Kesyahduan Suasana Gunung Kembang, Wonosobo, Jawa Tengah

0
530
Suasana di pagi hari Gunung Kembang.

Wonosobo memang terkenal dengan gunung-gunung yang cantik seperti Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Prau, dan Gunung Kembang. Gunung Kembang merupakan salah satu gunung yang berada di Jawa Tengah, tepatnya di Dukuh Blembem Kaliurip, Desa Damarkasihan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Pada tanggal 14 Januari 2020, saya mendaki Gunung Kembang melalui jalur Blembem, Wonosobo. Saya berangkat dari Yogya dengan motor menuju Wonosobo pukul 07.00 pagi, perjalanan dari Yogyakarta ke Wonosobo saya lalui. Kira-kira pukul 10.00 siang, saya sampai di Wonosobo. Di Wonosobo saya bertemua di Pasar Kertek dengan teman yang asli orang Wonosobo. Saya diajak ke rumahnya untuk beristirahat dan makan. Setelahya saya dan 2 teman saya mencari logistik dan packing alat.

Kira-Kira kami berangkat pukul 13.00 siang, menuju Basecamp Blembem. Sampailah kami di Basecamp Blembem pukul 13:30 siang. Ada hal menarik di basecamp pendakian Gunung Kembang, di sana kami tidak bisa langsung registrasi karena pendakian ke Gunung Kembang diharuskan melakukan pengecekan dan pencatatan semua barang yang kami bawa, khususnya yang berbungkus plastik dan botol air mineral yang sekali pakai tidak boleh dibawa harus memakai tumbler. Jika teman-teman tidak membawa tumbler, di sana ada penyewaan tumbler. Dan soal sampah pun kita tidak bisa berbohong karena sudah tercatat sanksinya pun cukup berat setiap per item dendanya Rp 1.000.000.000.

Pos kandang Celeng.

Setelah melakukan pengecekan, kami pun bergegas packing dan registrasi, Pukul 14.03 saya dan 2 teman saya pun memulai pendakian Gunung Kembang. Perjalanan dimulai dari Basecamp Blembem menuju Istana Katak. Trek masih ringan dengan vegetasi perkebunan teh, estimasi waktu 60 menit, dan 35 menit lagi untuk lanjut ke pos Kandang Celeng. Di Pos Kandang Celeng saya dan teman saya memutuskan beristirahat untuk minum sekitar 15 menit.

Kira-kira pukul 16.00, saya dan 2 teman saya melanjutkan pendakian menuju pos Simpang 3. Trek masih ringan dengan vegetasi hutan yang sangat masih alami, dengan estimasi waktu 55 menit, lalu melanjutkan ke Pos Akar dengan waktu 15 menit. Di Pos Akar kami beristirahat untuk minum sesudah melanjutkan ke Pos Sabana dengan trek sudah mulai terjal. Di tengah perjalanan menuju Pos Sabana, hujan turun membuat saya berhenti untuk memakai jas hujan. Kemudian saya dan teman melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 18.00 kami sampai di Pos Sabana. Hari mulai gelap, kami tetap melanjutkan perjalanan menuju pos tanjakan mesra dan menuju puncak Gunung Kembang. Kami pun sampai di puncak kira-kira pukul 19.30. Lalu kami bergegas mendirikan tenda dan beristirahat.

Tanjakan mesra di pagi hari.
Fasilitas 

Fasilitas di Gunung Kembang sudah lumayan baik. Tempat parkir di basecamp pendakian sudah aman dan terkelola dengan baik. Biaya pendakian Gunung Kembang sekitar Rp 20.000 dengan rinciannya: Rp 10.000 untuk tiket, Rp 5.000 untuk fasilitas basecamp, dan Rp. 5.000 biaya parkir. Sebanding dengan keamanan kendaraan kita. Lalu, di basecamp pendakian pun terdapat toilet dan penyewaan alat pendakian jika teman travellers lupa membawa alat bisa menyewa di basecamp ga ribet untuk mencari penyewaan alat di sana disediakan.

Pihak basecamp memiliki aturan tersendiri yang berbeda dari gunung kebanyakan. Sebelum mendaki, sobat travellers akan diberi checklist perlengkapan yang dibutuhkan selama pendakian, dan daftar logistik apa saja yang dibawa dalam pendakian. Kemudian ketika turun, barang-barang akan dicek ulang beserta kemasan makanan yang dibawa, sehingga siapa pun yang buang sampah di atas gunung pasti akan ketauan nih dan pastinya akan mendapat sanksi. Mungkin sekian ulasan di pendakian Gunung Kembang, Ayo ke Gunung Kembang dan nikmati kesyahduannya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.