Keindahan Danau Ranu Klakah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur

0
132
Sunrise di Ranu Klakah.

Selain Ranu Kumbolo, Ranu Pane, dan Ranu Regulo yang terdapat di lereng Gunung Semeru, ada juga ranu atau danau yang wajib dikunjungi ketika datang ke Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, yaitu Ranu Klakah. Dengan luas 22 ha dan kedalaman 28 meter, salah satu keunggulan dari danau ini terletak pada latar belakang Gunung Lamongan. Dengan begitu wisatawan lokal menyebutnya Gunung Fuji van Java. Selain Ranu Klakah, terdapat dua danau lain yang tak jauh dari Ranu Klakah, yaitu Ranu Pakis dan Ranu Bedali.

Ranu Klakah memiliki air danau berwarna hijau yang dikelilingi perbukitan dan pepohonan, pokoknya cocok untuk melepas penat selama perjalanan. Suhu di sekitar danau ini tergolong sejuk. Selain itu, wisatawan yang ingin menikmati keindahan danau bisa mencoba berbagai sarana yang telah disediakan oleh Dinas Pariwisata setempat, yaitu berupa sarana permainan air seperti perahu kayak, perahu, motor air, banana boat, dan masih banyak lagi. Selain itu, dipinggir danau terdapat villa dan taman yang cocok digunakan untuk piknik sembari menikmati panorama danau.

Saat ini wisatawan yang berkunjung ke Ranu Klakah masihlah wisatawan dari sekitar Kota Lumajang. Jarang sekali wisatawan dari luar kota. Berbeda dengan Ranu Kumbolo dan Ranu Pane yang lebih dulu eksis. For your information nih, ternyata keindahan Ranu Klakah ini pernah dikutip di beberapa buku lho, seperti buku Api Tauhid karangan Habiburrahman El Shirazy dan buku Serat Centhini yang ditutur ulang oleh Agus wahyudi. Dengan itu, sudah pasti keindahan pesona Ranu Klakah tidak bisa diragukan.

Ranu Klakah.

Hal unik lainnya dari Ranu Klakah adalah air danau yang berubah menjadi kuning kehijauan ketika musim koyok di mana air danau mengandung banyak belerang. Pada musim ini, ikan dari berbagai ukuran, dari kecil hingga sebesar meja, akan merasa ‘mabuk’ atau ‘teler’ dan akan menuju permukaan. Ketika musim koyok, cara menangkap ikan masyarakat sekitar berbeda dari biasanya. Yang mulanya menggunakan jaring dan pancing, sekarang menggunakan tombak untuk menangkap ikan yang muncul kepermukaan.

Akses Menuju Ranu Klakah

Akses untuk menuju Ranu Klakah sangatlah mudah. Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari Stasiun Klakah dan sekitar 30 menit dari Terminal Minak Koncar. Jika dari Kota Lumajang kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 45-50 menit. Kalian bisa memarkirkan kendaraan di parkiran yang telah disediakan. Biaya masuk Ranu Klakah cukup murah, masing-masing pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 4000 per orang. Dengan harga segitu, kalian sudah mendapat berbagai fasilitas seperti musholah, taman, toilet, dan deretan warung yang menyuguhkan berbagai macam olahan ikan air tawar.

Tips dan saran jika ingin berkunjung ke Ranu Klakah:

  • Jangan berkunjung pada malam hari, kecuali akan bermalam di penginapan yang telah disediakan.
  • Datang pada pagi hari untuk melihat Sunrise.
  • Menghargai budaya dan kepercayaan lokal, tetap bersikap ramah.
Sunrise di Ranu Klakah.

Ada juga larangan yang perlu diperhatikan saat kamu datang ke Ranu Klakah. Di setiap destinasi wisata tentunya memiliki larangan tersendiri. Di Ranu Klakah, jangan sekali-kali berenang tanpa didampingi guide atau pemandu karena telah banyak wisatawan dan penduduk lokal yang telah menjadi korban. Penduduk sekitar mempercayai  bahwa wisatawan yang menjadi korban tenggelam dikarenakan terjerat ganggang yang ada di dasar danau. Selain itu, bentuk dasar danau yang berundak sering menyebabkan wisatawan tergelincir ke dalam.

Tenang! Semua itu tidak akan terjadi jika kalian mengikuti arahan dari staf pengelola. Bagaimana? kalian tertarik untuk bersantai sambil menaiki perahu kayak atau mungkin piknik dengan keluarga? Yuk main ke Ranu Klakah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.