Karnaval Budaya Ngawi, Ajang Unjuk Gigi para Warga Ngawi

0
704
Parade busana budaya di Ngawi.

Tiap tahun, kita akan memperingati hari kemerdekaan negeri kita, Indonesia, setiap tanggal 17 Agustus. Peringatan itu tentunya dilakukan dengan cara yang berbeda-beda oleh setiap daerah bahkan desa. Sejumlah daerah melakukan kegiatan peringatan yang berkaitan dengan kebudayaan daerah setempat. Secara keseluruhan, umumnya diperingati dengan melakukan upacara bendera dan aneka lomba. Jenis lomba yang diadakan terkadang juga menjadi kebiasaan daerah setempat, seperti pertandingan olahraga. Olahraga seperti sepak bola yang dilombakan kadang dibuat unik dengan menggunakan sarung atau helm. Hal itu dilakukan untuk menambah keceriaan HUT RI.

Nah, Pemerintah Kabupaten Ngawi secara rutin mengadakan kegiatan karnaval budaya untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Karnaval itu masuk dalam bagian yang dilombakan oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi. Karnaval budaya ini pun menjadi budaya tahunan di Ngawi sehingga semua orang selalu tidak sabar untuk menanti kegiatan ini. Pasalnya, karnaval budaya yang diusung di Ngawi selalu berkaitan dengan budaya Ngawi secara keseluruhan sehingga tiap kontingen peserta karnaval berusaha menyesuaikan dengan menampilkan yang terbaik.

Karnaval budaya diikuti oleh sekitar 25 kontingen yang terdiri dari sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan peserta dari komunitas umum masyarakat Ngawi. Tiap kontingen menampilkan berbagai kekayaan budaya bangsa secara umum dan budaya Ngawi secara khusus. Budaya bangsa secara umum meliputi aneka tarian, kostum batik, bendera merah putih, dan lainnya. Sementara itu, budaya Ngawi yang diambil berupa ciri khas dari Ngawi, seperti Benteng Van den Bosch, Alas Srigati, Tawun, bahkan batik khas Ngawi juga turut serta ditampilkan dalam arakan karnaval.

Parade mobil hias.

Satu sekolah atau satu komunitas menampilkan atraksi lebih dari satu. Selain mobil pawai yang dihias sesuai dengan tema daerah yang diambil, atraksi lain seperti tarian dan parade busana karnaval juga ditampilkan sepanjang jalan mulai dari start di Alun-Alun Merdeka, Ngawi hingga sepanjang rute karnaval. Atraksi parade busana menampilkan kostum gajah putih sebagai simbol benda purba, Ratu Srigati, dan gapura sebagai simbol Mataraman. Atraksi itu tentunya menjadi hiburan tahunan bagi warga yang hanya ada setahun sekali. Kreativitas atraksi tiap sekolah atau komunitas menjadi tantangan bagi mereka untuk menjadi juara karnaval tahunan.

Iring-iringan mobil hias.

Selain untuk menghibur, karnaval budaya ini juga bertujuan mengenalkan budaya Ngawi secara keseluruhan kepada warga dan masyarakat dunia. Salah satu di antara khas budaya Ngawi yang diperkenalkan adalah batik. Atraksi parade busana dengan menggunakan kain batik sebagai dasar kostum tentunya dapat memperkenalkan sekaligus mendongkrak perekonomian warga Ngawi dari segi penjualan batik. Tak hanya itu, karnaval budaya ini pada akhirnya memiliki pesan tersendiri bagi warga, yaitu ajakan untuk seluruh warga Ngawi agar terus melestarikan budaya Ngawi dan menuju Ngawi Kota Budaya. Ngawi sebagai kota yang kaya akan budaya, potensi, dan kearifan lokalnya perlu terus dilestarikan oleh generasi penerusnya. Oleh karena itu, karnaval budaya dengan peserta dari sekolah adalah bentuk upaya pemerintah untuk mengajak generasi penerus untuk terus melindungi warisan budaya Ngawi. Kepunahan budaya pun dapat diminimalisasi.

Iring-iringan karnaval dengan membawa misi tema.

Tak heran jika tiap karnaval budaya ini diadakan, warga Ngawi sudah membanjiri semua jalanan Ngawi, bahkan sejak karnaval belum dimulai. Karnaval dimulai pukul 14:00, tetapi warga Ngawi sudah berbaris rapi di pinggir jalan sejak pukul 12:00. Mereka sudah membawa alas untuk duduk, payung, topi, dan bekal makanan serta minuman sambil menanti peserta karnaval lewat. Ajang karnaval budaya sudah berasa menjadi agenda piknik tahunan keluarga. Pastikan kamu tidak bertamu ke rumah warga Ngawi saat karnaval, pasti tidak ada yang menyambut. Mampirlah sebentar untuk menyaksikan karnaval ini dengan berdiri di titik-titik jalanan yang dilalui oleh peserta karnaval.

Rata-rata, warga Ngawi menonton karnaval budaya ini karena kostum yang digunakan peserta karnaval sangat menarik dan kreatif. Sisanya karena tarian dan musik yang ditampilkan arak-arakan, tak sedikit dari warga Ngawi yang mengajak peserta karnaval untuk berfoto. Selain kostumnya unik, foto itu sebagai ajang untuk meramaikan media sosial yang mereka punya, seperti instagram, twitter, dan facebook.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.