Kampung Warna-warni di Pesisir Desa Avolua, Parigi Moutong

0
719
Salah satu rumah dengan dego-dego sebagai area merokok.

Mendengar nama kampung warna-warni, mungkin yang pertama kali terlintas di benak teman-teman adalah Kampung Jodipan di Malang atau Kalisari di Semarang. Ya, kedua tempat itu telah dikenal dengan deretan bangunan yang dicat aneka warna hingga indah dipandang mata.

Namun kali ini, kita tidak akan membahas Jodipan atau Kalisari. Kita akan berkelana jauh ke salah satu sudut Sulawesi Tengah yang memiliki kampung warna-warni di pesisir Teluk Tomini, lengkap dengan semilir angin pantai dan deburan ombak yang mampu melupakan mantan dan segala janji manisnya. Kampung warna-warna yang satu ini terletak di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Jarak dari kota Parigi ke Desa Avolua ± 20 kilometer yang dapat ditempuh selama 30 menit. Sedangkan dari Terminal Induk Toboli, Desa Avolua hanya berjarak ± 4 kilometer saja. Dekat bukan? Jika kamu kebetulan singgah di Toboli dan memiliki waktu luang, tak ada salahnya berkunjung sejenak ke kampung warna-warni Avolua.

Taman bermain ramah anak berlatar pantai dan pegunungan.

Kampung warna-warni Avolua sangat mudah ditemui karena hanya berjarak 100 meter ke arah timur dari jalan Trans Sulawesi. Tanyakan saja pada masyarakat setempat di mana letak perumahan nelayan atau kampung KB Ramah Anak.

Awalnya,  deretan rumah di pesisir dusun dua Desa Avolua ini merupakan perumahan nelayan. Oleh pemerintah, rumah nelayan yang dulunya biasa saja disulap menjadi Kampung Layak Anak, yang kemudian juga dikenal sebagai kampung warna-warni.

Memasuki kampung warna-warni Avolua, kita akan disuguhi pemandangan pantai, perahu yang tertambat,  deretan rumah panggung yang dicat aneka warna, serta anak-anak yang tengah bermain. Kampung ini memiliki taman bermain ramah anak lengkap dengan jungkat-jungkit, perosotan, serta ayunan. Sangat cocok dijadikan pilihan untuk wisata keluarga. Jomblo dilarang baper ya!

Tak jauh dari taman bermain ramah anak, terdapat lapangan voli yang ramai sejak sore hingga malam hari. Bagi kamu yang gemar bermain bola voli, sesekali datanglah menjajal lapangan voli di kampung warna-warni ini. Siapa tahu kamu bertemu lawan dan jodoh yang pas.

Kampung warna-warni Avolua.

Jika pemandangan di arah timur adalah pantai dan lautan luas, panorama di sebelah barat dari tempat ini menyajikan hijaunya pohon kelapa dan pegunungan yang begitu menggoda untuk ditaklukkan.

Menjelang sore, para nelayan akan turun melaut dan baru akan kembali ketika pagi tiba. Jika para lelaki pergi melaut, ibu-ibu di kampung ini memanfaatkan waktu dengan bercocok tanam dan membuat aneka kerajinan tangan. Hampir di semua pekarang rumah warga terdapat tanaman berupa sayuran maupun bunga yang ditata dengan rapi.

Lagi-lagi saya dibuat takjub akan keasrian kampung ini. Baru kali ini saya mendapati pemukiman padat penduduk yang begitu rapi dan bebas sampah. Agar sampah plastik tak terbuang ke laut maupun tempat pembuangan sampah, warga di kampung warna-warni ini menyulap gelas dan botol plastik bekas menjadi pot untuk tanaman.

Sebagai Kampung KB, hampir di setiap rumah terdapat tulisan SUNTIK, IMPLAN, PIL, dan berbagai alat kontrasepsi lain. Ini merupakan salah satu cara untuk mengingatkan warga akan program Keluarga Berencana ‘Dua Anak Lebih Baik’.

Salah satu rumah dengan dego-dego sebagai area merokok.

Ketika berjalan-jalan keliling kampung, saya menemui seorang pemuda yang tengah asyik membuat kursi dari bambu. Di daerah kami kursi seperti ini dikenal dengan sebutan dego-dego. Dego-dego yang satu ini berfungsi sebagai area merokok. Mengingat ini adalah kampung layak anak, maka dilarang keras merokok di dalam rumah.

Jika ada yang kurang dari kampung ini, barangkali itu adalah rumah makan seafood. Dengan keindahan pemandangan pantai, pegunungan dan keasrian yang disuguhkan, kampung ini layak dijadikan destinasi wisata.

Saya membayangkan para nelayan membawa ikan segar, lalu dimasak pada rumah warga yang bagian kolongnya merangkap sebagai rumah makan. Semoga khayalan ini dapat terwujud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.