Kolam Alami yang Menawan di Pantai Batu Bengkung

0
131
Gugusan karang yang memagari pantai.

Apa yang lebih menyenangkan selain berkunjung ke pantai di selatan Malang. Bagi saya sih belum ada. Apalagi jika pantai yang saya kunjungi adalah salah satu pantai terbaik di kota ini. Yakni Pantai Batu Bengkung! Sebuah pantai yang masih berada di Jalan Lintas Selatan Kabupaten Malang. Tepatnya, berada di wilayah Kecamatan Gedangan, dan hanya perlu diakses sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Malang.

Ketika datang pertama kali ke sini, awalnya saya pesimis bakal mendapat pesona alam yang indah. Pasalnya, jalan menuju pantai yang rusak dengan bebatuan besar mengahalangi saya dan seorang rekan saya untuk melaju kencang. Kami harus ekstra hati-hati jikalau tak ingin terperosok jalan makadam tersebut. Hingga akhirnya, saya sampai di parkiran pantai yang berjarak kurang lebih 500 meter dari jalan raya. Tiket seharga Rp 10.000 per orang dan tiket parkir motor seharga Rp 5.000 pun kami bayarkan.

Baru berjalan beberapa meter dari tempat parkir, kami pun takjub. Di depan kami, terhampar sebuah kolam kecil dengan air berwarna hijau kebiruan yang sangat tenang. Kolam itu dibatasi oleh rangkaian batu karang yang kokoh dengan beberapa lubang kecil yang memungkinkan air bisa masuk perlahan. Ah, saya jadi takjub. Bisa jadi, inilah yang dinamakan batu bengkung itu. Gugusan batuan yang membentuk kolam alami sehingga bisa digunakan oleh pengunjung untuk berenang di sana tanpa takut dengan ganasnya ombak. Di sana, tampak anak-anak yang riang gembira bermain air ditemani oleh orang tuanya.

Selamat datang di Pantai Batu Bengkung.

Sayang, saya tak membawa baju ganti. Maka, saya beranjak ke sisi pantai yang lain. Sisi yang menuju sebuah tebing. Karena penasaran, kami pun memanjat tebing tersebut. Rupanya, pengelola pantai ini cukup siap dengan pengunjung yang ingin menaiki tebing tersebut. Telah tampak undakan dan ibu tangga sederhana yang dibuat dari kayu untuk memudahkan pengunjung yang akan menaiki tebing.

Tinggi tebing ini sekitar 20 meter. Walau sudah ada pengaman yang disediakan, kami harus tetap hati-hati. Jalan yang licin membuat kaki mudah sekali terpeleset. Terlebih, di beberapa bagian tebing sudah merupakan bibir pantai. Salah melangkah sedikit, bisa-bisa kami terpeleset dan terjatuh ke laut.

Untungnya, usaha keras untuk mencapai puncak tebing itu tidaklah sia-sia. Di puncak tebing ini, terhampar jelas gugusan tebing karang yang memagari pantai selatan. Ombak yang menderu terdengar jelas menghantam sisi tebing yang kami naiki. Walau ngeri, sungguh, sensasi itu tak ada duanya. Saya baru pertama kali ini menaiki tebing yang cukup tinggi. Pemandangan semakin paripurna dengan birunya laut yang kehijauan tepat di depan mata. Rasanya, berlama-lama di sana adalah sebuah anugerah tersendiri.

Anugerah itu berasal dari jenis pantai di Malang selatan yang banyak bertipe tebing. Pantai bertipe ini memiliki kekhasan berupa kerusakan pada dinding tebing yang memagarinya. Dengan kerusakan akibat ombak ini, tebing-tebing tersebut malah memiliki keindahan tersendiri. Malah, beberapa bagian dari kerusakan tersebut membentuk gua-gua kecil.

Ombak pantai yang besar.

Di puncak tebing ini, deretan bangunan di bibir pantai juga bisa disaksikan. Bangunan tersebut berupa warung, penginapan, dan toilet. Anak-anak yang berendam di kolam alami tadi juga bisa terlihat jelas dari sini.

Puas menikmati puncak tebing, kami pun turun. Masih ada satu spot lagi berupa bebatuan karang yang berada tepat di garis pantai. Kami menuju ke sana dan melangkah dengan hati-hati. Bebatuan itu dihantam ombak langsung. Suara gemuruh ombak yang menghantam bebatuan itu sedikit menyiutkan nyali kami. Tapi ini sudah kepalang tanggung. Kami pun menaiki batu itu dan mengambil foto ditemani ganasnya ombak yang menghantam batu yang kami pijaki. Kegiatan ini pun mengakhiri kunjungan di Pantai Batu Bengkung yang indah ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.