Keliling Kota Bangkok Sambil Menyusuri Sungai Chao Phraya yang Menawan

0
122
Boat yang sedang melaju disekitaran sungai Chaophraya.

Pada umumnya ketika sedang travelling di suatu destinasi yang merupakan kota besar seperti Bangkok, kita ingin sekali menyusuri setiap sudut dari kota tersebut. Sering kali kita menyusun itinerary sebaik mungkin degan mempertimbangkan jarak dan waktu yang harus ditempuh dari satu destinasi menuju destinasi lainnya. Kemacetan menjadi salah satu faktor yang menghambat perjalanan wisata kita sehingga sering kali harus mengurangi jumlah lokasi yang dituju karena keterbatasan waktu. Memang untuk kota besar yang cukup maju seperti Bangkok transportasi publiknya sudah bisa menjadi alternatif yang sangat efisinen.

Berbicara tentang moda transportasi di Bangkok, ada BTS Skytrain sudah sangat terkenal di kalangan traveler sebagai transportasi terbaik untuk berkeliling kota ini. Bagi yang sudah sering menaiki Commuter Line atau MRT di Jabodetabek pasti sudah tidak asing lagi dengan cara pengoperasian transportasi ini. Namun, terkadang setelah turun dari kereta kita, tetap menghadapi kemacetan di sekitar. Kali ini aku ingin menceritakan dengan transportasi unik yang dimiliki kota Bangkok. Transportasi ini dijamin bebas macet karena berada di jalur yang berbeda, yaitu melalui jalur air/sungai.

Kota Bangkok yang dikelilingi aliran sungai memungkinkan untuk moda transportasi ini beroperasi mengelilingi Kota Bangkok. Jalur ini melalui Sungai Chao Phraya yang merupakan sungai terbesar di Thailand dengan panjang mencapai 772 kilometer. Menurut sejarah, kemajuan wisata dan perdagangan di sungai ini dipraksai oleh Raja Taksin. Penguasa Siam ini mampu melihat potensi Sungai Chao Phraya sebagai lokasi yang memiliki sumber daya perairan yang subur.

Penampakan Wat Arun dari perahu.

Pada tahun 1782, Raja Rama I membangung Bangkok menjadi kota modern hingga seperti sekarang. Ia juga bisa melihat potensi dari kawasan yang berpusat di sekitar Sungai Chao Phraya yang kemakmuran. Sekarang warga Thailand menyebut sungai ini sebagai Raja Sungai yang berhasil membawa ibu kota dalam kejayaan. Hampir seluruh kota di Thailand dari utara hingga selatan dilalui oleh aliran Sungai Chao Phraya, seperti Ayutthaya, Ang Tang, dan Chainat.

Saat ini fungsi utama dari sungai ini adalah sebagai jalur transportasi yang dilalui oleh Cross River Ferry, River Busesdan taxi air. Banyak wisatawan lokal hingga mancanegara yang menggunakan alat transportasi ini sebagai sarana untuk berpergian untuk menghindari padatnya lalu lintas kota. Saat ini, Sungai Chao Phraya telah menjelma menjadi pusat ekonomi Thailand karena banyak menyedot wisatawan setiap tahunnya. Hal yang menarik perhatian selain menaiki perahu adalah keberadaan bangunan-bangunan modern ala Eropa dari abad ke-19 disekitar tepian sungai, kita juga bisa melihat Wat Arun dari kejauhan. Di tepian lain juga kita bisa melihat kehidupan sehari-hari masyarakan Kota Bangkok.

Ada banyak lokasi wisata yang langsung terhubung melalui jalur sungai ini. Di antaranya adalah Wat Arun, Grand Palace, Wat Pho, Jembatan Raja Rama VIII, Asiatique, dan lain sebagainya. Aku sendiri pertama kali menaiki perahu ini menuju Asiatique di mana kanal (dermaga) dari perahunya langsung terhubung dengan BTS Skytrain yang memang dikhususkan untuk jalur menuju Asiatique.

Kanal Dermaga tempat naik-turun boat.

Saat itu aku menaiki perahu kecil yang berisi 20-30 penumpang karena sudah terhubung dengan BTS Skytrain aku tidak perlu menambah biaya untuk menaiki perahu. Menurut referensi jika ingin menuju beberapa tempat terkenal seperti Grand Palace dan Wat Arun, kita bisa menaiki Chao Phraya Express Boat yang berfungsi layaknya bus umum, nantinya kondekdur akan menarik bayaran. Tarif yang dikenakan tergantung jarak, sekitar 20 sampai 40 bath atau sekitar Rp 9.000 – Rp 18.000.

Jika memang kesulitan untuk menentukan tempat ada juga fasilitas kapal yang memang dikemas dalam bentuk tur. Kita hanya perlu menyiapkan satu hari penuh untuk mengunjungi tempat-tempat wisata dan belanja di seputar dermaga-dermaga yang disinggahi. Sistem operasi kapal ini adalah seperti bus wisata hop on – hop off di beberapa negara, jadi kita hanya perlu membayar 150 baht (sekitar Rp 48.000 – tergantung kurs saat pergi) dan kemudian kita bisa naik dan turun di delapan dermaga pemberhentiannya, selama jam operasional kapal tersebut. Kalau kita mau naik sekali jalan aja juga bisa, tinggal beli tiketnya seharga 40 baht (sekitar Rp 13.000).

Lokasi Chao Phraya Tourist Boat berada di Saphan Taksin BTS Station jadi kita perlu menaiki BTS Skytrain terlebih dahulu. Begitu tiba di stasiun BTS ini, jalan turun dan ikuti petunjuk menuju ke arah sungai / Sathorn Pier (Central Pier).

 Jam Operasional: 09:30 – 16:00 (setiap hari)

Pemberangkatan kapal setiap 30 menit sekali dari Sathorn Pier.

Selamat menikmati tempat-tempat wisata, kuil-kuil serta tempat belanja di sepanjang Chao Phraya dengan naik Chao Phraya Tourist Boat! Dengan begitu kamu bisa sekalian mencoba salah satu cara untuk wisata murah di Kota Bangkok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.