Keindahan Barisan Gunung Bandung Raya dari Ketinggian Gunung Puntang

2
2583
Pemandangan Puncak Gunung Puntang.

Jalan-jalan ke Gunung merupakan hal yang sudah tren belakangan ini, bahkan pendakian ke gunung-gunung bisa dikatakan meningkat, hal ini memang banyak penyebabnya dari mulai banyaknya pendaki, karena ikut-ikutan tren, penasaran dengan keindahan puncak gunung, olahraga, mendapatkan makna dari proses perjalanan ke Puncak Gunung hingga menambah persediaan foto untuk sosial media, tapi terlepas dari hal tersebut mendaki gunung banyak manfaatnya mulai dari berolahraga hingga belajar bertahan hidup jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Gunung Puntang, salah satu gunung di Kabupaten Bandung, Kecamatan Cimaung. Perjalanan normal dari Kota Bandung bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 1.5 – 2 jam. Menembus macetnya jalur perkotaan memang bukanlah hal yang mudah, tapi memang demikian kondisinya. Sekarang untuk mendapatkan sesuatu yang masih asri dan suasana pedesaan yang sejuk haruslah kita menepuh perjalanan jauh dari perkotaan. Tapi jarak yang jauh dan waktu yang lama tidaklah terasa bagi orang-orang yang menyukai petualangan di alam bebas.

Perjalanan jauh menembus macetnya perkotaan atau melewati panasnya terik matahari di perjalanan akan terbayar di sini. Pada daerah Gunung Puntang ini udara sejuk suasana pesawahan begitu terasa, menghilangkan rasa lelah perjalanan dan meningkatkan semangat petualangan. Jika melalui jalur Ciapus, tentunya anda akan menikmati pemandangan pesawahan, setelah itu saat mulai mendekati kawasan Gunung Puntang di bawah banyak terdapat tempat wisata alam yang dilewati.

Saat mulai dekat dengan gerbang pendakian Gunung Puntang, pada pinggiran jalan ada beberapa kedai kopi dan pengolahan kopi, ada hal menarik berkenaan dengan kopi Gunung Puntang. Kopi Gunung Puntang ini pernah menjuarai Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat. Hal yang luar biasa memang, kopi lokal kita bisa bersaing dengan kopi luar negeri. Memang ketika kita akan memasuki jalur pendakian banyak tanaman kopi di bawah sebelum masuk jalur pendakian.

Pemandangan Gunung Puncak dari Sudut Lain.

Pendakian menuju puncak Gunung Puntang atau yang dikenal dengan Puncak Mega, kurang lebih bisa dilewati dengan waktu tempuh 3 – 4 jam tentunya dengan kondisi fisik dan persiapan pendakian juga sangat menentukan lamanya waktu pendakian. Pendirian tenda bisa dilakukan mulai dari pos 2, karena jarak dari pos 2 menuju puncak tidak terlalu lama. Mendirikan tenda di pos 2 dilakukan apabila pendakian sudah dirasa berat, kelelahan, atau perjalanan kemalaman. Apabila masih bisa melanjutkan perjalanan, mendirikan tenda bisa dilakukan di dekat puncak agar jarak saat menikmati terbitnya matahari tidak terlalu jauh, karena bisanya itu yang diburu oleh para pendaki.

Segarnya udara pagi hari saat bangun dari tidur selepas melakukan perjalanan menuju puncak, bergegas menuju Puncak Mega menyaksikan keindahan Bandung Raya dari ketinggian Gunung Puntang. Seperti halnya berada di atas lautan awan, itulah rasanya para pendaki yang menikmati keindahan berada di atas ketinggian puncak gunung. Berada tepat di depan mata puncak gunung yang ada di sekitar Bandung Raya, seperti halnya orang sedang bebaris, Gunung Burangrang dan Gunung Tangkuban Perahu nampak jelas bentuknya dari puncak Gunung Puntang.

Seperti halnya cerita tentang Gunung Tangkuban Perahu, nampak jelas seperti perahu yang menelungkup setelah ditendang oleh Sangkuriang dalam ceritanya, begitupun Gunung Burangrang yang dalam ceritanya merupakan tumpukan rangrang (ranting) dari pembuatan perahu yang akan digunakan Sangkuriang untuk menepati janjinya pada Dayang Sumbi.

Perjalanan Menuju Puncak Gunung Puntang.

Barisan gunung lain pun telihat jelas dari Ketinggian Puncak Mega, seperti halnya Gunung Manglayang, dan gunung-gunung lainnya yang gagah bediri sendiri. Sedikit menerka gunung lain yang terlihat adalah Gunung Ciremai dan Gunung Gede Pangrango. Maklum saat pendakian kami tidak membawa peta, jadi deretan gunung yang tidak saya kenal bentuknya hanya bisa diterka. Tapi terlepas dari itu semua, sungguh luar biasa pemandangan yang terlihat dari Puncak Mega ini.

Seperti salah satu versinya, cerita Gunung Puntang merupakan bekas pamuntangan atau tempat berpegangan Prabu Siliwangi ketika tejatuh saat dikejar oleh Prabu Kian Santang, saking saktinya Prabu Siliwangi saat terjatuh, lalu berpegangan kemudian tempat berpegangannya itu menjadi gunung, yaitu Gunung Puntang.

Jika ditarik pada kondisi geografis, yang saya rasakan memang tidak ada tempat atau objek berpegangan yang landai tentu pamuntangan itu bentuknya memudahkan untuk dipegang atau pasti mengerucut begitupun dengan Gunung Puntang, jalur pendakian yang akan ditemui sedikit sekali yang landai. Oleh karena itu, diharapkan untuk selalu berhati-hati saat melakukan pendakian dan tentunya tetap jaga kebersihan, karena kondisinya di jalur pendakian Gunung Puntang ini bisa kita temui sampah-sampah berserakan yang tentunya ulah para pendaki yang tidak bertanggungjawab.

Tetap jaga kelestarian alam kita, agar anak cucu kita bisa menikmati apa yang kita rasakan hari ini dan di antaranya bisa menikmati barisan gunung-gunung di Bandung Raya dari ketinggian Puncak Mega.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.