Khao Soi: Kuliner Otentik Kota Chiang Mai, Thailand

0
392
Restoran Khao Soi Islam.

Sebagai seorang Muslim, menemukan makanan halal saat traveling akan menjadi tantangan tersendiri, terlebih di negara Thailand yang mayoriras penduduknya beragama Buddha. Makanan pertama yang aku kenali banyak dibuat dalam versi halal dari negara ini adalah Pad Thai, di mana bahan utama yang digunakan adalah mie dan sayur-sayuran. Namun, saat berada di Chiang Mai, aku penasaran tentang makanan khas yang dimiliki oleh kota ini. Mentor Internship-ku selama di Chiang Mai, yaitu Phi Khim (Phi = sebutan untuk kakak dalam bahasa Thailand) mengenalkanku pada makanan khas Chiang Mai, yaitu Khao Soi yang banyak dijual dalam versi halal. Menurutnya hampir 90% wisatawan yang melancong ke Chiang Mai dan mencoba Khao Soi selalu jatuh hati terhadap rasa dari hidangan ini.

Asal usul Khao Soi sering dikaitkan dengan Cin Haw, seorang pedagang Muslim China dari Yunnan yang menempuh rute perdagangan rempah-rempah melalui Burma Utara, Thailand, dan Laos pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Khao Soi sering kali dikatakan sebagai hidangan yang memadukan kari dari budaya Muslim dengan mie dari Cina. Sebelum kedatangan Cin Haw, sup lokal daerah Chiang Mai adalah sup bening, kemudian Cin Haw menambahkan santan dan bumbu ke dalam sup.

Chicken Khao Soi.

Cara pembuatan Khao Soi terus berkembang selama bertahun-tahun dan saat ini setiap restoran memiliki cara sendiri untuk meyajikan hidangan. Namun, bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan Khao Soi tetap sama. Mie telur lembut yang disajikan dalam kuah kari kekuningan berpadu santan terasa nikmat saat bertemu olahan daging ayam atau sapi dan diatasnya ditaburi dengan mie goreng renyah. Tidak seperti makanan Thailand Utara lainnya, Khao Soi menggunakan santan kelapa sebagai kaldu kari. Untuk menambah kenikmatan rasa Khao Soi, terdapat bumbu-bumbu yang disajikan untuk menyesuaikan rasa manis atau asam yang sesuai dengan selera. Bumbu-bumbu ini biasanya adalah irisan jeruk nipis, acar kol, bawang merah, dan pasta kari kering.

Khao Soi secara tradisional dimakan dengan sumpit dan sendok sup Cina. Tapi, tidak perlu khawatir! Ayam yang dimasak dengan waktu yang cukup lama akan langsung keluar dari tulang dengan sumpit dan sendok Cina membantu menyendok setiap tetes terakhir kaldu.

Di Chiang Mai, kita akan menemukan Khao Soi di mana-mana, dari restoran hotel, restoran lokal, dan pasar. Setiap vendor memiliki cara mereka sendiri untuk membuat hidangan mie Chiang Mai yang terkenal ini. Beberapa pedagang membuat Khao Soi dengan rasa yang ringan, sementara yang lain agak pedas. Dalam perjalananku sendiri aku menyantap Khao Soi di restoran yang berlokasi di Chiang Mai Zoo. Rasanya yang sangat kaya membuat setiap suapan terasa sangat nikmat.

Halal Street di Chiang Mai.

Menurut Phi Khim terdapat beberapa tempat yang bisa direkomendasikan bila ingin mencoba Khao Soi dengan rasa yang lebih otentik. Tempat tersebut adalah Khao Soi Kyun Yai, Khao Soi Islam, dan Khao Soi Mae Sai. Khaoi Soi Islam menarik perhatianku dengan nama restorannya.

Menurut Phi Khim, restoran Khao Soi Islam memiliki rasa Khao Soi yang paling otentik. Khao Soi di sini sangat kaya rasa dan lembut. Terletak di lingkungan Muslim, pemilik di sini telah berhasil menjaga resep asli seperti yang seharusnya. Selain itu, lokasi dari restoran ini berada di Halal Street yang terletak di Charoen Phather 1 Alley, Hila Town, Chiang Mai. Lokasi ini tidak jauh dari Chiang Mai Night Bazaar. Kisaran harga Khao Soi tergolong terjangkau yaitu 50 – 100 Bath atau sekitar Rp. 20.000 sampai Rp. 40.000.

Hidangan ini wajib dicoba jika Anda mengunjungi Chiang Mai!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.