Kenali Rakik Maco, Camilan Khas Ranah Minang

0
399

Travelers, apakah  kamu sering ke Sumatera Barat? makanan apa saja yang pernah kamu cicipi ketika berada di Padang? Selain berbagai macam destinasi wisata, Sumatera Barat juga terkenal dengan berbagai sajian kulinernya. Banyak makanan dan camilan khas berasal dari Sumatera Barat dengan segala variasi dan kelezatannya. Salah satu camilan jaman dahulu yang akan kita bahas adalah rakik maco.

Mendengar dari namanya mungkin agak sedikit aneh dan lucu karena menggunakan kata-kata maco pada nama sebuah makanan. Nama maco itu sendiri bukanlah istilah yang diberikan pada lelaki keren pada umumnya. Namun, dalam Bahasa Minang, maco adalah istilah atau sebutan untuk ikan kering yang berasal dari air tawar maupun laut. Maco yang digunakan di sini adalah jenis ikan kering kecil yang bentuknya tipis dan berasal dari laut.

Selain digunakan sebagai campuran dalam rakik maco, maco juga sering dijadikan sebagai lauk. Maco digoreng kering seperti kerupuk lalu dilumuri sedikit cabe merah goreng sehingga akan menambah kenikmatan makan ini. Menu ini memang terdengar sangat sederhana, namun mampu menimbulkan selera makan.

Pada dasarnya, rakik itu hampir sama dengan rempeyek atau peyek yang ada di Jawa. Namun yang membedakannya adalah bentuknya yang bulat atau kotak dan topping-nya yang berbeda. Kalau di Jawa menggunakan kacang tanah atau kacang hijau, sedangkan di Sumatera Barat menggunakan kacang tanah, udang rebon, atau maco.

Makanan ini paling banyak ditemui di sepanjang pinggir jalan dan tersebar dimana-mana di daerah Sumatera Barat. Biasanya dijual di warung-warung kecil maupun di outlet khusus menjual berbagai oleh-oleh. Rakik dijual perbungkusnya dengan harga terjangkau dan bisa jadi salah satu alternatif oleh-oleh khas ranah Minang.

Bahan yang digunakan untuk membuatnya pun termasuk sederhana karena hampir sama dengan bahan rempeyek pada umumnya. Namun ada sedikit tambahan bumbu seperti cabe halus, kunyit dan daun kunyit yang menjadi pembeda rasa.

Dalam proses pembuatannya, adonan tepung beras dicampur dengan air, kencur, garam, bawang putih serta bumbu tambahan tadi. Kemudian digoreng menggunakan sebuah cetakan berbentuk bulat atau kotak yang telah dipanaskan dalam penggorengan yang berisi minyak. Setelah cukup panas, maka tuang adonan dan taburkan topping seperti ikan maco, kacang, dan topping lainnya. Goreng hingga kekuningan lalu siap untuk disajikan.

Cetakan khusus tersebut terbuat dari aluminium  tipis berbentuk bulatan yang memiliki tangkai sebagai pegangan yang terbuat dari kayu atau plastik. Bulatan tersebut ada yang terdiri dari dua bulatan bahkan empat bulatan sehingga dalam satu kali penggorengan bisa menghasilkan 4 rakik maco pada wajan sedang. Berbeda dengan rempeyek yang langsung di goreng di pinggir wajan penggorengan dengan bentuk tidak beraturan. Tapi itulah ciri khas masing-masing daerah.

Mungkin kamu sudah terbiasa dengan gurihnya rempeyek dengan topping kacang, namun kamu pasti juga akan penasaran untuk mencoba uniknya rempeyek khas Minang yang satu ini. Selain mengandung karbohidrat, maco yang terdapat di dalamnya juga memiliki nilai gizi karena ada protein yang didapat dari ikan atau udang halus.

Jika kamu berkunjung ke Sumatera Barat, maka jangan lupa membeli berbagai oleh-olehnya untuk orang tercinta, termasuk rakik maco. Dijamin bagi yang pertama kali mencicipi akan sulit untuk berhenti, apalagi pecinta makanan gurih. Kerupuknya yang renyah cocok dijadikan camilan di kala senggang maupun untuk lauk sebagai teman makan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.