Kemegahan Masjid Agung Kediri

0
606
Masjid Agung Kediri jika dilihat dari JPO.

Ketika mendengar kata Kediri, yang terbayang di dalam pikiran kita biasanya adalah panorama Gunung Kelud, suasana Kampung Inggris, atau eskotisme Simpang Lima Gumul yang menyerupai Arc de Triomphe di Paris. Padahal Kota Kediri memiliki berbagai bangunan penting lain yang tak kalah menakjubkannya, yang disayangkan apabila kita lewatkan. Salah satunya adalah Masjid Agung Kediri.

Masjid Tertua

Masjid Agung Kediri merupakan salah satu masjid tertua di Kota Kediri lho. Berdasarkan ukiran prasasti yang tersimpan di atas joglo masjid, Masjid Agung Kediri pertama kali dibangun pada tahun 1771. Ketika pertama kali dibangun, kondisi bangunan masjid memang sangat berbeda dengan yang sekarang. Meski sudah dilakukan pemugaran pada tahun 1830 dan 1841, beberapa bagian masjid masih dijaga keasliannya dengan kondisi ketika pertama kali dibangun, seperti bagian mimbar masjid yang masih terjaga keasliannya sejak pemugaran kedua. Dahulu, nama masjid ini bukanlah Masjid Agung Kediri, namun Masjid Jami’. Ketika dilakukan pemugaran ketiga di tahun 1928, barulah masjid ini diubah namanya menjadi Masjid Agung Kediri.

Menara masjid yang menjulang tinggi.

Kemegahan Masjid Agung Kediri dapat saya rasakan bahkan sebelum saya mengunjungi area masjid. Tingginya menara di sisi tenggara masjid yang menjulang setinggi 49 meter sudah terlihat dari kejauhan, memberikan karakteristik tersendiri untuk masjid ini. Di bagian beranda masjid berdiri kokoh belasan pilar yang melukiskan suasana masjid khas Asia Barat, dilengkapi sebuah bedug besar yang masih digunakan hingga sekarang. Sebuah kolam air mancur di sisi depan masjid semakin melengkapi cantiknya suasana.

Berbagai Elemen Kebudayaan yang Menjadi Satu
Mimbar yang masih terjaga keasliannya.

Jika diperhatikan dari kejauhan, Masjid Agung Kediri memiliki desain atap yang cukup unik. Atap masjid ini masih berupa atap Joglo khas Jawa tradisional, terdiri dari tiga atap berbentuk segi empat yang ditumpuk secara bersilangan antara satu dengan yang lainnya. Apabila dilihat dari ketinggian, atap dari masjid ini akan terlihat seperti segi delapan. Bentuk segi delapan yang sudah melekat sebagai simbol dunia Islam ini juga menyimbolkan delapan arah mata angin, mengisyaratkan Islam yang menebar rahmat ke seluruh penjuru alam. Di puncak tertinggi atap terpasang sebuah kubah enamel berwarna biru kehijauan.

Masjid ini memiliki tiga lantai di dalamnya. Lantai dasar terdiri atas area tempat berwudhu dan kamar mandi. Di lantai ini juga terdapat ruang serbaguna yang biasa digunakan dalam acara keagamaan. Ruang serbaguna ini juga disewakan kepada masyarakat yang ingin menggelar prosesi ijab qobul dan moment pernikahan. Adapun ruang utama untuk shalat berada di lantai dua dan lantai tiga. Oh ya, di dalam kompleks masjid ini juga terdapat Gedung Perpustakaan Islam lho. Di perpustakaan ini terdapat berbagai koleksi buku islami yang bisa kamu baca.

Ruang shalat.

Ketika memasuki ruang shalat, saya disambut oleh cantiknya hamparan ubin marmer berwarna abu-abu. Berbagai jendela kaca besar khas masjid Eropa terpasang di sisi kanan dan kiri, membuat ruangan terasa hangat dengan sinar matahari. Nuansa etnis Jawa terlihat dari berbagai ukiran kayu dan mimbar yang bertuliskan kaligrafi. Ruangan yang berukuran besar dengan langit-langit tinggi membuat suasana di dalam ruang shalat ini terasa sangat sejuk, membuat ibadah semakin khusyuk.

Masjid Agung Kediri terletak di Jalan Panglima Sudirman, persis di depan Alun-Alun kota Kediri dan sisi utara dari Jembatan Bandar Dahanapura. Akses untuk menuju masjid ini tidak sulit, hanya berjarak sekitar 45 menit dari Kampung Inggris atau 5 menit dari Stasiun Kediri. Lokasi parkir di masjid ini cukup luas, namun belum mampu menampung bus pariwisata. Jika kamu ingin mendatangi masjid ini dengan bus pariwisata, kamu bisa memakirkannya di Alun-Alun Kota Kediri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.