Keindahan Warna-Warni Hunian di Wisata Kalilo Banyuwangi

0
1115
Wisata Kalilo Banyuwangi.

Menjejaki ujung timur Pulau Jawa sebenarnya sudah lama saya rencanakan. Tapi berhubung rutinitas pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, saya akhirnya baru bisa datang ke Kota Gandrung ini pada akhir 2018 kemarin. Sebelum saya mengunjungi pantainya yang cantik, terlebih dahulu  keinginan menjelajahi Kota Banyuwangi muncul. Alasannya, saya menginap di sekitar pusat kota.

Dari beberapa informasi, saya pun memutuskan untuk mengunjungi Kalilo. Sebuah kampung yang telah dicat dengan aneka warna layaknya Kampung Warna-Warni di kota saya. Ternyata, kampung ini  terletak tak jauh dari pusat kota. Terpatnya, berada di seberang Kampung Kauman yang merupakan kampung tempat Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi berada.

Maka, dari penginapan saya di daerah Taman Baru, saya hanya perlu berjalan kaki selama lima belas menit untuk sampai di sini. Mulanya, saya tak menyadari keberadaan kampung ini. Saya kira ya berada di pinggir jalan raya. Ternyata, kampung ini berada di bantaran sungai yang mengalir di sekitar pusat kota.

Pengunjung memotret obyek dari sisi sungai yang bersebarangan.

Saking enaknya saya menuju pusat kota, eh tiba-tiba saya melihat sebuah jembatan besi dengan nama Kalilo. Oh ini toh tempatnya. Di sana, sudah ada beberapa anak muda yang mengekspresikan kehidupannya melalui sebuah foto. Saya juga sempat bingung untuk masuk ke perkampungan ini lantaran ada beberapa jalan yang bisa dilewati. Akhirnya, saya lebih memilih masuk melalui jalan sebelah timur untuk memotret dahulu ikon Kalilo yang ada di atas jembatan.

Selepas puas memotret, saya pun menuruni anak tangga menuju arah perkampungan. Bunyi aliran air yang deras langsung terdengar karena tak jauh dari situ ada sebuah dam. Di sekitar anak tangga tadi, ada beberapa kursi yang bisa digunakan untuk bersantai sejenak sambil menikmati indahnya warna-warni kampung ini.

Sayangnya, hari itu panas matahari begitu terik. Saya lebih memilih untuk terus menyusuri kampung ini. Semakin ke dalam, warna-warni kampung semakin indah. Saya suka perpaduan warna cerah antara ungu, biru muda, kuning, dan merah jambu yang menjadi warna utama dari kampung ini. Bagi saya, pola garis  tertatur dalam pengecatannya membuat keunikan kampung ini begitu khas.

Rumah dicat mengikuti pola garis vertikal.

Rumah-rumah dicat dengan pola garis yang teratur mengikuti garis pola beberapa bagian rumah, seperti pintu, jendela, dan ventilasi. Saya tidak menemukan rumah yang dicat dalam satu warna penuh seperti yang saya temukan di Kampung Warna-Warni di kota saya. Jadi, saat memotret dari jauh, perpaduan warna yang ada terlihat begitu hidup.

Saya berjalan kembali ke bagian kampung yang lebih dalam. Ternyata, di sana ada sebuah jembatan lagi dengan ikon berbeda. Di sana, tertulis kata Loh Kanti. Saya penasaran apa bedanya Kalilo dengan Loh Kanti. Ternyata, Loh Kanti itu ya Kalilo (Kali Lo). Sebuah nama sungai yang mengalir tepat di tengah Kota Banyuwangi. Nah di Kampung Kalilo inilah sungai ini terlihat cantik.

Sungai yang bersih jadi daya tarik tersendiri.

Cantiknya sungai dan perumahan di bantarannya terjadi lantaran adanya usaha giat dari warga dan Pemerintah Banyuwangi. Di beberapa bagian kampung, ada beberapa papan informasi yang memajang foto kegiatan pembersihan sungai dan wisata Banyuwangi, baik wisata alam maupun budaya. Kalilo ini ditata sedemikian rupa agar para wisatawan yang datang ke Banyuwangi singgah dulu ke pusat kotanya.

Ini bertujuan agar setiap tempat di Banyuwangi memiliki kekhasan masing-masing. Makanya, saya lihat sungai yang mengalir cukup bersih untuk ukuran di pusat kota. Saya tidak menemukan satupun sampah yang ikut hanyut di salamnya. Bahkan, saat asyik memotret bantaran sungai, ada beberapa anak-anak yang asyik mandi di sungai dan mencari ikan. Sebuah pemandangan cukup langka jika dilihat di sebuah kota besar.

Makanya, Wisata Kalilo ini menjadi salah satu wisata yang terekomendasi saat menjelajahi Banyuwangi. Kita bisa menyadari pentingnya penggalakan wisata dari usaha menjaga kebersihan dan menata pemukiman lebih baik lagi. Dan yang paling penting, letak Kalio yang tak jauh dari pusat kota membuat tempat wisata ini sangat sayang untuk dilewatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.