Jalan-jalan di Jembatan Merah Membelah Mangrove Kabupaten Rembang

0
377
Gazeboo di Mangrove Jembatan Merah Pasarbanggi, Rembang yang menghadap ke laut.

Berwisata ke pantai merupakan salah satu alternatif liburan untuk mengisi akhir pekan bagi sebagian orang. Bermain pasir, menikmati kelapa muda, dan menikmati matahari tenggelam menjadi kegiatan yang bisa dipilih untuk bersantai sejenak. Dengan garis pantai yang panjang, Pulau Jawa menyediakan beragam pantai yang bisa dieksplorasi keindahannya, baik di pantai bagian utara maupun selatan pulau. Namun tak hanya pasir dan kelapa muda yang tersedia di ujung utara pulau, ada pula hutan bakau yang tak kalah serunya untuk dijelajahi.

Pantai utara di Pulau Jawa memiliki beberapa hutan bakau hasil rehabilitasi di sepanjang garis pantainya, tak terkecuali di Kabupaten Rembang. Kabupaten yang terletak di bagian paling timur Provinsi Jawa Tengah ini memiliki hutan bakau yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Kawasan Konservasi Mangrove Pasarbanggi.

Jembatan Merah yang membelah rimbunan bakau di Mangrove Jembatan Merah Pasarbanggi.

Kawasan mangrove atau bakau ini baru mulai dikembangkan pada awal tahun 2017 untuk dijadikan sebagai kawasan wisata. Lokasi Mangrove Pasarbanggi sendiri berdekatan dengan Jalur Pantai Utara sehingga aksesnya terbilang mudah dari jalan utama. Pengunjung bisa memarkirkan motornya tak jauh dari tikungan yang mengarah ke kawasan ini. Pengunjung hanya perlu berjalan beberapa meter untuk mencapai pintu masuk Mangrove Pasarbanggi dari tempat parkir. Di sekitar pintu masuk kawasan terdapat warung-warung kecil yang menjual makanan ringan serta minuman, tak jarang para penjual juga menjajakan kelapa muda yang segar untuk diminum.

Memasuki kawasan Mangrove Pasarbanggi, ada jembatan yang membelah rapatan pohon bakau. Jembatan ini berwarna merah menyala sehingga disebut pula Jembatan Merah Pasarbanggi. Jembatan Merah Pasarbanggi memiliki panjang sekitar 150 meter dari pintu masuknya. Jembatan ini memiliki beberapa percabangan yang di ujung cabangnya terdapat spot untuk duduk santai dan berfoto-foto.

Tak hanya itu, terdapat gazebo yang dapat kita jumpai bila berjalan ke arah ujung jembatan yang berbatasan langsung dengan laut. Bagian ujung dari jembatan lebih terbuka dibanding saat pertama kali masuk. Bagian ujung jembatan ditanami bakau-bakau muda yang tidak seberapa tinggi sehingga memungkinkan kita untuk melihat pemandangan lebih luas.

Berfoto di gazeboo sambil menunggu matahari terbenam.

Saat sore hari, pemandangan matahari tenggelam di langit barat dari ujung jembatan sangat indah untuk dinikmati. Semilir angin membawa aroma air asin yang khas dapat menjadi relaksasi tersendiri. Cahaya keemasan memantul dengan sempurna ke permukaan air laut yang bergelombang.

Bila air laut sedang surut, pengunjung dapat turun dari gazebo dan berjalan-jalan di area pasang-surut dan menjelejah ke bagian timur untuk menikmati pasir pantai. Namun pengunjung harus waspada saat melangkah karena akar-akar mangrove yang mencuat dari tanah dapat melukai kaki.

Mangrove merupakan salah satu ekosistem yang bermanfaat bagi lingkungan, mulai dari menyediakan oksigen untuk bernapas, menyerap polusi kendaraan, tempat hidup beragam satwa, dan lainnya. Saat ini, banyak kawasan mangrove yang mulai dikembangkan menjadi ekowisata untuk mengedukasi pentingnya mangrove bagi kehidupan. Namun di sisi lain, kerusakan mangrove tidak terelakan dengan adanya tambak-tambak di pesisir pantai. Semoga dengan semakin berkembangnya wisata dengan memanfaatkan kawasan mangrove dapat menyadarkan masyarakat mengenai fungsi tanaman tersebut.

Kawasan Hutan Mangrove Pasarbanggi buka mulai pukul 6 pagi sampai setengah 6 sore. Untuk masuk ke kawasan ini tidak dipungut biaya. Pengunjung hanya perlu membayar parkir kendaraan bermotor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.