Keindahan Pantai dan Bukit di Sekotong Lombok Barat

0
931
Keindahan pantai Rangking dengan kejernihan dan kebersihannya.

“Hari senin kita sudah puasa, kita kemana hari Sabtu Yuk!” ajak Goni salah satu kawanku lewat grup Whatsapp.

“Yukkk!! Minggu ini terakhir bisa jalan-jalan, manfaatkan waktu”.

“Bagaimana kalau kita camping?” tanya Zul dengan balik.

“Oke, jalan! Biar aku ajak yang lain juga,” tutup Goni.

Tidak banyak berkomentar, saya hanya menyepakati rencana itu. Berawal dari percakapan tersebut, saya beserta enam orang lainnya bersepakat dengan keputusan Goni untuk melakukan camping di salah satu Bukit yang ada di Lombok Barat. Acara camping kali ini, kami niatkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Sabtu 4 Mei 2019, kami bertujuh (Nayla, Nindi, Goni, Zul, Jadid, Yeni dan saya) berencana menutup bulan Sa’ban di atas puncak Bukit Buwun Mas Sekotong Lombok Barat. Sekotong merupakan salah satu Kecamatan di pulau Lombok yang berlokasi paling ujung Barat pulau Lombok. Kami memilih melakukan camp di Bukit Buwun Mas karena dekat dari Kota Mataram dan memiliki pemandangan yang indah di malam hari dan siang hari.

Lokasi camping di bukit Buwun Mas Sekotong.

Bukit Buwun Mas terletak di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong Lombok Barat. Buwun Mas Hill para traveler menyebutnya. Bukit ini memiliki daya tarik memesona. Padang Savana yang hijau serta pemandangan pantai serta bebepara gili (pulau kecil) dan bukit yang berjejer di pinggir pantai Desa Sepi Kecamatan Sekotong Lombok Barat.

Berbekal perlengkapan camping semalam, kami berangkat dari Kota Mataram sekitar pukul 14:00 Wita. Setelah mampir membeli logistik diberbagai swalayan yang ada di Mataram, kami berangkat menggunakan sepeda motor menempuh waktu satu jam setengan dari Kota Mataram sampai Desa Buwun Mas. Cussss. Kami berangkat menggunakan 4 kendaraan roda dua.

Sesampai di Lokasi parkir. Kami diminta untuk membayar biaya kompensasi kebersihan dan keamanan Rp. 25.000 perorang sudah termasuk tiket masuk area camp. Cukup murah bagi para traveler jaman milenial ini. Sebelumnya, kami mampir dan bertemu salah satu inisiator Sekotong Mendunia. Dia salah seorang masyarakat Buwun Mas yang memviralkan Sekotong Mendunia lewat berbagai event. Baik dari Mekaki Marathon dan Trailer Sekotong. Digagas oleh H. Mujahidin, Bukit Buwun Mas pertama dibuka untuk daerah wisata pada tahun 2018. Dengan pemandangan yang hampir mirip dengan Pulau Padar NTT. Bukit Buwun Mas cukup luas untuk menikmati keindahan alam Sekotong dari ketinggian.

Ketika malam hari, kita bisa menikmati gemerlap lampu perahu nelayan yang mencari ikan serta lampu-lampu keramba yang ada di teluk sepi antara desa Meang dan desa Sepi tepat di bawah kaki Bukit Buwun Mas. Hal tersebut membuat mata kami ini enggan untuk terpejam.

Segelas kopi dan beberapa snack menemani malam kami. Waktu pagi tiba, kami bertujuh disambut dengan hangatnya cahaya mentari yang keluar di antara kedua puncak bukit Lemer, tepat di timur Bukit Buwun Mas.

Tepat pukul 08:12 Wita. Kami bertujuh meninggalkan Bukit Buwun Mas setelah mengambil beberapa foto. Kami bergegas merapikan tenda dan barang lainnya serta sampah selalu kami bawa turun demi menjaga kebersihan area camp. Bukit Buwun Mas memiliki keunikan, terdapat beberapa Banjar (rumpun keluarga) di atasnya serta banyak tanaman padi milik masyarakat yang di tanam tepat di atas bukit tersebut.

Tepat di pukul 09:00 Wita pagi kami tiba di parkiran kendaraan tempat kami membeli tiket masuk. Karena terlalu pagi untuk kembali ke Kota Mataram, kami memutuskan untuk mandi di salah satu pantai yang ada di bawah kaki Gunung Buwun Mas. Rangkingan adalah salah satu pantai dari puluhan pantai bagus di daerah Sekotong bagian Selatan. Rangkinan tak jauh dari kaki Bukit Buwun Mas. Hanya dalan perjalanan 15 menit kami menggunakan sepeda motor sudah sampai di pantai Rangkingan.

Spot foto di atas pantai Rangking Sekotong.

Pantai Rangkingan tidak memiliki tempat parkir dan tidak memiliki pos pembelian tiket. Karena masih jarang yang mengetahui lokasi pantai, inilah yang membuat hanya kami bertujuh yang mengunjungi pantai Rangkingan ini. Walaupun keadaan sepi dan jarang dikunjungi, pantai Rangkingan masih aman dari berbagai ancaman, karena motor bisa di bawa sampai bibir pantai.

Kami memutuskan untuk mandi, empat dari kami memutuskan untuk mandi serta berenang di atas  jernihnya air pantai Rangkingan Sekotong ini.

“Setelah ini kita puasa,” ungkap Goni.

“Mari tutup minggu ini dengan kesenangan hati menyambut bulan Ramadhan,” ungkap Zul menutup percakapan kami sebelum menyalakan motor meninggalkan pantai Rangkingan Sekotong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.