Begini Rasanya Berkunjung ke Pulau Laskar Pelangi Belitung.

0
751
Pulau Batu Berlayar

Tak pernah terpikir olehku untuk menjadikan Belitung sebagai salah kota yang harus menjadi tujuan traveling. Sebenarnya aku sudah mengetahui pulau ini dari flim Laskar Pelangi. Flim yang berhasil menjadikan Belitung sebagai destinasi yang harus dikunjungi bagi para pecinta pantai dan sunset. Sedangkan saya lebih suka ke Gunung dengan syahdunya sunrise dan obrolan malam bersama sahabat.

Sebenarnya, bukannya aku tidak mencintai pantai, hanya saja 2 tahun terakhir ini lebih suka dengan suasana pegunungan. Namun, berkat travelblog.id yang mengadakan lomba sehingga saya berkesampatan untuk melancong ke Belitung bersama Indra. Singkat cerita akhirnya kami berangkat dari Jakarta dan sampai di Tanah Laskar Pelangi. Sebenarnya kami explore Belitung selama 3 hari 2 malam. Tapi saya hanya akan membahas hopping island saja, karena menurutku tidak sah ke Belitung jika belum menjelajahi pulau-pulaunya.

Pulau Belitong.

Perjalanan di Mulai Dari Pulau Tanjung Kelayang Kemudian Dilanjutkan ke Pulau Batu Garuda

Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit dari Hotel, akhirnya kami sampai juga ke Pantai Tanjung Kelayang. Sebelum memasuki kapal, kami terlebih dahulu mengambil perlengkapan snorkeling dan tentu saja baju pengaman. Dari Pantai Tanjung Kelayang ini lah kami mulai explore pulau-pulau yang ada di Belitung. Perlahan tapi pasti, kapal pun sudah mulai melaju, kami pun menikmati semilir angin laut.

Sekitar 10 menit kapal meninggalkan dermaga, kami pun akhirnya sudah menyaksikan keindahan Pulau Garuda. Tapi sayangnya memang tidak boleh disinggahi. Karena alasan keselamatan dan terumbu karangnya. Hanya karang di sekitar Pulau Batu Garuda ini yang masih asri dan segar-segar. Bersandarnya kapal berpotensi merusak karang yang letaknya di perairan yang cukup dangkal.

Ikon pulau ini terletak pada batu tertinggi di pulau ini. Puncaknya menyerupai kepala burung Garuda, persis hingga ke bentuk paruh atasnya. Keberadaan beberapa tanaman hijau di bagian atas batu tersebut membuatnya terlihat seperti jambul burung dari kejauhan.

Pulau Batu Garuda.

Puas Dengan Kepala Burung Garuda, Kami Pun Melanjutkan Perjalanan Menuju Pulau Batu Berlayar.

Pulau yang berbentuk melingkar ini luasnya tidak terlalu besar. Di pulau ini tersebar beberapa batu granit yang ukurannya tidak terlalu besar, namun tidak bisa dibilang kecil juga. Bila dibandingkan dengan bebatuan granit yang ada di Pulau Kelayang, maka ukuran batu di pulau ini jauh lebih kecil.

Di pulau ini kita bisa memanjat batu-batu tersebut. Berfoto di atas bebatuan besar merupakan salah satu kegiatan yang harus dicoba. Birunya laut akan terlihat lebih menarik dari atas bebatuan besar ini. Selain itu, perairan dangkal di sekitar Pulau Batu Berlayar ini memungkinkan kita untuk “berendam”. Tak jarang ketika berendam, beberapa ikan laut yang berukuran kecil akan melewati kita tanpa ragu.

Pulau Batu Berlayar
Belum Puas Dengan Dua Pulau Tersebut, Saatnya Melanjutkan Pulau Lengkuas. Salah Satu Ikon Belitung ini Memang Indahnya Kebangatan.

Pulau Lengkuas. Nggak cuma indah, pulau kecil ini ternyata merupakan saksi sejarah kemerdekaan Indonesia lho! Selain bermain di pantai yang eksotis karena dikelilingi bongkahan batu granit. Nah, di sini juga kamu bisa menyuruput es kelapa muda ditengah panasnya sang mentari.

Pantai dan pasir yang sangat putih juga menjadi salah satu keistimewaan dari pulau ini. Oh iya, tapi di sini kamu tidak boleh duduk semabrangan di kursi yang tersedia karena ada berebapa memang yang berbayar. Meski kamu sudah jajan tetap harus bayar, rasanya aneh bukan? Tapi memang itulah salah satu keunikan pulau ini.

Pulau Lengkuas Belitung.

Oh ya, sebenarnya masih ada beberapa pulau yang kami ekplore dalam hopping island ini. Aku akan nulis pengalaman serunya di part 2 ya. Jadi jangan lupa tungguin ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.