Kamu Harus Tahu, Rute Pesawat Enggak Cuma Langsung dan Transit Lho!

1
58
Jangan ragu untuk bertanya pada pusat informasi jika kamu bingung.

Masyarakat Indonesia selama ini mungkin lebih mengenal adanya istilah penerbangan langsung dan penerbangan transit. Tidak aneh sih, karena rata-rata jalur penerbangan untuk penerbangan domestik memang didominasi oleh penerbangan langsung dan penerbangan transit. Perjalanannya pun terbilang mudah. Dimulai dari datang ke bandara, check-in, duduk manis di pesawat, sampai di bandara tujuan, kemudian mengambil bagasi. Kalaupun harus transit, ya tinggal menunggu di gate atau setidaknya hanya sampai pindah terminal. Dijamin tidak akan membuat bingung para penumpangnya.

Namun lain halnya dengan penerbangan internasional. Perlu kamu ketahui bahwa tidak semua penerbangan bisa mengantarmu langsung ke negara tujuan atau transit sekali sambil duduk manis. Ada jenis penerbangan yang mengharuskanmu untuk mengambil bagasi, check-in ulang di bandara transit, menaiki pesawat dengan maskapai yang berbeda, hingga beberapa rute penerbangan “spesial” yang mewajibkanmu untuk memiliki visa transit.

Tulisan ini terinspirasi dari cerita seorang teman yang kebingungan setelah mendapatkan satu kode booking tiket pesawat ke Spanyol yang mengharuskannya untuk transit di dua negara serta mengganti maskapai yang berbeda. Apakah terlihat rumit? Perjalanan teman saya itu sebenarnya bukan hal yang rumit kok! Asalkan, kita jeli memilih dan membaca tiketnya.

Ketika direct flight, kamu bisa tetap stay di dalam pesawat lho!

Secara umum, jalur penerbangan memiliki tiga istilah utama: Non-Stop Flight, Direct Flight, dan Connecting Flight.

Non-Stop Flight

Non-Stop Flight adalah penerbangan langsung dari satu bandara ke bandara tujuan. Tanpa berhenti, tanpa transit, tanpa harus ganti pesawat apalagi ganti maskapai. Dalam penerbangan langsung ini kamu cukup check-in satu kali, mengurus imigrasi satu kali (jika penerbangan internasional), kemudian duduk manis di pesawat hingga sampai di bandara tujuan. Tanpa adanya transit, tentunya kamu tidak perlu mengurus visa transit. Simpel sekali, ya?

Selain perjalanannya lebih mudah dan nyaman, durasi penerbangan langsung pun terbilang singkat dan efisien. Sayangnya jenis penerbangan ini biasanya dibanderol dengan harga tiket yang lebih mahal, jadi kurang cocok bagi para budget traveler.

Direct Flight

Direct flight adalah penerbangan langsung yang memungkinkan kamu pergi dari satu bandara ke bandara tujuan hanya dengan satu pesawat. Bedanya dengan non-stop flight, pesawat yang kamu tumpangi pada direct flight akan berhenti di sejumlah bandara sebelum melanjutkan perjalanan ke bandara tujuan. Hal ini bertujuan untuk menurunkan maupun menjemput penumpang lainnya, mirip seperti bus yang berhenti sesaat di terminal.

Sebagai contoh, penerbangan jenis ini ada di penerbangan Semarang menuju Lombok. Pesawat akan singgah sebentar di bandara Surabaya selama 45 menit untuk menjemput penumpang dari Bandara Surabaya yang akan menuju Lombok, sedangkan penumpang tujuan Surabaya akan turun. Kamu tidak perlu mengambil bagasi, apalagi check-in ulang.

Perhatikan tiketmu ya!

Penerbangan ini berbeda dengan penerbangan transit lho! Direct flight hanya membuatmu berhenti sementara atau berpindah pesawat dengan nomor penerbangan yang sama, sedangkan penerbangan transit (connecting flight) mengharuskanmu untuk mengganti nomor penerbangan.

Connecting Flight

Berbeda dengan dua penerbangan sebelumnya, connecting flight adalah penerbangan yang mengharuskan kamu untuk transit dan berganti nomor penerbangan. Penerbangan jenis ini sangat umum kamu temukan di penerbangan internasional. Variasinya pun sangat banyak. Mulai dari harga, lokasi transit, maskapai, hingga kode booking.

Dalam connecting flight, apakah saya butuh visa transit? Apakah saya harus check-in ulang dan mengambil bagasi ketika transit?

Berdasarkan pengalaman saya, semua pertanyaan di atas bisa dijawab mulai dari satu hal: kode booking. Apabila penerbanganmu ada dalam satu kode booking maka kamu tidak perlu check-in ulang dan mengambil bagasi ketika transit, sekalipun kamu menggunakan maskapai yang berbeda-beda selama perjalanan. Kamu cukup menunggu di dalam bandara hingga penerbangan selanjutnya dengan nomor penerbangan yang berbeda.

Nah, apakah kamu harus mengurus visa transit? Jawabannya bisa iya ataupun tidak, tergantung dari kode booking, negara transit, durasi transit, serta bandara transit. Beberapa negara memberlakukan bebas visa apabila kamu hanya memeiliki satu kode booking dan transit selama durasi tertentu. Misal Uni Emirat Arab yang membebaskan visa jika transit kurang dari 24 jam. Lebih dari itu, kamu harus membuat visa transit.

Lain halnya jika kamu membeli tiket dalam beberapa kode booking yang berbeda (dibeli secara terpisah atau ketengan). Kamu wajib untuk membuat visa transit, mengambil bagasi ketika transit, dan melakukan check-in ulang. Misal, kamu membeli tiket Jakarta-London kemudian London-Amsterdam sehingga kamu memiliki dua kode booking. Meskipun tujuan akhirmu adalah Amsterdam, kamu harus membuat visa UK. Hal ini dikarenakan tujuan akhir pada kode booking pertama adalah London, sehingga kamu harus membuat visa.

Jangan ragu untuk bertanya pada pusat informasi jika kamu bingung.

Bagi yang sudah sering bepergian, membeli tiket dengan kode booking yang berbeda seringkali menjadi lebih murah. Namun, membeli tiket dalam satu kode booking memberikanmu keuntungan lain, yakni dibebaskannya kamu dari tanggung jawab risiko ketinggalan pesawat lanjutan meskipun berbeda maskapai. Semisal kamu tertinggal penerbangan lanjutan karena pesawat sebelumnya delay pun, kamu akan dibantu untuk menaiki penerbangan yang lain.

Perlu diperhatikan juga bahwa tidak semua transit menggunakan satu bandara yang sama meski dalam satu kode booking. Jika kamu bepergian ke Amsterdam menggunakan British Airways misalnya, kamu akan transit di Heathrow kemudian harus melanjutkan perjalanan dari Gatwick. Karena harus keluar dari bandara Heathrow, maka kamu harus mengurus visa transit.

Non-stop flight, direct flight, dan connecting flight memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Non-stop dan direct flight memang memiliki harga yang lebih mahal, namun perjalanannya lebih singkat. Meskipun terdengar lebih rumit, namun xonnecting flight menawarkan harga tiket yang lebih murah serta pengalaman transit di bandara yang seringkali tidak kalah menyenangkan.

Jenis penerbangan mana yang menjadi favoritmu?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.