Klenteng Sam Poo Kong: Menapaki Peninggalan Laksamana Cheng Ho

0
247
Klenteng Sam Poo Kong.

Ingin berwisata di klenteng-klenteng khas Negeri Tirai Bambu tanpa harus pergi jauh-jauh ke Tiongkok? Atau ingin merasakan sensasi nuansa khas Tionghoa yang kental tanpa harus bayar mahal untuk ke Tiongkok? Nah, Klenteng Sam Poo Kong yang berada di Kota Semarang, Jawa Tengah, ini bisa menjadi salah satu alternatif wisata yang wajib disambangi bila sedang berada di Semarang. Sekaligus merasakan sensasi nuansa klenteng khas Negeri Panda yang kaya akan sejarah ini!

Jika anda sedang berada di Semarang, belum lengkap rasanya jika belum berkunjung ke Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng bernuansa merah dengan ornamen khas Tiongkok ini menyimpan berjuta warisan budaya dan sejarah yang tentunya akan menambah wawasan anda sembari berfoto-foto ciamik nan instagramable. Megahnya Klenteng Sam Poo Kong menjadi bukti konkrit bahwa betapa indahnya Indonesia dengan berbagai perbedaan dan saling toleransi antar umat beragama dengan sejarahnya yang begitu panjang.

Patung Laksamana Cheng Ho.
Sejarah Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong merupakan sebuah kompleks peribadahan bagi kaum beragama Buddha, Konghucu, dan Taoisme, sekaligus menjadi pusat kebudayaan dan wisata sejarah. Awal terbuatnya klenteng ini bermula dari seorang laksamana asal Tiongkok bernama Laksamana Cheng Ho. Bersama seluruh awak kapalnya, mereka terpaksa untuk berlabuh di perairan Semarang dikarenakan juru mudi kapalnya, Wang Jing Hong yang sedang sakit keras pada tahun 1416. Saat berlabuh, Laksamana Cheng Ho sempat merawat sang juru mudi kapal hingga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Sebelum melanjutkan perjalanan, Laksamana Cheng Ho membangun tempat peribadahan untuk berbagai keyakinan dengan ornamen khas Tionghoa di dekat Gua Batu yang dijadikan sebagai tempat peristirahatan Wang Jing Hong yang sedang dirawat oleh awak kapalnya secara intensif. Demi menghormati kemurahan hati Laksamana Cheng Ho, Wang Jing Hong yang berangsur pulih bersama para awak kapal pun membangun simbol penghormatan di Gua Batu tersebut yang sekarang ini kita kenal sebagai Klenteng Sam Poo Kong.

Sebagai orang Tiongkok yang beragama Islam, Laksamana Cheng Ho pada awalnya membangun masjid yang dialokasikan sebagai tempat ibadah bagi penganut agama Islam, meskipun memiliki arsitektur khas Tiongkok yang kental. Seiring berjalannya waktu, Klenteng Sam Poo Kong juga dijadikan sebagai tempat peribadahan bagi kaum beragama Buddha, Konghucu, dan Taoisme. Warna-warni perbedaan inilah yang menjadikan klenteng ini sebagai saksi bisu indahnya perbedaan dan toleransi atas beragam agama di Indonesia.

Patung-patung prajurit di dekat Gedung Utama Klenteng Sam Poo Kong.
Bagian-bagian di dalam Klenteng Sam Poo Kong

Ketika anda masuk ke dalam kompleks Klenteng Sam Poo Kong, setidaknya terdapat enam bangunan besar yang masing-masing memiliki ornamen khas Tiongkok yang sangat cantik, di antaranya adalah Goa Batu, Klenteng Thao Tee Kong, Makam Kyai Juru Mudi, Kyai Jangkar, Makam Kyai Tumpeng, dan Bangunan Kyai Cundrik Bumi.

Goa Batu merupakan gedung utama dari kompleks klenteng ini. Goa Batu terletak di deretan bangunan paling ujung dari pintu masuk Klenteng Sam Poo Kong. Goa Batu ini difungsikan sebagai tempat bersembahyang. Di depan Goa Batu terdapat patung Laksamana Cheng Ho atau Laksamana Agung Zheng He yang berdiri dengan sangat gagah. Patung berlapiskan emas ini diresmikan pada tahun 2011. Disekeliling bawah patung terdapat autobiografi Laksamana Cheng Ho beserta julukannya, yakni “Sang Duta Perdamaian”.

Thao Thee Kong, Jangkar Kapal, dan Makam Kyai Tumpeng

Bangunan lainnya yang terdapat di Klenteng Sam Poo Kong adalah Thao Thee Kong. Bangunan ini sebenarnya adalah sebuah klenteng yang digunakan sebagai tempat pemujaan untuk memohon berkah dan keselamatan hidup pada Dewa Bumi. Maka tak heran, beberapa orang kerap kali menyebut Klenteng Thao Tee Kong sebagai Tempat Pemujaan Dewa Bumi. Selanjutnya terdapat Tempat Pemujaan Kyai Juru Mudi. Tempat ini merupakan tempat dimana Kyai Juru Mudi yang merupakan Juru Mudi Kapal Laksamana Cheng Ho dimakamkan.

Klenteng Sam Poo Kong juga menyimpan jangkar kapal Laksamana Cheng Ho yang dikeramatkan yang disebut dengan Kyai Jangkar. Jangkar kapal yang telah berusia 611 tahun itu banyak didatangi oleh masyarakat untuk berziarah dan bersembahyang karena dianggap keramat. Dekat dari Kyai Jangkar terdapat sebuah makam bernama Makam Kyai Tumpeng. Kyai Tumpeng atau Mbah Tumpeng merupakan juru masak dari Laksamana Cheng Ho yang turut dimakamkan di kompleks klenteng ini. Konon katanya, nama Tumpeng berasal dari kebiasaan si juru masak untuk membuat Tumpeng. Sama seperti Kyai Jangkar, Kyai Tumpeng juga kerap didatangi masyarakat untuk berziarah dan bersembahyang. Selain itu juga terdapat bangunan tempat menyimpan berbagai macam senjata milik awak kapal Laksamana Cheng Ho bernama Bangunan Kyai Cundrik Bumi.

Selain keenam bangunan yang telah disebutkan di atas, anda juga bisa mengetahui kisah Laksamana Cheng Ho dari relief-relief yang terpahat di dinding dekat dengan mushola yang berada di dekat pintu masuk. Selain itu terdapat pula patung-patung prajurit yang berada di pinggir gedung utama. Gedung utama ini biasanya dipakai untuk menyelenggarakan event besar seperti Hari Raya Imlek atau kegiatan keagamaan dan kesenian lainnya.

Klenteng Sam Poo Kong.
Lokasi dan Harga Masuk Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng yang memiliki nama lain Klenteng Gedung Batu ini hanya berjarak sekitar 5 km saja dari pusat Kota Semarang Simpang Lima. Yakni berada di Jalan Simongan No. 129, Banjarsari, Kota Semarang. Untuk masuk ke klenteng yang kaya akan sejarah ini, anda hanya dikenakan tarif sebesar Rp. 7000 untuk dewasa, Rp 5000 untuk anak-anak, dan Rp 10.000 untuk wisatawan asing. Sementara jika sekaligus ingin masuk ke area sembahyang, anda dikenakan tarif sebesar Ro 27.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 40.000 untuk wisatawan asing. Jika anda tidak ingin hanya sekedar foto yang biasa-biasa saja, Klenteng Sam Poo Kong juga menyediakan jasa foto-foto menggunakan pakaian khas Tiongkok dengan biaya sewa kostum sebesar Rp 70.000 per orang.

Dengan bangunan klenteng yang megah dan aesthetic khas Tiongkok sembari menelusuri sejarah Laksamana Cheng Ho, mengunjungi Klenteng Sam Poo Kong jelas menjadi salah satu objek wisata yang wajib untuk dikunjungi ketika berada di Semarang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.