Keindahan Pantai Kuta Lombok dan Sejarah Putri Mandalika

0
903
Event Bau Nyale di Pesisir Pantai Kute.

“Jangan pernah ke Lombok nanti gak mau pulang,” kata pepatah traveler yang hendak meninggalkan Lombok seusai liburan.

Walaupun saya dari Lombok, tidak pernah bosan untuk mengunjungi pantai Kuta dan sekitarnya. Banyak pantai di sekitar Pantai Kuta Lombok yang hampir semuanya indah dan menawan, ada Pantai Tanjung Aan, Pantai Seger, Batu Payung, dan Pantai Merese serta bukitnya. Keindahan daerah Kuta Lombok membuat saya selalu punya cara untuk menikmati keindahan daerah Pantai Kuta.

Apabila kita berkunjung ke Pantai Kuta, yang merupakan tempat akan dibangunnya sirkuit MotoGP tahun 2021 ini pasti menemukan para traveler dari berbagai daerah, baik lokal maupun internasional. Mereka enggan meninggalkan Kuta karena keindahannya. Pantai Kuta yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Pulau Lombok ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Jarak yang tidak terlalu jauh dari Lombok Internasional Airport (LIA) membuat para pelancong nasional maupun internasional bisa menyempatkan diri untuk mengunjungi Pantai Kuta dan sekitarnya. Dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dari LIA, memudahkan para pelancong untuk singgah menikmati keindahan pantai Kuta Lombok.

Sejarah Putri Mandalika

Kalau anda berkunjung ke Kuta, sempatkanlah untuk melihat Patung Putri Mandalika di Pantai Seger, sebelah timur Pantai Kuta yang berjarak kurang lebih 1 km saja. Konon, Putri Mandalika sangat cantik dan disukai banyak para pemuda dan pangeran dari berbagai kerajaan yang ada di Lombok. Sang putri pun sukar menentukan pilihan kepada siapa akan melabuhkan perasaannya. Pada tanggal 20 bulan ke 10 pada penanggalan suku Sasak, semua pemuda dan pangeran yang menyukai sang Putri di undang ke Pantai Seger Lombok. Mengingat jika sang putri memilih satu di antara mereka, maka akan terlahir perpecahan, maka sang Putri memutuskan untuk menerima semua lamaran dari pemuda dan pangeran itu. Para pemuda dan pangeran itu langsung heran. Tapi, pada saat itu pula sang Putri lompat ke laut di telan ombak. Sang Putri hilang seketika. Tidak lama berselang setelah sang putri lompat ke lautan, sang Putri kemudian menjelma menjadi Nyale (cacing laut) yang beragam warnanya.

Festival Bau Nyale
Anak Pantai Memegang Nyale.

Berdasarkan sejarah sang Putri Mandalika, daerah pantai Kute Lombok memilki event Bau Nyale (tangkap nyale) yang diadakan setiap tahunnya oleh pemerintah setempat. Acara itu selenggarakan ketika Nyale hendak akan keluar antara bulan Februari dan bulan Maret. Event Bau Nyale sekaligus sebagai pelestarian budaya Sasak dalam mengenang sang Putri Mandalika. Nyale sendiri adalah jelmaan dari sang Putri kata para sejarawan sasak. Namun tak lepas dari itu, Nyale sendiri menurut ilmiah adalah cacing dari Lautan Pasifik dari daerah Australia yang kemudian dibawa arus ke Pantai Selatan Lombok.

Namun, masyarakat percaya, Nyale adalah merupakan anugrah bagi masyarakat Lombok yang mengundang banyak pelancong ke Lombok mengikuti event Bau Nyale. Biasanya pada Bulan Februari hingga Maret, masyarakat Lombok Tengah mengadakan event besar dalam menyambut keluarnya Nyale di waktu pagi. Masyarakat berbondong-bondong memadati Pantai Kuta hingga Pantai Seger demi menangkap Nyale. Tidak hanya itu, sebagai wisatawan lokal maupun internasional ikut meriahkan event Bau Nyale. Ada yang rela menginap di pinggir Pantai Kuta hingga Pantai Seger, ada pula yang memilih untuk menginap di hotel-hotel pinggir Pantai Kuta. Inilah kemeriahan menyambut kenangan pahit sang Putri Mandalika.

Bagi para traveller yang hendak berkunjung ke Lombok, sempatkanlah diri anda untuk mengikuti acara tahunan Bau Nyale ini, sebab kita bisa merasakan keramaian di malam hari hingga subuh untuk menanti keluarnya Nyale dari laut selatan. Desiran ombak dan arus pantai membawa Nyale hingga bibir pantai. Perlu kiranya kita membawa alat untuk menangkap Nyale: sorok (jaring kecil) atau alat lainya.

Jika kita berangkat dari Mataram hanya memerlukan waktu 1,5 jam menuju Pantai Kuta. Nyale adalah cacing laut Siphonosoma Australe. Nyale sendiri memiliki khasiat sangat baik bagi anti-diabate alami pada tubuh manusia. Bahkan di China sendiri, cacing laut sudah lama menjadi obat tradisional untuk mengobati tuberkulosis, pengaturan fungsi lambung dan limpa serta pemulihan kesehatan yang disebabkan oleh patogen. Dilansir dari sarihusada.co.id. nyale sendiri memiliki kandungan protein yang sangat tinggi sebanyak 43,83% mengalahkan telur ayam dan daging sapi yang masih di bawah 40% kandungan protein.

Kita tahu traveling adalah salah satu cara untuk menggugah selera kita untuk mencintai alam dan perjalanan, maka dari itu nikmatilah perjalananmu hingga kau merasa berbaur dengan alam dan budaya yang anda temukan.

Selamat datang di Lombok! Semoga Bau Nyale tahun depan lebih meriah dan ramai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.