Jelajah Sejarah di Monumen Bajra Sandhi

0
195
nampak gagah bangunan tampak jauh.

Banyak orang terutama para wisatawan tertarik dengan destinasi di Bali. Pesona alam di Bali memang menyajikan nilai tersendiri dan dengan didominasi ornamen serta kultur hangat Bali. Pada hakikatnya memang begitu, Bali dengan kental menyematkan ciri khasnya mulai dari pakaian, ucapan, maupun bangunan bersejarahnya. Dengan pulau yang berbentuk seperti ayam bertelur ini memang tak asing ketika berbicara mengenai destinasi. Namun destinasi satu ini selain menyajikan keindahan panorama, juga memuat sejarah masyarakat Bali sendiri kala perjuangan melawan penjajahan.

Sebut saja Monumen Perjuangan Rakyat Bali atau sering dikenal dengan Monumen Bajra Sandhi. Monumen ini pasti tak asing bagi para wisatawan domestik maupun asing. Keserasian budaya lokal Bali kuno atau Hindu dengan Jawa kuno Majapahit membentuk  coraknya tersendiri yang diwarisi hingga saat ini. Letak monumen tersebut sangat strategis, sebab berada persis di depan Kantor Gubernur Bali, atau tepatnya di Lapangan Renon Nitimandala. Pengamat sejarah tentu senang mengetahui cikal bakal monumen yang dibangun dengan bentuk yang simetris ini.

pemandangan dari dalam monumen.

Monumen Bajra Sandhi menapilkan arsitektur bangunan yang sangat kental dengan kultur Bali, dan dengan bentuk bangunan menjulang tinggi. Cikal bakal dibangunnya monumen ini berawal dari ide seorang Gubernur Bali kala itu yang bernama Dr. Ida Bagus Mantra di mana beliau akan membangun monumen serta museum perjuangan rakyat di Bali. Kemudian diadakan sayembara atau ajang desain monumen yang pantas bagi pemetaan dan kelola ruangan. Salah seorang mahasiswa bernama Ida Bagus Yadnya memenangkan sayembara tersebut yang merupakan salah satu mahasiswa arsitek Universitas Udayana. Kemudian seiring berjalannya waktu, pada tahun 1988, pemetaan dan peletakan batu pertama dilakukan. Sampai 13 tahun berjalan, pada tahun 2001 bangunan monumen selasai dikerjakan dengan tampilan yang sangat megah. Dan pada tahun 2002 pengisian diorama dan penataan lingkungan sekitar pun digalakkan. Sewaktu itu ibu Megawati Soekarno Putri menjabat sebagai Presiden RI dan kemudian beliau meresmikan monumen ini pada bulan Juni tahun 2003.

Tempat ini merupakan awal mula perjuangan rakyat Bali melawan penjajah atau sering kali disebut dengan Perang Puputan, yang dberarti perang habis-habisan demi kehormatan tanah air. Perang ini meliputi semua warga dan semua kasta sebagai bentuk perlawanan. Perang Puputan terjadi sampai lima kali. Dengan puncak konflik pada November 1946, pasukan yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai memiliki julukan untuk pasukannya yakni pasukan Ciung Wanara. Dikerahkanlah seluruh pasukannya untuk melawan penjajah kolonial yang jumlahnya tidak sebanding tersebut. Alhasil I Gusti Ngurah Rai mengeluarkan amanat dan intruksi kepada pasukannya untuk puputan. I Gusti Ngurah Rai pun gugur dalam Perang Puputan ini.

denah bangunan monumen yang simetris.

Dibangunlah Tugu Pahlawan Pujaan Bangsa untuk mengenang Perang Puputan tersebut. Dengan dibangunnya Monumen Bajra Sandhi, tujuannya untuk menghormati jasa para pahlawan serta menjadi lambang penghormatan perjuangan rakyat Bali. Dapat juga ditunjukkan untuk rakyat Indonesia, melalui pengetahuan mengenati cikal bakal dan latar belakang peristiwa perjuangan yang terjadi, seperti halnya Perang Puputan. Dengan adanya diorama di dalam Monumen Bajra Sandhi, kita bisa belajar sejarah yang lebih mudah dicerna dan tidak membosankan.

Selain dilihat dari sisi simbol kemerdekaan, monumen ini juga mengandung nilai bagi pemeluk agama Hindu Bali. Arsitekturnya kental akan filosofi agama Hindu Bali dan mengandung beberapa makna dalam aspek keagamaan. Elemen-elemen ini dikombinasikan dan digabungkan dengan ciri khas Bali, seperti kolam yang mengelilingi monumen, ekor Naga Basuki, dan badan Bedawang Akupa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.