Kapan Lagi Ke Grand Canyon Gratis – Yuk ke Brown Canyon Semarang

0
599
Tebing bagian depan Brown Canyon
Tebing bagian depan Brown Canyon.

Selamat berakhir pekan sahabat travelblog.id. Meskipun cuaca sering gerimis tapi weekend jangan mengurung diri di rumah terus dong. Hayuuu main yuk!

Cerita kali ini, akan ngulik–ngulik seputar Brown Canyon. Hah, bukannya Grand Canyon ya? Kalau Grand Canyon kejauhan kalie, jadi yang dekat dan gratis aja dulu. Pada semangat kan kalau bahas yang gratisan.

Berfoto di tebing Brown Canyon
Berfoto di Brown Canyon sore itu.

Sebelum hits dimana–mana dan dikenal dengan nama besar Brown Canyon, faktanya ini adalah tambang pasir. Warga sekitar menyebutnya area proyek galian C. Dari sini ketahuan kan kalau bebatuan cadas yang membentuk tebing menjulang tinggi ini bukanlah terbentuk karena proses alam atau dengan sendirinya seperti di Grand Canyon. Melainkan dari mesin garukan, sekop para penambang, dan alat berat lainnya yang di gunakan penambang. Berdasarkan informasi warga sekitar, dulu tempat ini adalah sebuah bukit. Karena proses penggalian dan penambangan yang sudah berlangsung hampir setiap hari selama lebih dari sepuluh tahun inilah yang menciptakan hamparan panorama yang tentunya coklat eksotis.

Tebing–tebing yang terbentuk pun bukan unsur kesengajaan bapak–bapak penambang, melainkan adalah struktur tanah yang lebih keras dari lainnya. Sedangkan penambang hanya punya Back Hoe Hidraulic Excavator atau bego standar yang tidak mampu menjalankan tugasnya mengeruk bagian tanah dengan bebatuan keras. Singkat cerita beberapa bagian yang disisakan itu kini menjadi objek foto yang diburu kamera profesional sekalipun. Tak jarang dijadikan background prewedding lho. Keren!

Pohon yang bisa tumbuh di atas tebing Brown Canyon
Pohon yang bisa tumbuh di atas tebing Brown Canyon.

Yang menarik disini adalah, adanya pohon yang tumbuh di atas tebing coklatnya. Sepertinya alam tak ingin ketinggalan memberikan sentuhan magisnya. Oh iya sahabat travelblogid, meskipun Brown Canyon ini 24 jam free tiket masuk, sebaiknya berkunjunglah ke Brown Canyon pada pagi sebelum jam 7 dan sore hari. Kalau siang nanti gosong kan kulitnyaBukan itu saja, tapi masalah debu pasir yang bertebaran dimana-mana. Selain itu, dari pagi sampai siang itu adalah jam kerjanya para bapak–bapak penambang, banyak truk yang menjemput maupun membawa muatannya berlalu lalang. Tentunya akan mengganggu aktifitas penambangan jika ada kita para wisatawan yang berkeliaran mencari spot instagramable saat jam kerja. Sebaliknya pun demikian, kalian akan merasa terganggu karena butiran debunya. Untuk yang alergi debu dan memiliki asma sedia masker ya kalau berkunjung kesini.

Kawasan wisata Brown Canyon hingga kini belum dikelola oleh pemerintah maupun warga setempat. Jadi jangan kecewa kalau main kesini tidak menemukan tempat parkir, kamar mandi maupun tempat jajan untuk bersua bersama kawan setelah lelah ber-photoshoot ria. Sedangkan untuk tempat ibadah, ada masjid warga di dekat sana kok. Saya istirahat di masjid itu, hehe. Menikmati bekal dan minuman yang sudah saya bawa dari rumah.

Saran saja, jangan menggunakan mobil sedan kesini, karena ban bisa selip. Jangan mengendarai motor matic juga. Kalau mengendarai motor jangan terlalu ngebut, karena akan membangunkan butiran debu yang tadinya damai. Jangan kesana pas hujan, berat. Biar aku saja kemarin yang merasakan becek dan lumpurnya.

Untuk menuju lokasi yang satu ini, bisa melalui rute jalan Fatmawati yang berada di Pedurungan, Semarang Timur. Namun, karena saya berangkat dari UNDIP, Tembalang jadi kurang mumpuni untuk menjelaskan rute Fatmawati. Kalau dari Tembalang ikuti petunjuk jalan menuju Pasar Meteseh. Dari kejauhan pun tebing cadas Brown Canyon ini sudah bisa terlihat.

Alamat lengkapnya berada di daerah Rowosari, Tembalang, Semarang. Mungkin bisa dicari dan diikuti untuk weekend bersama pasangan dan sahabat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.