Jalan-Jalan ke Goa Pawon dan Bertemu Manusia Prasejarah

0
314

Jawa Barat memang tak ada habisnya untuk dijelajahi. Kekayaan alam di Tanah Priangan ini selalu jadi pilihan traveling yang menarik saat liburan. Di bagian barat Kota Bandung, tepatnya di antara hamparan formasi pegunungan batu kapur Padalarang, terdapat sebuah situs bersejarah yang layak untuk dikunjungi. Lokasi tersebut dikenal dengan Goa Pawon, yakni sebuah ceruk di dinding gunung kapur Citatah yang menjadi peninggalan manusia prasejarah.

Untuk menuju lokasi ini, kita dapat menggunakan kendaraan umum seperti bus dan kereta api. Jika berangkat dari Bandung, kita bisa menggunakan bus Damri jurusan Ciburuy dari Halte Alun-Alun Bandung. Sesampainya di Terminal Ciburuy, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menggunakan angkot jurusan Padalarang – Rajamandala. Lalu turun di lokasi yang ditandai dengan gapura bertuliskan “Goa Pawon” di sisi kanan jalan dari laju angkot. Setelah itu kita perlu jalan menyusuri permukiman warga melalui akses tersebut.

Jika ingin menggunakan kereta api, kita bisa mengaksesnya dari pintu selatan Stasiun Kota Bandung. Kemudian membeli tiket untuk kereta KRD rute Cicalengka – Padalarang. Sesampainya di Stasiun Padalarang, kita harus melanjutkan perjalanan dengan angkot jurusan Padalarang – Rajamandala.

Terdapat dua akses untuk menuju Goa Pawon. Yang pertama melewati permukiman warga, dan yang kedua masuk dari area Geopark Stone Garden. Untuk melalui akses permukiman warga, kita perlu berjalan kaki dari gapura di pinggir jalan hingga penemukan area wisata Goa Pawon. Sedangkan jika melalui area Geopark Stone Garden, kita perlu menyusuri jalan setapak menurun sampai memasuki area wisata Goa Pawon.

Tiket masuk ke dalam area wisata Goa Pawon dikenakan biaya Rp 5.000. Setibanya di area tersebut, kita akan disambut oleh monyet-monyet ekor panjang yang hidup di habitat Goa Pawon. Aroma lembap pun mulai tercium ketika kita mendekati mulut goa. Ketinggian mulut goa mencapai 13 meter dan lebar 4,5 meter. Memasuki area utama goa, udara lebih dingin dan kelembapan semakin terasa. Kita harus memperhatikan langkah karena kondisi ruangannya sangat licin. Di ruangan ini pun terdapat koloni kelelawar yang jumlahnya bisa mencapai ratusan. Kelelawar-kelelawar tersebut beterbangan di langit-langit goa menambah suasana menjadi semakin majestic!

Bagian Ruang Utama Goa Pawon

Beranjak ke bagian lainnya, kita akan menemukan sebuah lorong sepanjang 15 meter. Ruangan lorong ini disinyalir menjadi tempat bertapa. Pintu masuk lorong ini berukuran 2 x 5 meter dengan menghadap ke arah utara. Tak jauh dari situ, ada sebuah ruangan yang posisinya lebih rendah. Di ruangan ini udara menjadi lebih sejuk dibandingkan dengan di bagian dalam goa. Hembusan angin sangat terasa dan sirkulasi udara menjadi lebih baik.

Bagian Goa yang Menghadap Utara

Di dekat lorong, terdapat sebuah ruangan dengan mulut goa yang menghadap utara. Di ruangan inilah kita dapat menemukan penggalian kerangka manusia prasejarah di bagian dasar ruangan. Kepingan tulang vertebrata tersebut disusun di dalam lubang berukuran 2 x 2 meter dengan kedalaman 140 cm.

Berdasarkan penelitian dari Balai Arkeologi Bandung, ciri fisik kerangka manusia prasejarah Goa Pawon yang ditemukan ini masuk ke dalam kategori ras Mongoloid. Setelah melalui analisa unsur karbon (carbon dating), usia manusia prasejarah tersebut diperkirakan hidup dalam rentang waktu 5.600 – 9.500 tahun yang lalu. Para peneliti berbasis ilmu kebumian meyakini bahwa goa purba ini dihuni oleh manusia prasejarah, dan digunakan sebagai tempat tinggal, memasak, serta pemakaman. Letak goa ini diasumsikan berada di tepi Danau Bandung Purba.

Selain kerangka manusia prasejarah, di area Goa Pawon juga ditemukan berbagai artefak purba yang terbuat dari bahan obsidian dan andesit, seperti anak panah, penyerut, pisau, dan batu asah yang berasal dari zaman Praneolitikum. Pada zaman tersebut, manusia mulai hidup menetap di goa-goa dan ceruk perbukitan.

Lubang Galian Kerangka Manusia Purba

Setelah puas melihat-lihat isi Goa Pawon, kita dapat bersantai di sebuah gazebo yang cukup besar di dekat pintu masuk. Di gazebo ini terdapat sebuah maket yang menggambarkan area pegunungan kapur Citatah. Jika ingin membeli kudapan ringan, kita bisa mendapatkannya di warung warga yang terletak tidak jauh dari gazebo.

Nah, menjelajahi panorama alam dan mengenal sejarah di negeri ini dapat menjadi pilihan traveling yang menyenangkan. Jalan-jalan ke Goa Pawon pun merupakan wisata edukatif yang bisa kamu lakukan bersama teman atau keluarga. Selamat liburan!

Penulis: Audya Amalia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.