Kenangan Indah Mendaki ke Gunung Rinjani

0
939
Puncak Gunung Rinjani.

Bagi saya, mendaki gunung adalah cara menikmati ciptaan Tuhan yang maha indah. Rinjani adalah salah satu gunung yang kaya dengan pemandangannya, karena kita bisa menikmati pemandangan Rinjani dari sudut mana pun.

Pendakian saya terakhir di Gunung Rinjani dilakukan pada tahun Juli 2017 lalu. Banyak jalur untuk mendaki Gunung Rinjani, salah satunya adalah Jalur Bawak Nao (bawah pohon tuak), Sembalun Lombok Timur. Rinjani memiliki jalur pendakian yang cukup banyak, travelovers. Ada jalur Senaru dan Torean di Kabupaten Lombok Utara, ada Jalur Sembalun Bawak Nao dan Pengadangan di Kabupaten Lombok Timur bagian selatan, dan ada jalur Benang Stukel di Kabupaten Lombok Tengah.

Pada setiap jalur pendakian tersebut, kita akan menemui track yang berbeda. Jalur Bawak Nao memiliki track yang terbilang paling diminati pendaki, karena jalur Bawak Nao memiliki estimasi waktu yang terbilang cukup cepat dibandingkan jalur pendakian yang lain untuk menuju puncak Gunung Rinjani. Jika akan mendaki Rinjani, kita harus menyiapkan mental yang kuat serta tenaga yang ekstra, dan tentunya logistik yang cukup untuk sampai di puncak 3726 mdpl.

View Puncak Rinjani dari Pos 2.

Berangkat dari Kota Mataram ke Pos Pendaftaran Taman Nasional Gunung Rinjani Sembalun Lombok Timur (TNGR) membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam perjalanan. Sesampainya di TNGR, kita harus melakukan registrasi pendakian selama 3-4 hari di atas Gunung Rinjani dengan biaya masuk Rp. 5.000 per harinya dan biaya asuransi sebesar Rp. 10.000. Jadi, jika ingin mendaki Gunung Rinjani selama 3 atau 4 hari, kalian harus mengeluarkan biaya Rp. 25.000-30.000 per orangnya. Murah kan, travelovers?

Melalui jalur Bawak Nao, kalian akan menemukan kali mati dan para pengembala sapi, mayarakat Sembalun yang banyak berprofesi sebagai petani dan peternak membuat banyak sapi yang dilepas secara sporadis pada TNGR tepat di jalur pendakian Rinjani. Padang savana yang luas membuat para peternak sapi tidak susah memberi makan sapinya. Sesampainya di Pos 1 Trangeang, kita bisa berjalan selama 2-3 jam dengan track yang tidak terlalu menanjak. Jika sedang tidak berkabut, kalian bisa melihat puncak Rinjani yang gagah berani tepat di depan jalur pendakian. Dari Pos 1 Trangeang sampai Pos 2 Trangeang, kalian membutuhkan waktu 1-2 jam perjalanan. Pada Pos 2, kita dapat melihat padang savana yang sangat luas membentang dari bawah kaki Gunung Rinjani sampai Pos 3. Sungguh sebuah pemandangan yang indah.

Melanjutkan perjalanan dari Pos 2 sampai Pos 3, kita membutuhkan perjalanan sekitar 3-4 jam. Lumayan melahkan. Jika kita tidak bisa mengatur ritme detak jantung, kerap kali membuat badan terasa lebih cepat lelah. Disarankan untuk semua pendaki yang sampai di Pos 3 untuk melakukan peristirahatan selama mungkin untuk melepas lelah dari Pos 1 sampai Pos 3, karena pendakian dari Pos 3 sampai pos terakhir (pelawangan Sembalun) membutuhkan tenaga yang ekstra.

Pemandangan Pelawangan Sembalun Rinjani.
7 Bukit Penyesalan

Dari Pos 3, kita diharuskan untuk mengeluarkan tenaga ekstra. Sebab, ada 7 bukit curam yang akan kita lewati. Debu, pasir, dan bebatuan membuat banyak tenaga yang harus kalian keluarkan. 7 Bukit penyesalan memang kerap membuat para pendaki mengeluh, banyak pendaki yang gagal ke puncak Rinjani lantaran kelelahan di 7 bukit penyesalan. Membawa beban logistik, alat masak, alat tidur, dan perlengkapan seperti tenda dan lainnya membuat beban kita bertambah dua kali lipat saat menanjak 7 bukit penyesalan.

Namun, jika para travelovers memiliki tekad yang kuat pasti bisa melalui 7 bukit penyesalan. Track paling berat terdapat pada bukit ke-6 dan ke-7. Bukit ke-7 bernama Cemare Siu (cemara seribu) yang memiliki kemiringan hingga 70 derajat akan membuat langkah kita bertambah berat hingga 3 kali lipat dari biasanya. Namun, track bukit 7 tidak terlalu panjang. Dari Pos 3 sampai Pelawangan Sembalun normalnya membutuhkan 4-6 jam perjalanan.

Pelawangan Sembalun

Pelawangan Sembalun berasal dari kata Lawang yang berarti pintu. Asalnya, kenapa dinamakan pelawangan ialah jalan para pendaki untuk ke puncak Rinjani dan Danau Segare Anak. Pelawangan Sembalun berada pada ketinggian sekitar 2.500-2.600 mdpl. Di Pelawangan Sembalun, para pendaki dapat membuat tenda dan menginap di sana untuk beristirahat. Lokasi camp yang cukup luas bisa menampung sekitar 1.000 tenda. Pelawangan Sembalun memiliki banyak spot foto yang memperlihatkan pesona indahnya puncak Rinjani dan Birunya Danau Segare Anak.

Setelah membuat tenda, memasak masakan ala kadarnya, para pendaki dapat beristirahat jika akan melakukan pendakian ke Puncak Gunung Rinjani. Biasanya, bagi pemula, tidurlah lebih cepat dan istirahat yang cukup. Sebab, jika Anda hendak mendaki ke puncak, Anda harus bangun jam 2 dini hari. Disarankan untuk memakai jaket super tebal dan hangat, sepatu, kaos tangan, dan membawa senter. Sebab, kondisi track yang berpasir membuat kita sedikit kesulitan untuk berjalan. Hawa dingin dengan suhu 5-10 derajat membuat badan akan terasa cepat kelelahan.

Dari Pelawangan Sembalun menuju puncak membutuhkan waktu 6-8 jam perjalanan. Kalian juga harus membawa daypack berisikan snack, air, kamera, serta obat-obatan jika mengidam penyakit bawaan. Track yang berpasir, berkerikil, dan berdebu membuat satu langkah kaki terasa seperti tiga langkah dari biasanya. Jika Anda para pendaki sampai di Letter E (track berbentuk huruf E)  disarankan untuk istirahat sekitar 20-30 menit untuk mengumpulkan tenaga menuju puncak tertinggi Lombok. Karena, jalur Letter E sangat berat dan terjal, dengan kemiringan sampai dengan 90 derajat.

Berdiri di puncak Rinjani adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Kalian pasti merasakan kebesaran Tuhan Yang Maha Agung karena telah menciptakan Gunung Rinjani dengan keindahannya. Jangan lupa memanjatkan do’a untuk diri sendiri dan kepada leluhur kita yang telah membuat jalur Rinjani sehingga kita dapat melaluinya.

View Puncak Rinjani dari Pos 2.
Danau Segare Anak

Turun dari puncak Rinjani tentunya tidak selelah menaikinya. Rasa lelah dan letih pasti terasa melilit di paha dan betis para pendaki. Tapi, perjalanan belum selesai sampai di situ, kalian harus turun ke Danau Segare Anak. Packing dan merapikan barang dari Pelawangan Sembalun selepas turun dari puncak, kalian akan disuguhkan jalur bebatuan saat turun ke Danau Segare Anak. Dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segare Anak, kita membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam. Bunga edelweiss atau bunga keabadian akan kita temukan di samping jalur turun ke Danau Segare Anak. Disarankan untuk para pendaki tidak memetik bunga edelweiss, karena kalian dapat berurusan dengan hukum. Hal tersebut terjadi karena bunga edelweiss sangat dilindungi kelestariannya.

Di Danau Segare Anak, para pendaki dapat membuat tenda di pinggir danau. Selain para pendaki bisa menikmati pemandangan Gunung Baru Jari (Anak Gunung Rinjani), Anda juga bisa mancing ikan di Danau Segare Anak. Ikan yang melimpah membuat para pendaki dapat menikmati sensasi mancing dan nikmatnya menyantap ikan dari ketinggian 2.200 mdpl. Sungguh nikmat. Disarankan bagi para travelovers yang hendak ke Danau Segare Anak untuk mebawa alat memancing. Selain itu, tak lengkap rasanya jika para pendaki tidak menikmati pemandian Aiq Kalaq (air mendidih) di bawah air terjun sebelah Danau Segare Anak. Air yang mendidih yang keluar dari dasar bumi Gunung Rinjani, memiliki khasiat yang manjur untuk memulihkan tubuh yang telah letih. Saat mandi di Aiq Kalaq, tubuh yang letih seperti terasa dipijit dengan kehangatan Aiq Kalaq di bawah Danau Segare Anak. Kami bertujuh bermalam di Danau Segare Anak menikmati keindahan Gunung Rinjani, tak cukup rasanya. Rasa sedih saat akan meninggalkan ketenangan Danau Segare Anak pasti mengalir di dada.

Begitulah kisah pendakian menikmati keindahan Gunung Rinjani. Setelah bergegas dan melakukan perpisahan kepada Danau Segare Anak, kami pulang melewati jalur Senaru Lombok Utara. Ada tiga pilihan jalur pulang, Senaru, Sembalun, dan Torean.

Jika kalian pulang dari jalur Senaru atau kembali lewat jalur Sembalun. Kalian membutuhkan waktu selama 8-12 jam perjalanan, mengingat akan kembali menanjak menuju Pelawangan Sembalun atau Pelawangan Senaru. Tapi, jika kalian memilih untuk pulang melewati jalur Torean Lombok Utara, kalian akan menempuh waktu 9-11 jam perjalanan, namun tidak perlu naik kembali ke Pelawan Sembalun atau Senaru.

Begitulah kenangan pendakian terakhirku bersama tujuh kawanku sebelum Rinjani diterpa gempa Agustus 2018 lalu yang mengharuskan pihak TNGR menutup Gunung Rinjani dalam waktu yang lama. Diakibatkan jalurnya banyak yang longsor dan putus akibat gempa 7,0 Skala Richter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.