Kampung Wisata Warna Warni Jodipan Malang

0
2041
Salah satu sudut Kampung Jodipan Malang

Kota Malang, merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur, dan merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Surabaya. Saya juga sempat tinggal di kota ini selama 4 tahun untuk berkuliah di Universitas Brawijaya. Kota ini terkenal sebagai kota pendidikan, karena banyak sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Kota Malang. Diantaranya Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah, dan lain-lain.

Selain dikenal sebagai salah satu kota pendidikan, Kota Malang juga dikenal memiliki banyak potensi wisata, dari wisata kuliner maupun wisata budaya dengan banyak ditemukannya peninggalan-peninggalan kerajaan-kerajaan dari jaman dahulu, seperti Kerajaan Kanjuruhan dan Kerajaan Singhasari.

Kota Malang sendiri diapit oleh beberapa gunung dan pegunungan. Gunung Arjuno di sebelah utara, Gunung Semeru di sebelah timur, Gunung Kawi dan Gunung Panderman di sebelah barat serta Gunung Kelud di sebelah selatan. Sehingga memiliki iklim yang sejuk, dan tidak salah disebut sebagai kota bunga juga, karena banyak bunga-bunga yang menghiasi di setiap sudut Kota Malang.

Pada akhir tahun 2018 kemarin saya berkesempatan mengunjungi Kota Malang lagi, dikarenakan tugas dinas dari kantor, dan dengan kesempatan itu, saya menghubungi teman-teman kuliah saya untuk sekadar ber-reuni kecil dan bernostalgia karena sudah tidak bertemu selama 9 tahun.

Pada saat itu saya bertanya ke teman-teman saya, bahwa saya dengar ada destinasi wisata baru di Kota Malang. Sebuah kampung yang disulap menjadi kampung wisata bernama Kampung Warna-Warni Jodipan. Dan kebetulan walaupun teman-teman saya tinggal di Kota Malang, mereka juga belum pernah mengunjunginya sama sekali. Akhirnya kami memutusksn untuk explore kampung tersebut pada hari minggu pagi.

Kampung Jodipan Malang

Terletak di Kecamatan Blimbing, Kampung Jodipan ini sangat mudah di akses karena lokasinya yang sangat strategis. Sangat dekat dari Stasiun Kereta Api Kota Malang. Bisa dengan jalan kaki atau naik becak. Tiket masuknya pun sangat murah dan terjangkau, sekitar Rp. 3000 per orang.

Takjub, hal pertama yang terlintas dalam benak saya saat sampai di kampung ini. Dulu sekitar tahun 2006 saya meninggalkan Kota Malang, desa-desa yang ada di daerah ini merupakan desa kumuh di bantaran Sungai Brantas. Dan sekarang berubah 180° , menjadi desa indah dengan warna warni mencolok, bersih dan ramai akan para wisatawan, bahkan ada yang dari mancanegara juga. Hal ini sangat membantu perekonomian masyarakat Kampung Jodipan ini dengan banyaknya pengunjung yang datang.

Salah satu sudut Kampung Warna Warni Jodipan

Saya dan teman-teman saya berjalan menyusuri setiap sudut kampung ini. Banyak spot-spot yang bisa digunakan berfoto atau hanya sekedar berselfie ria, dengan warna-warna yang mencolok dan mural-mural indah disetiap sisi kampung ini. Fasilitas umum juga tersedia di desa ini,seperti kamar mandi dan tempat-tempat duduk untuk hanya sekedar istirahat menikmati suasana desa ini serta membeli jajanan yang dijual oleh para warga kampung.

Beruntungnya saya, pada saat mengunjungi Kampung Jodipan, ada pertunjukan Kuda Lumping dari Sanggar Seni Manunggal Jaya. Sebuah pengalaman pertama kali juga bagi saya melihat secara langsung pertunjukan seni kuda lumping. Tarian-tariannya disuguhkan dengan indah, kostum penarinya berwarna warni dan diiringi oleh musik traditional jawa. Ritual-ritual yang dilakukan sebelum atraksi membawa suasana pertunjukan penuh dengan hawa magis, ternyata atraksi ini memang rutin diadakan di Kampung Jodipan walaupun tidak setiap minggu.

Salah satu pertunjukan seni di Kampung Jodipan Malang

Ternyata sebuah keinginan dan kemauan keras untuk berubah menjadi lebih baik, kreativitas, memanfaaatkan dan memaksimalkan potensi diri yang dimiliki bisa merubah hidup lebih baik. Peribahasa asal ada kemauan pasti ada jalan. Sangat berhasil diterapkan di Kampung Jodipan Malang. Sebuah kampung kumuh di bantaran Sungai Brantas berubah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kota Malang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.