Jakarta Punya Hutan di Muara Angke

0
549
Pohon bakau yang ditanam oleh pengunjung.

Siapa pun yang mendengar kata Jakarta pasti mengira bahwa Jakarta adalah kota yang panas dan tidak ada kehijauan yang menghiasinya. Sepertinya mulai sekarang, jika kalian mendengar tentang isu itu, tidak perlu dihiraukan ya. Pasalnya, Jakarta punya hutan loh! Namanya Hutan Mangrove. Hutan itu terletak di Penjaringan, Jakarta Utara. Dijamin, setelah main ke sini, kalian bisa menghirup banyak oksigen segar yang jarang kalian dapatkan di kota.

Hutan Mangrove di Jakarta Utara itu merupakan satu di antara tiga kawasan konservasi yang ada di Penjaringan. Kawasan konservasi lainnya adalah Suaka Margasatwa Muara Angke (khusus untuk penelitian) dan Kawasan Ekowisata Mangrove Education Center (dikelola oleh Pemerintahan DKI Jakarta). Nah, hutan mangrove yang akan kalian datangi itu letaknya di Kawasan konservasi ketiga yang bernama Taman Wisata Alam Mangrove Angke. Hutan mangrove di sini menyediakan banyak spot buat kalian untuk bisa hunting banyak foto cantik nan instagramable. Sebenarnya, ada satu lagi hutan mangrove yang terletak di Jalan Pantai Indah Utara I. Bahkan, tidak ada biaya tiket masuk alias gratis. Sayangnya, kurang cantik, sempit, dan sedikit kotor.

Payung-payung bergelantungan di atas pohon semakin menambah cantik.

Jadi, saya menyarankan kalian untuk datang ke hutan mangrove satunya yang terletak di Taman Wisata Alam Mangove Angke. Kalian akan dimanjakan dengan banyaknya spot foto hingga kalian akan berujar, “Sehari sepertinya tidak cukup untuk mengeksplore nih hutan”. Oleh karena itu, hutan ini sering dijadikan sebagai lokasi pengambilan foto prewed atau syuting video prewed.

Spot foto yang bisa dijajal banyak sekali. Sebelum masuk ke dalam, ada pohon-pohon yang dihias dengan payung. Itu pun kalian harus antre untuk mengambil foto. Selain itu, kalian bisa berfoto di lorong jalan sepanjang hutan yang dikelilingi tumbuhan bakau. Pondok penginapan juga menarik untuk dijadikan spot foto. Baik secara keseluruhan maupun di pintu penginapannya. Latar belakang pohon bakau, jembatan, dan air yang menggenang menjadikan spot ini ramai dikunjungi. Memang benar-benar bagus!

pintu masuk.

Untuk masuk ke sini, kalian akan dikenai biaya Rp 25.000. Meskipun banyak spot foto menarik, kalian hanya diperbolehkan memotret dengan kamera HP. Kalian dilarang memotret dengan kamera digital, DSLR, atau yang sejenis. Jika kalian sengaja melakukan, kalian akan dikenai sanksi berupa denda uang. Jumlahnya cukup membuat kalian berpikir dua kali untuk membawanya secara sembunyi-sembunyi, yakni sebesar Rp 1.000.000.

Selain berfoto, kalian juga bisa menjajal wisata air yang disediakan di sana. Kalian bisa menyewa perahu dengan membayar Rp 250.000 untuk 6 orang. Ada juga kano dan sepeda air yang bisa disewa seharga Rp 100.000 untuk durasi pemakaian selama 45 menit. Seru bukan? Agendakan ke sini, yuk! Jam bukanya mulai pukul 07.00—18.00.

Salah Satu Spot Foto yang Banyak Diminati.

Transportasi yang bisa digunakan untuk sampai ke sini beragam tergantung budget yang kalian miliki. Jika kalian ramai-ramai, misalnya berempat, saya sarankan untuk menggunakan jasa transportasi online setelah turun di Stasiun Jakarta Kota. Kalian bisa patungan membayar ongkosnya karena biayanya lumayan tinggi hingga mencapai Rp 55.000 untuk sekali jalan. Nah, jika kalian sendiri atau hanya berdua, kalian bisa menyambung dari Stasiun Jakarta Kota ke Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) tujuan Pantai Indah Kapuk (PIK), lalu turun di Yayasan Budha Tzu Chi. Setelahnya, kalian bisa naik angkot menuju lokasi wisata. Dengan tranportasi terakhir, dana yang dihabiskan total Rp 6.000/orang sekali jalan. Jika dijumlahkan, kalian hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 37.000. Sungguh merupakan destinasi wisata yang ekonomis, tetapi fotonya berkelas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.