Kalilembu: Jalur Landai untuk Pendakian Seindah Gunung Prau

0
215
Suasana sunrise camp yang mulai berkabut.

Gunung Prau merupakan salah satu gunung yang berada di Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Wonosobo. Gunung dengan ketinggian 2590 Mdpl ini terkenal dengan pemandangan sunrisenya yang sangat mengagumkan. Gunung Prau merupakan salah satu gunung yang sangat familiar dikalangan pendaki. Namun, apakah semua jalur-jalur pendakian di Gunung Prau juga sefamiliar gunungnya? Nampaknya tidak semua. Jalur pendakian Gunung Prau terbagi menjadi beberapa jalur, yaitu jalur Patak Banteng, Kalilembu, Wates, Dieng, dan Dwarawati.

Untuk jalur pertama, yaitu Patak Banteng, tentunya sudah tidak asing lagi bagi para pendaki. Jalur ini merupakan rute tercepat untuk mencapai sunrise camp, yaitu tempat yang selalu menjadi incaran para pendaki. Sedangkan untuk jalur kedua, nampaknya masih relatif asing dan sedikit yang mengetahui, yaitu Kalilembu.

Jalur Kalilembu merupakan salah satu jalur pendakian di Gunung Prau yang berada di Dusun Kalilembu, Dieng Wetan, Kejajar, Wonosobo. Jalur ini merupakan salah satu rute tercepat untuk mencapai puncak utama Gunung Prau, sama seperti Jalur Dieng, karena kedua jalur ini nantinya akan bertemu di persimpangan Pos 3. Namun berbeda dengan jalur Dieng yang tergolong lebih ramai, jalur Kalilembu masih cenderung sedikit diketahui khalayak pendaki. Padahal Kalilembu sebenarnya memiliki jalur yang landai dan terbilang cocok untuk para pendaki santai.

Gerbang Pendakian.

Untuk mencapai basecamp Kalilembu tidaklah sulit. Lokasinya yang tersedia di aplikasi peta dan akses jalan yang tidak terlalu jauh dari jalan utama memudahkan setiap pendaki untuk mencarinya. Basecamp Kalilembu tergolong bersih dan cukup luas. Tersedia fasilitas mushola, kamar mandi, dan dapur yang dapat dipakai oleh para pendaki.

Saya memulai pendakian pada pukul 10.00 WIB. Waktu yang sangat pas untuk mendaki karena cuaca belum terlalu terik dan udara masih terasa sejuk. Karena di jalur pendakian ini tidak terdapat sumber mata air, maka sebaiknya kita membawa minuman yang sekiranya sudah mencukupi untuk pendakian hingga pulang.

Basecamp – Pos 1

Gunung Prau merupakan gunung yang masih tergolong sedang ketinggiannya. Oleh karena itu, di sini tidak ada ojek gunung seperti di gunung tinggi lain. Di perjalanan kali ini masih melewati rumah-rumah penduduk, maka dari itu tetaplah jaga kesopanan layaknya tamu. Semakin ke atas, hamparan sawah dan ladang penduduk mulai nampak luas. Sesekali terlihat penduduk yang sedang menggarap ladangnya. Jalan pendakian masih landai, belum menanjak. Akan tetapi, lebar jalan yang lumayan sempit mengharuskan saya untuk selalu berhati-hati. Sebelum mencapai Pos 1, kita akan menemui sebuah gerbang pendakian via Kalilembu.

Pos 1 – Pos 2

Udara sejuk masih mengiringi setapak jejak menuju puncak. Vegetasi yang luas menambah hawa segar saat pendakian. Pepohonan tinggi besar masih lebat di sisi kanan dan kiri jalur. Jalan yang landai masih bisa dinikmati, meski sesekali ada beberapa titik yang menanjak. Tetapi tetap saja jalur landailah yang lebih banyak dirasakan.

Pos 2 – Pos 3

Kontur tanah yang lembab sedikit meringankan perjalanan. Tidak seperti tanah kering yang selalu menimbulkan debu-debu yang menyesakkan pernafasan. Menuju Pos 3, jalur pendakian mulai terasa sedikit menanjak. Meskipun menanjak, jalur ini sama sekali tidak curam. Sesekali saat keluar dari rimbunan hutan, kita dapat melihat suasana beberapa desa di Wonosobo.

Pemandangan dari jalur punggungan Gunung Prau.
Pos 3 – Puncak Gunung Prau

Mulai dari Pos 3, jalur pendakian akan sejalur dengan via Dieng. Perjalanan landai naik dan turun melewati punggungan Gunung Prau. Jika cuaca cerah, kita dapat melihat keindahan Kawah Sikidang dari ketinggian. Gunung Prau memiliki puncak yang datar dan cukup luas. Akan tetapi, para pendaki dilarang mendirikan camp di area puncak. Minimnya vegetasi di area ini dapat memicu terpaan angin kencang. Para pendaki lebih disarankan untuk mendirikan camp di area Telaga Wurung dan Sunrise Camp.

Untuk mencapai area Telaga Wurung, kita hanya perlu berjalan turun dari belakang plang puncak sejauh kurang lebih 100 m. Sedangkan untuk sampai di Sunrise Camp, kita harus berjalan menyusuri sabana di bawah Bukit Teletubbis kurang lebih 1 km. Meskipun agak jauh, pemandangan yang disajikan di Sunrise Camp tidak akan membuat siapapun kecewa. Nyatanya tempat ini memang selalu menjadi tujuan utama saat menyambangi Gunung Prau.

Tunggu apa lagi? Ayo coba jalur Kalilembu untuk ke Gunung Prau!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.