Intip Sumber Hidangan Bandung, Surga Pastry Legendaris Sejak 1929

0
580
Interior yang Dibiarkan Khas Zaman Kolonial.

Jalan-jalan ke Kota Bandung gak akan lengkap kalau Travelovers belum pernah ke area Jalan Braga-nya. Kawasan Jalan Braga Bandung disebut-sebut abbey road-nya Indonesia loh Travelovers! Entah itu sekedar jalan-jalan ataupun berwafoto ria, hukumnya wajib banget mampir ke Braga kalau sedang melancong ke Bandung.

Tentu saja Jalan Braga ini sangat ikonik karena menjadi saksi sejarah besar ibukota Jawa Barat ini, sudah sejak dulu Jalan Braga menjadi pusat pertokoan di Bandung yang menjadi pilihan menarik untuk jalan-jalan. Selain instagenik karena banyak jejeran toko dengan arsitektur khas Belanda, banyak ragam kuliner juga yang bisa Travelovers jajal.

Salah satu kedai yang tempo hari saya kunjungi adalah Kedai Sumber Hidangan, dari depan sih tampak tidak seperti kedai karena tidak ada plang nama kedainya. Lokasinya di antara jajaran-jajaran penjual lukisan. Kalau kesusahan, Travelovers bisa menggunakan maps agar tidak tersesat.

Menu dan Foto Kedai Sumber Hidangan di Masa Lalu.

Memasuki area Sumber hidangan, Travelovers akan disuguhi interior khas jaman dahulu. Bukan khas sih, sepertinya memang dipertahankan seperti itu. Selain itu perabotan seperti peralatan membuat kue sampai etalase juga masih utuh seperti dulu terpajang di kedai ini. Meja dan kursi juga vintage banget, meskipun banyak etalase kosong yang sudah tidak terpakai.

Hmm.. menarik banget tempatnya!

Kedai ini menurut saya relatif luas, terbagi atas dua bagian kanan dan kiri. Sebelah kanan jajaran meja dan kursi serta kasir, sedangkan di sebelah kiri ada jajaran kue-kue kering sampai pastry. Kue dan pastry di sini menunya beragam dan tentunya ga ada di kebanyakan toko kue karena merupakan menu dari zaman dulu yang mana masa kejayaan kolonial. Sehingga kue-kue di sini ada kue lokal Indonesia dan kue luar negeri.

Contoh menu pastry dan kue-kuenya ada bokkepoot, chocolade rotsjes, liqeur bonbon, chocolade figuur, amandel brood, boterbrood, letterbanket, palmsuiker, zwieback, roti buaya, roti kura-kura, amsterdamse korstjes, harentaart, lapis malang, harde wiener, zwitserse cake, soes, tompoes, ├ęclair, moorkop, mocca truffle, nougat, dan lain sebagainya. Susah-susah kan namanya! Beruntungnya selalu ada bala bantuan dari pegawai setempat untuk menunjukan kue dan menunya serta dijelaskan kue berbahan apa dan rasa apa. Harga pastry disini mulai dari Rp 9000,- sampai Rp 14.500,- saja.

Nougat Kacang.

Selain kue kering dan pastry ada juga menu andalan lain, dan tentunya tetap menu-menu tempo doeloe, seperti bistik ataupun eskrim. Eskrim di sini juga masih sama sejak tahun 1929, varian rasanya ada coklat, kopyor, black & white, arbeien, marasquino, nesselrode, moorkus, dan lainnya mulai harga Rp 14.500,- sampai Rp 32.000,-. Gak cukup di menu itu saja, Travelovers bisa juga menjajal es fosco yaitu es susu coklat khas Londo dengan harga Rp 18.000,-

Saya mencoba menu eskrim dan juga pastry-nya, menurut rekomendasi dari pegawai setempat yang paling favorit pelanggan adalah nougatnya. Saya memesan nougat kacang dan juga eskrim black and white-nya. Cita rasa masa lalu kental banget di mulut, sepertinya hampir ga ada di toko kue masa kini yang kaya begini! Kalau Travelovers tidak punya banyak waktu untuk singgah, bisa membungkus aneka kue dan pastrynya, dijamin ketagihan!

Yang lebih menariknya lagi, di area tengah terdapat etalase yang di dalamnya terdapat foto-foto Kedai Sumber Hidangan di masa lalu dan juga tulisan menu berbahasa Belanda yang masih terpajang rapi di sebelahnya. Seketika travelovers akan dibawa kembali ke masa lalu oleh kedai tua ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.