Keunikan Candi Sambisari Kalasan yang Tertimbun Tanah Erupsi Merapi

0
2814
Candi Sambisari
Candi Sambisari.

Saya salah satu orang yang menyukai traveling dengan mengunjungi tempat wisata yang mempunyai nilai sejarah seperti candi, keraton, benteng, masjid dan apapun yang ada kaitannya dengan sejarah masa lampau. Menurut saya, tempat-tempat wisata seperti itu sangat eksotik yang menggambar estetika orang-orang terdahulu.

Bumi nusantara yang pada awal mulanya tersusun atas kerajaan-kerajaan besar dan kecil memberikan kontribusi besar pula atas peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut. Begitu juga dengan keyakinan yang dianut masyarakatnya saat itu, yakni Hindu dan Budha. Kedua keyakinan ini telah menyumbang peninggalan berupa candi, stupa, patung dan lain-lain yang banyak sekali.

Kalau kamu ke Jogja dan sekitarnya, kamu akan banyak menjumpai tempat-tempat wisata seperti ini terutama peninggalan sejarah berupa candi-candi. Tak kurang dari 28 candi berada di Jogja dengan 4 kabupaten yang mengelilinginya. Selain Prambanan, Ratu Boko, Candi Ijo dan sebagainya, salah satu wisata candi yang bisa kamu kunjungi bila ke Jogja adalah Candi Sambisari.

Candi Sambisari
Panorama Candi Sambisari.

Candi ini berada di jalan Jogja – Solo Km. 15 Sambisari Purwomartani Kalasan – Sleman. Jaraknya hanya 12,5 Km dari pusat kota Jogja ke arah Solo. Namun kalau dari Bandara Adi Sucipto hanya berjarak 3,3 km masuk ke arah perkampungan penduduk. Candi Sambisari dibangun pada masa kejayaan Hindu di tanah Jawa. Menurut sejarah, Candi Sambisari dibangun tahun 812-838 M saat pemerintahan Raja Rakai Garung dari Kerajaan Mataram Hindu (Mataram Kuno).

Yang menarik dari candi ini adalah posisinya yang berada di bawah tanah pada kedalaman 6,5 meter atau lebih rendah perkampungan penduduk di sekitarnya. Posisi candi yang tidak umum ini duunya disebabkan karena letusan Gunung Merapi yang dahsyat di tahun 1006 yang mengakibatkan candi ini tertutup oleh bahan-bahan yang berasal dari gunung berapi tersebut.

Siapa yang menukan candi ini? Candi Sambisari ini diketemukan sekitar tahun 1966 oleh seorang petani di sekitar lokasi yang bernama Karyowinangun.

Candi Sambisari
Bersama Bapak Karyowinangun, Penemu Candi Sambisari.

Pada tahun yang sama, Balai Arkeologi Yogyakarta kemudian melakukan penggalian dan penyusunan kembali rangkaian candi yang hampir keseluruhan badan bangunannya tertimbun tanah erupsi Merapi ini. Selanjutnya, pada tahun 1987 Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan proses pemugaran dan rekontruksi ulang terhadap kompleks candi dengan hasil seperti saat ini.

Nah, karena posisinya yang di bawah tersebut, Candi Sambisari ini disebut juga sebagai candi bawah tanah atau candi pendem oleh penduduk karena posisinya memang berada di komplek yang lebih rendah dari hunian penduduk sekitar.

Candi Sambisari
Posisi Candi Berada di kedalaman 6.5 meter.

Kompleks Candi Sambisari dikelilingi oleh dua lapis pagar. Halaman luar seluas 50 x 48 m dikelilingi pagar batu rendah, sedangkan halaman dalam dikelilingi pagar batu setebal sekitar 50 cm dengan tinggi sekitar 2 m.

Di masing-masing sisi terdapat pintu masuk tanpa gapura atau hiasan lain. Candi Sambisari terdiri atas satu candi utama dan tiga candi perwara. Candi utama yang menghadap ke barat kondisinya relatif utuh, sedang ketiga candi perwara yang letaknya berhadapan dengan candi utama saat ini hanya baturnya yang tersisa. Masing-masing candi perwara berdenah dasar bujur sangkar seluas 4,8 m2.

Candi Sambisari
Wisman di Candi Sambisari.

Bagi yang suka narsis, dikeseluruhan area candi menyediakan komposisi foto yang exotic dan menawan. Tak hanya itu,  candi ini juga menjadi tempat yang asik buat bermain dan bercengkrama bersama keluarga dan orang-orang terdekat karena hampir keseluruhan area candi terhampar rumput yang menghijau.

Tiket masuknya pun hanya Rp. 5.000 untuk wisatawan domestik dan Rp. 10.000 untuk wisatawan manca negara. Pada hari-hari tertentu kalau beruntung, anda bisa bertemu langsung dengan Bapak Karyowinangun yang berjasa menemukan candi ini. Beliau akan senang hati menceritakan awal mula menemukan candi ini dari mulai proses penggalian dan pemugaran hingga saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.