Journey Through The Wonderful Sumba

0
2640
Air terjun waimarang, salah satu air terjun yang wajib dikunjungi di sumba timur, terkenal dengan air nya yang berwarna hijau tosca

Pulau Sumba, salah satu pulau kecil di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas Wilayahnya 10.710 km2. Titik tertingginya Gunung Wanggameti. Pulau Sumba berbatasan dengan Sumbawa disebelah Barat Laut, Flores di Timur Laut, Timor disebelah Timur dan Australia disebelah Selatan dan Tenggara. Secara administratif termasuk di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Yang terdiri dari 4 Kabupaten yaitu Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Timur.

Kota terbesar di Pulau Sumba adalah Kota Waingapu di Sumba Timur. Di kota ini juga terdapat Bandar Udara Umbu Mehang Kunda dan Pelabuhan Laut yang menghubungkan Pulau Sumba dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia, seperti Pulau Sumbawa, Pulau Flores dan Pulau Timor.

Banyak destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berlibur di Pulau Sumba, antara lain : Pantai Mandorak, Danau Weekuri,  Pantai Pero, Pantai Kita, Bukit Wairinding, Bukit Tenau, Puru Kambera Savana, Pantai Puru Kambera, Air Terjun Tanggedu, Air Terjun Waimarang,  Air Terjun Lapopu, Pantai Bwana, Tanjung Mareha, Rumah Budaya Sumba, Bukit Persaudaraan, Air Terjun Matayangu, Pantai Marosi, Pantai Londa Lima, Pantai Nihiwatu, Pantai Watuparunu, Pantai Kerewei, dan Pantai Tarimbang.

Rumah adat sumba

Selain keindahan alamnya. Pulau Sumba juga terkenal dengan kampung-kampung adatnya, antara lain Kampung Adat Ratenggaro, Kampung Adat Prailiu, Kampung Tarung, dan Kampung Adat Praijing.  Terkenal dengan rumah adatnya yang disebut Uma Mbatangu atau rumah berpuncak dalam bahasa sumba. Puncak yang tinggi pada atap rumah adat sumba memiliki hubungan kuat dengan roh-roh atau marapu. Tanduk-tanduk kerbau dan tulang babi juga banyak digunakan sebagai penghias dinding, sebagai lambang status sosial.

Animisme sangat kuat dalam masyarakat sumba. Adat agama pun difokuskan pada marapu, yaitu roh-roh leluhur, tempat-tempat suci dan benda-benda pusaka.

Pantai walakiri, yang terkenal dengan gugusan pohon bakau nya yang lebih terkenal dengan nama dancing tree

Selain itu Sumba terkenal dengan kain tenunnya. Yang terbuat dari helaian-helaian benang dan dicelupkan dengan pewarna alami. Proses pembuatannya pun memakan waktu yang cukup lama. Dan satu helai kainpun biasanya dikerjakan oleh tiga sampai sepuluh orang. Ada yang mencari bahan, memintal benang, menenun dan membuat motif. Setiap kain tenun sumba memiliki cerita masing-masing. Ada yang bercerita tentang sejarah dan doa. Cerita tersebut dituangkan dalam kain dalam bentuk motif-motif. Seperti lukisan, setiap satu lembar kain tenun sumba menggambarkan kreatifitas, imaginasi dan suasana hati dari sang penenun.

Simbol Kuda, dalam budaya masyarakat sumba, kuda menggambarkan tentang kejantanan, keberanian, ketangkasan dan kepahlawanan. Merupakan simbol yang penting dalam adat perkawinan dan simbol kendaraan untuk orang mati dalam adat kematian.

Simbol ayam, melambangkan kesadaran, kejantanan, tanda kehidupan dan pemimpin yang bersifat melindungi.

Simbol Kakaktua, melambangkan persatuan dan kesatuan, mencerminkan bahwa dalam jiwa orang sumba dalam pengambilan keputusan selalu melalui jalan musyawarah untuk mufakat.

Simbol Manusia atau tau, motif ini berfungsi sebagai penolak kejahatan dan mengandung makna kesaktian. Jika motif manusia telanjang melambangkan tentang kepolosan, kesendirian ketakutan dan kemiskinan.

Motif buaya dan kura-kura melambangkan kesaktian, kebesaran dan pengaruh.

Selain itu Masyarakat Pulau Sumba, memiliki beragam tradisi-tradisi yang menjadi daya tarik pariwisata yang mengundang wisatawan. Diantara nya adalah:

Tradisi Belis, yang merupakan tradisi seserahan dalam pernikahan masyarakat sumba. Pria yang ingin meminang wanita sumba wajib memberikan sejumlah hewan ternak sebagai seserahan, mulai dari kerbau, sapi, babi hingga kuda sandalwood. Jumlah hewan yang dijadikan syarat pernikahan ditentukan oleh keluarga calon mempelai wanita, sehingga keluarga calon mempelai pria harus memenuhinya. Semakin terpandang keluarga calon mempelai wanita, semakin banyak hewan yang harus diberikan.

Tradisi Pasola, Atraksi kuda pasola adalah tradisi saling serang antar kampung. Pemuda naik ke atas kuda sambil saling melempar lembing atau menghunuskan parang (katapo). Tradisi ini hingga saat iki masih digelar setiap tahun di sejumlah desa adat yang masih kental dengan kepercayaan marapu.

Tradisi Kubur Batu, tradisi ini berkaitan dengan prosesi kematian di masyarakat sumba, penguburan dengan cara jasad diletakkan dengan cara meringkuk seperti bayi yang berada dalam janin, sebelum dimakamkan di dalam kubur batu.

Katopo, adalah parang berukuran 50 sampai dengan 70 centimeter yang selalu dibawa oleh para laki-laki masyarakat sumba sebagai aksesoris yang diselipkan dalam kain yang melilit di pinggang. Bagi kaum pria sumba, katopo adalah simbol kejantanan.

Jadi tidak salah memilih Pulau Sumba sebagai tujuan travelling selanjutnya. Alam, tradisi dan kekayaan budayanya sangat menakjubkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.