Jalan-Jalan Sambil Belajar Sejarah Sunda Di Museum Prabu Geusan Ulun

0
266
Gedung Pustaka Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang.

Masa liburan telah tiba, banyak objek wisata yang sering dikunjungi seperti tempat-tempat yang memiliki spot berfoto instagramable. Namun dibalik semua itu ada yang lebih bermanfaat untuk mengisi waktu liburan, yaitu liburan ke museum. Liburan ke museum akan membukakan kita pada pengetahuan sejarah masa lampau. Berlibur sambil belajar itu merupakan sesuatu yang menyenangkan. Apabila kita di sekolah hanya diajarkan tentang teori-teori atau pengetahuan secara tertulis yang kemudian dijelaskan oleh guru atau bahkan divisualisasikan dengan gambar tentang sejarah bangsa, di museum kita bisa melihat dengan langsung barang-barang, dokumen-dokumen dan lain sebagainya yang merupakan peninggalan sejarah peradaban bangsa.

Di Sumedang ada museum yang menyimpan koleksi peninggalan sejarah baik dari segi kasundaan maupun peninggalan bupati-bupati Sumedang, museum ini dikenal dengan nama Museum Prabu Geusan Ulun. Lokasinya sangat strategis, karena berdekatan dengan Alun-Alun Sumedang, Mesjid Agung Sumedang, dan Gedung Negara, atau memang pas sekali lokasinya berada di pusat kota. Apabila dari arah Bandung dari bundaran Mahkota Binokasih tinggal lurus saja di sebelah kiri tentunya berada tepat di samping gedung negara Museum Prabu Geusan Ulun ini berada.

Terkait Mahkota Binokasih yang dijadikan ikon bunderan baru-baru ini adalah salah satu koleksi yang ada di Museum Sumedang. Mahkota Binokasih ini tentunya bukan mahkota biasa, Mahkota Binokasih ini merupakan mahkota yang dipakai oleh raja-raja sunda dan menjadi benda pusaka kerajaan hingga Kerajaan Sunda runtuh, saat burak Pajajaran, mahkota ini dibawa ke Kerajaan Sumedang Larang dan diserahkan pada Prabu Geusan Ulun dengan harapan dapat menggantikan dan melanjutkan keberadaan dan kejayaan Kerajaan Sunda.

Gamelan di Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang.

Bukan hanya Mahkota Binokasih yang ada di Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang, tapi juga banyak benda-benda pusaka lainnya. Mulai dari senjata hingga alat musik ada di Museum Prabu Geusan Ulun ini. Memang koleksi yang paling menarik yang saya suka adalah di Gedung Pusaka, terdapat banyak koleksi selain Mahkota Binokasi juga ada koleksi senjata-senjata yang dipakai pada masa Kerajaan Sunda. Koleksi yang menarik ada 7 senjata pusaka peninggalan Kerajaan Sumedang Larang diantaranya adalah Pedang Ki Mastak peninggalan Prabu Tajimalela pendiri Kerajaan Sumedang Larang berpusat di Cihideung, Lembur Situ Kecamatan Darmaraja.

Keris Ki Dukun milik Prabu Gajah Agung beliau adalah putra Prabu Tadjimalela. Keris Panunggul Naga peninggalan Prabu Geusan Ulun. Duhung / Badik Curuk Aul milik Sanghyang Hawu atau lebih dikenal dengan Jaya Perkasa. Keris Nagasasra milik Pangeran Rangga Gempol III, Bupati Sumedang dari tahun 1656 – 1706. Keris Nagasasra peninggalan dari R.A.A Surianagara Kusumadinata, Bupati Sumedang dari tahun 1791 – 1898, keris inilah yang dibawa dan digenggam sewaktu berhadapan dengan Gubernur Jendral Herman Willem Daendels dalam peristiwa Cicadas – Pangeran. Foto-foto koleksi sengaja tidak ditampilkan, karena mengingat ada larangan memotret di bagian dalam jadi hanya saya tampilkan keadaan dari luar Museum Prabu Geusan Ulun ini. Semoga ini juga memberikan efek penasaran agar datang langsung ke lokasi Museum Prabu Geusan Ulun.

Meriam di Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang.

Museum Prabu Geusan Ulun juga ada koleksi-koleksi kereta yang dipakai pada saat masa kerajaan namun memang berdasarkan pemaparan yang saya tanyakan ke orang museum yang mengantar saya, kereta yang ditampilkan memang berupa replika kereta dari yang aslinya. Masih banyak memang gedung-gedung dengan koleksi yang sangat menarik dan tentunya membuat kita penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang sejarah Kerajaan Sunda.

Ada yang menarik sebenarnya, sebelumnya saya pernah mengunjungi Museum Prabu Geusan Ulun ini beberapa tahun ke belakang, tapi ada perbedaan dengan baru-baru ini di Museum Prabu Geusan Ulun ini. Perbedaannya adalah ada ruangan yang tidak boleh dilewati, dulunya memang ruangan ini boleh dilalui oleh pengunjung, alasannnya ruangan tersebut tidak boleh dilewati karena ruangan tersebut telah menjadi Ruangan Keraton Sumedang yang tentunya pengunjung dilarang masuk ke dalamnya.

Berkunjung ke Museum tentunya menyenangkan, karena kita bisa melihat secara langsung peninggalan sejarah dari masa-masa kerajaan dan perlu diingat apabila kita berkunjung ke museum. Kita harus mentaati semua peraturan yang ada di museum tersebut, terutama larangan yang berhubungan langsung dengan kondisi peninggalan yang ada di museum. Apabila ada larangan jangan sentuh atau mengambil foto cobalah untuk mentaati karena itu semua untuk kebaikan kita semua agar barang-barang peningggalan itu terjaga aman di museum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.