukan warung kopi. Menikmati kopi di warung kopi pun menjadi salah satu agenda wajib bila sedang berada di sini.

Temanku memarkirkan kendaraannya di depan sebuah warung kopi. Warung Minuman Suka Hati, begitu tulisan yang tertera tepat di pintu masuk. Menempati salah satu deretan bangunan ruko yang terletak di jalan Tanjungpura, Warung Minuman Suka Hati tidaklah terlalu luas, ukurannya mungkin hanya sekitar 3 x 8 meter. Di bagian depan sebelah kiri terdapat dapur untuk meracik kopi. Teko dengan moncong panjang serta gelas yang berjejer di rak menyambut kedatangan kami. Sementara di sebelah kanan, terdapat meja kasir serta rak display yang menjajakan roti serta selai srikaya.

roti, pisang goreng, serta talas goreng dengan selai srikaya.

Hanya ada sekitar sebelas meja untuk lebih dari 20 pengunjung. Aku beruntung, meski sedikit ramai, pagi itu di Warung Kopi Suka Hati, aku masih bisa mendapatkan meja dengan mudah. Entah karena masih terlalu pagi atau karena pengunjung lain tengah berada di warung kopi lainnya. Aku pun memesan kopi hitam untuk memulai hari.

Kopi Hitam dalam Kaleng serta Camilan Berbalut Selai Srikaya

Agak kaget ketika kawanku membawakan kopi pesananku. Alih-alih berada dalam cangkir atau gelas yang umumnya disajikan untuk kopi, tapi ia membawakan kopiku dalam kaleng. “Ihhh lucu!”, secara refleks aku pun mengeluarkan kamera untuk mulai mengabadikan keunikan wadah kopi ini. “Zaman dulu, seringkali ada pelaut yang mampir untuk membeli kopi untuk dibungkus. Karena tak mungkin pakai plastik, jadi kaleng bekas susu ini yang digunakan untuk membawanya,” jelas kawanku yang memang dikenal sebagai food blogger di kota itu. “Tapi ini sih karena aku minta saja, biasanya juga disajikan dalam cangkir kok,” lanjutnya.

Kopi di Pontianak menjadi terasa istimewa karena umumnya adalah kopi murni tanpa campuran apa pun selain sedikit gula. Begitu juga kopi yang kunikmati di Suka Hati ini, kopi hitam dengan sedikit rasa manis. Kopi ini diracik dengan cara diseduh kemudian disaring, sehingga tidak akan meninggalkan ampas di dalamnya. Tapi bila kamu tak suka kopi hitam, kamu juga bisa memesan kopi susu di sini.

Dulu disajikan dalam kaleng bagi pelaut agar mudah dibawa dan tahan panas.

Selain kopi, ada satu satu lagi hidangan yang terasa istimewa di warung kopi yang berdiri sejak 1940, yaitu selai srikaya. Meski namanya adalah srikaya, selai ini tidak terbuat dari srikaya, melainkan terbuat dari telur bebek dan gula. Selai yang disajikan adalah selai homemade. Tetapi kamu bisa membelinya untuk dibawa pulang atau menikmatinya langsung bersama cemilan berupa roti, pisang goreng, dan talas goreng.

Roti srikaya sering aku coba di Jakarta, tapi pisang goreng dan talas goreng dengan selai srikaya, terus terang ini adalah kali pertama. Pisang yang digunakan bukanlah pisang tanduk yang umumnya dijadikan pisang goreng melainkan pisang nipah. Tak sabar aku pun mulai mencicipinya. Hmm… ternyata semuanya nikmat! Kopi hitam, manisnya selai srikaya, serta hangatnya pisang dan talas goreng ditambah bersama kedua teman yang selama ini hanya kukenal lewat dunia maya membuat pagiku terasa menjadi sempurna.

tampak depan Suka Hati yang terletak di jalan Tanjungpura no 17, Pontianak.

Warung Kopi Suka Hati ini terletak di jalan Tanjungpura No. 17, Pontianak. Buka  sejak pukul 05.30 dan tutup pukul 17.30 waktu setempat. Meski begitu, sekitar pukul 10.30 hingga 12.00 biasanya mereka tutup. Warung Suka Hati hanyalah salah satu dari banyaknya warung kopi yang berada di Pontianak, tapi bukan berarti ia tidak istimewa. Berusia hampir 80 tahun dan masih terus ramai adalah salah satu bukti nyata kalau warung kopi ini wajib dikunjungi saat kamu sedang berada di Pontianak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.