Jalan-jalan ke Museum Bank Indonesia

0
880
Museum Bank Indonesia.

Museum adalah tempat yang tepat untuk orang-orang yang mau belajar sejarah, sekedar melihat-lihat peninggalan dari waktu lampau, atau pun hanya ingin berkunjung untuk menghabiskan waktu bersama orang terdekat.

Di Jakarta, ada beberapa museum yang bisa dijadikan tempat wisata. Sekedar berkunjung di akhir minggu, meluangkan waktu bersama orang terkasih, ternyata mall bukan tujuan satu-satunya, loh.

Museum Bank Indonesia adalah salah satu museum paling besar dan wajib kamu kunjungi jika ingin berwisata di Ibu Kota Jakarta. Letaknya di Jakarta Barat, tepatnya di Kecamatan Taman Sari. Museum ini buka setiap hari, mulai hari Senin – Minggu. Untuk weekdays, Museum Bank Indonesia atau yang disingkat menjadi Museum BI, buka dari jam 08:00  – 15:30. Sedangkan pada weekend, Museum BI buka dari 08:00 – 16:00.

Uang Zaman Dulu.

Tidak perlu khawatir dengan tempat parkir yang mungkin travelovers bayangkan penuh di sekitar Kota Tua, Museum BI memiliki tempat parkir untuk mobil dan motor yang cukup luas. Dan yang menariknya, parkir tidak dipungut biaya, loh!

Tiket masuknya pun sangat murah, cukup dengan Rp. 5.000 per orang, pengunjung bisa sepuasnya berkeliling di dalam Museum BI. Sangat menarik, kan?

Jalan-jalan ke Museum Bank Indonesia.

Saya tiba di Museum BI sekitar pukul 12:30. Dari luar, saya sudah bisa melihat keindahan eksterior gedung tersebut yang masih terjaga estetika dan keasliannya. Ketika masuk ke gedung megah tersebut, pengunjung diminta untuk membeli tiket dan menitipkan barang bawaannya. Barang yang boleh dibawa hanya dompet, telepon genggam, dan kamera.

Dulunya, Museum BI ini adalah gedung De Javasche Bank yang pertama kali dibangun pada tahun 1828. Seiring berjalannya waktu, gedung ini dijadikan gedung Bank Indonesia yang kemudian baru dijadikan museum seperti sekarang ini.

Dengan gaya arsitektur neo-klasikal dengan perpaduan lokal, museum nan megah ini menjadi salah satu favorit turis lokal ataupun turis asing. Di Museum BI, saya membaca beberapa informasi yang disajikan, salah satu yang paling saya ingat adalah mengenai peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa dimulai sejak zaman penjajahan Portugis dan Belanda, hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953.

Transformasi Logo Bank Indonesia.

Penyajian informasi dikemas dengan sangat menarik dan tidak membosankan, membuat saya selalu ingin menikmati dan mengambil foto di setiap sudutnya. Tidak hanya bacaan, namun terdapat juga visualisasi yang menarik dan tidak monoton. Selain itu, ada beberapa patung lilin yang mengilustrasikan apa yang terjadi pada saat itu di tempat tertentu.

Bagian yang paling saya sukai adalah adanya ruangan yang menampilkan berbagai macam uang dari zaman Kerajaan Nusantara hingga masa kini. Ada juga uang dari berbagai negara di dunia, bahkan dari seluruh dunia.

Selain mengenai Bank Indonesia secara khusus, di museum ini juga diberi tahu mengenai informasi seputar arsitektur gedung tersebut. Apa maksud dari ornamen yang dibuat bahkan lebih dari 100 tahun silam.

Patung Lilin di Museum Bank Indonesia.

Museum Bank Indonesia memiliki halaman yang sangat indah apalagi jika dilihat dari lantai 2. Banyak wisatawan yang senang mengambil foto-foto di sana karena begitu kagum dengan arsitektur gedung tersebut, termasuk saya. Tentu saja arsitekturnya sangat menarik karena gedung yang dibangun sejak 1828 tersebut selalu dijaga dengan baik.

Jalan-jalan ke Museum Bank Indonesia bukan hanya menyenangkan, tapi juga mengedukasi diri saya pribadi mengenai Bank Indonesia, keuangan di Indonesia, bahkan keunikan arsitektur yang ada di gedung ini. Yuk, mampir ke Museum Bank Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.