Keindahan Panorama Matahari Terbit di Gunung Prau

0
103
Keindahan lautan awan ketika sunrise sudah menghilang.

Wonosobo merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang memiliki banyak keindahan alam. Mulai dari telaga, bukit, dan pegunungan. Salah satu gunung yang sering menjadi daya tarik dan minat para pendaki adalah Gunung Prau. Gunung dengan ketinggian 2565 mdpl ini terkenal dengan pemandangan sunrise-nya yang indah.

Weekend merupakan salah satu waktu berharga bagi para pendaki untuk memanfaatkannya dengan menyambangi gunung. Saya menjadi salah satunya. Mendengar keelokan dari Gunung Prau membuat saya pun terdorong untuk mendakinya. Salah satu jalur pendakian yang ramai digunakan pendaki Gunung Prau adalah jalur Patak Banteng. Jalur ini terkenal dengan rutenya yang cepat untuk mencapai sunrise camp. Tempat yang selalu menjadi incaran para pendaki jika ke Gunung Prau. Bahkan anehnya, kebanyakan pendaki tak mengapa jika tak sampai puncak. Asalkan dapat melihat matahari terbit di sunrise camp, mereka rasa hal tersebut sudah cukup membayar rasa lelah mereka.

Lokasi dari basecamp via Patak Banteng tidak sulit ditemukan. Letaknya yang tidak jauh dengan jalan utama memudahkan para pendaki untuk mengaksesnya. Benar saja, basecamp Patak Banteng sudah ramai dengan pendaki, entah yang datang atau pun yang baru saja turun. Kedatangan saya di basecamp yang terlampau gelap, mengharuskan saya untuk memulai pendakian saat malam hari.

Gerbang basecamp pendakian Gunung Prau via Patak Banteng.

Selepas waktu magrib, saya dan rombongan mulai berangkat naik. Menyusuri jalur Patak Banteng dengan headlamp yang menempel dijidat. Pendakian malam hari sebenarnya kurang baik dilakukan. Karena suasana yang gelap tidak baik bagi navigasi. Oleh sebab itu, mendengarkan penjelasan dari pihak basecamp harus benar-benar dipahami dengan seksama. Tentu saja untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Perjalanan dari basecamp menuju pos 1 terbilang masih santai. Melewati jalanan desa dan rumah-rumah penduduk. Semakin ke atas kita akan mulai memasuki are kebun dan sawah penduduk. Di perjalanan ini kita akan menemui beberapa warung yang berjejer-jejer di samping jalur.

Menuju pos 2, pepohonan tinggi mulai menghiasi. Namun karena jalur yang tergolong luas membuat suasana tidak terlalu gelap. Pemandangan sekitar Gunung Prau pun nampak jelas. Cahaya lampu terlihat berkumpul menjadi satu di suatu wilayah, menandakan wilayah tersebut ramai penduduk, dan sebaliknya. Perpaduan cahaya lampu dari desa-desa dengan cahaya bintang yang bertebaran di langit, membuat pendakian ini terasa lebih eksotis, bukan mistis.

Panorama matahari terbit dari sunrise camp Gunung Prau.

Memasuki jalur menuju pos 3, jalur pendakian semakin menanjak. Puluhan anak tangga memang menyulitkan saat musim kemarau seperti ini, berbeda dengan musim hujan. Otot kaki semakin digenjot dengan pikulan berat di pundak. Namun, udara dingin saat malam hari dapat menghalau keringat yang bercucuran. Selain itu, suasana gelap sedikit menyembunyikan penampakan jalur berat. Sehingga pikiran untuk istirahat selalu menghilang.

Perjalanan malam memang sungguh tak terasa, terutama di gunung yang memiliki jarak aman seperti ini. Dengan tambahan kabut yang sedikit menebal, tiba-tiba saya sudah berada di area sunrise camp, tempat yang selalu hits di media sosial itu. Tanpa berlama-lama setelah mencari lokasi yang tepat untuk melihat sunrise di pagi hari, saya dan rombongan segera mendirikan tenda dan beristirahat. Dengan harapan rasa lelah segera hilang dan pemandangan indah menyambut kami di esok hari.

Keindahan lautan awan ketika sunrise sudah menghilang.

Suasana masih tampak gelap, tetapi suara gaduh dan riuh dari luar tenda sudah terdengar. Setelah mencapai kondisi sepenuhnya sadar, saya memaksakan diri untuk beranjak keluar. Ternyata para pendaki sudah siap menunggu munculnya matahari pagi dengan kamera maupun hp di tangan mereka. Cahaya kuning mulai meninggi. Para pendaki semakin mendekat pada panorama besar dan tinggi di hadapan mereka. Saat cahaya itu semakin meninggi dan bersinar, nampaklah kegagahan Gunung Sindoro dan Sumbing yang terkenal itu. Dengan sigap para pendaki memotret dan mengabadikan momen ini seperti berlomba menampilkan hasil jepretan terbaiknya.

Setelah berfoto secukupnya, saya memilih duduk bersantai dan menikmati surya yang semakin meninggi. Lautan awan mulai berkumpul, membalut kemegahan Sindoro Sumbing. Hawa dingin seakan terkalahkan dengan keindahan pemandangan dari sunrise camp Gunung Prau. Memang benar yang dikatakan. Gunung Prau memiliki keindahan yang tak ada duanya. Landscape cahaya kekuningan yang muncul dari balik gunung-gunung besar memberi kesan menakjubkan, manakala kota tidak bisa memberikan suasana seindah ini dan juga ketenangan. Sungguh sangat sayang jika terlewatkan, ayo ke Gunung Prau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.