Wisata Kota Tua Jakarta

Kota Tua atau yang biasa disebut (kotu) oleh kebanyakan masyarakat indonesia ini, memiliki banyak bangunan kuno dari peninggalan sejarah penjajahan Belanda sekitar abad ke 16 tahun yang lalu.

Kota Tua bisa juga dikatakan sebagai Batavia lama karena bangunannya yang kuno dan tua itulah yang membuat batavia lama ini menjadi tempat wisata mancenegara di Jakarta. Awal berdirinya Kota Tua ini ketika Jakarta masih barupa dermaga kecil di muara kali Ciliwung pada abad ke 16 silam, bahkan di Eropa kota tua ini sudah terpajang sebagai destinasi prawisata kalau datang ke Indonesia terutama jakarta.

Berada di dalam museum di Kota Tua Jakarta
Berada di dalam museum di Kota Tua Jakarta.

Wisata Kota Tua ini terletak di antara Kotamadya Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang letaknya tidak jauh dari stasiun kota. Wisata ini memiliki dua museum peninggalan sejarah ada Museum Fatahillah dan Museum Wayang yang letak keduanya tidak berjauhan, biasanya museum ini sangat ramai ketika datangnya para pengunjung atau rombongan dari sekolah-sekolah, daerah, atau bahkan negara-negara yang bersinggah ke Kota Tua tersebut.

Berfoto di Kedai seni "Djakarte"
Berfoto di Kedai seni “Djakarte”.

Di hari biasa Kota Tua tetap ramai oleh para pengunjung walaupun tidak seramai hari libur. Di sana bahkan juga banyak kedai-kedai atau cafe-cafe kuno di area Kota Tua dan juga pedagang kaki lima di sekitar jalanan Kota Tua tersebut. Ciri khas pengunjung terhadap Kota Tua itu adalah sepeda berwarna warni dan manusia batunya.

Manusia batu di Kota Tua Jakarta
Manusia batu di Kota Tua Jakarta menjadi objek foto saat berkunjung.

Membahas manusia batu di Kota Tua adalah suatu keunikan yang ada di wisata¬† tersebut.¬† Manusia batu di Kota Tua itu sungguh luar biasa mereka sangat bersemangat dalam menjalankan pekerjaan tersebut sebagai sosok batu yang menyerupai pahlawan-pahlawan indonesia itu sendiri. Orang yang dikenal manusia batu ini juga tidak memiliki suka duka dalam menjalankan perkerjaannya sebagai manusia batu, justru mereka sangat senang dan menyukai pekerjaan ini, karena manusia batu ini Kota Tua terlihat menjadi lebih hidup dan para pengunjung pun beranggapan positif kepada mereka dan selalu berkata “ini keren” sehingga akhirnya para pengunjung banyak berfoto dengan manusia batu yang bersosok pahlawan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.