Hiroshima Peace Memorial Park, Sebuah Lambang Harapan Terwujudnya Perdamaian Dunia

0
172
Cenotaph yang dibangun untuk mengenang para korban ledakan bom.

Minggu, 6 Agustus 1945 merupakan hari yang kelam bagi 350.000 penduduk Kota Hiroshima, Jepang. Pagi itu, tepat pada pukul 08:14 sebuah bom nuklir bernama “Little Boy” meledak tepat di atas langit kota. Ledakan terjadi begitu besar, meratakan apapun yang ada dalam radiusnya hingga menewaskan lebih dari 140.000 orang. Setelah perang mereda pada sepuluh tahun kemudian, lokasi pengeboman dijadikan taman memorial untuk mengenang sejarah bom atom di Kota Hiroshima sekaligus menjadi lambang perdamaian dunia. Tempat itu bernama Hiroshima Peace Memorial Park, atau Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima.

Hiroshima Peace Memorial Park telah terdaftar sebagai UNESCO World Heritage Site pada tahun 1996. Di dalam kawasan taman, kamu bisa mengunjungi berbagai monumen dan museum yang seolah-olah mewakili kelamnya kejadian pengeboman saat itu. Di antaranya Museum Peringatan Perdamaian, Kubah Bom Atom (原爆ドーム, Genbaku Dōmu), Tugu Peringatan, hingga Cenopath.

Museum Peringatan Perdamaian
Berbagai foto dahsyatnya ledakan bom atom.

Tempat pertama yang saya sarankan untuk kamu kunjungi adalah Museum Peringatan Perdamaian. Di dalam museum ini, kamu bisa menemukan berbagai foto yang menggambarkan betapa dahsyatnya pengeboman Hiroshima. Mulai dari berbagai foto kondisi Kota Hiroshima sebelum dan sesudah terjadinya pengeboman, foto awan jamur yang dihasilkan ketika bom diledakkan, hingga diorama yang memperlihatkan keadaan kota yang begitu mencekam.

Diperlihatkan pula beberapa benda peninggalan para korban seperti pakaian, tas, sepeda yang telah hangus terbakar, hingga gelas kaca yang telah meleleh. Seluruh benda peninggalan korban benar-benar menggambarkan dahsyatnya ledakan bom “Little Boy” yang mampu menghasilkan panas hingga 4.000 derajat celcius!

Kubah Bom Atom
Kubah Bom Atom yang dipertahankan terlihat hancur apa adanya sejak hari pengeboman.

Setelah mengunjungi museum, kamu bisa menyaksikan sebuah bangunan yang memperlihatkan dahsyatnya ledakan bom atom di Kota Hiroshima. Adalah Kubah Bom Atom, gedung berkubah yang dipertahankan terlihat hancur apa adanya sejak hari pengeboman. Ledakan “Little Boy” dipercaya terjadi tepat di atas gedung ini. Meski hanya tinggal dinding dan rangka, Kubah Bom Atom telah menjadi saksi bisu yang mampu bertahan dari dahsyatnya bom nuklir.

Kisah Sadako Sasaki
Monumen Perdamaian Anak.

Jika Kubah Bom Atom membuatmu terbayang akan dampak bom nuklir pada hancurnya bangunan, maka Monumen Perdamaian Anak yang terletak tidak jauh dari bangunan kubah akan membuatmu merasakan getirnya kondisi anak-anak tak berdosa yang menjadi korban ledakan. Di monumen ini kamu bisa melihat patung seorang anak yang memegang origami burung emas di kepalanya.

Patung ini merupakan lambang sosok Sadako Sasaki, seorang gadis berumur 11 tahun yang menderita leukimia akibat radiasi dari ledakan bom atom. Ia ingin membuat 1000 origami burung dengan harapan Tuhan akan menghilangkan penyakitnya. Sayang, ia meninggal ketika baru menyelesaikan 644 origami. Perjuangan Sadako dilanjutkan oleh teman-temannya dan dikenang dalam Monumen Perdamaian Anak.

Selain Monumen Perdamaian Anak, kamu juga bisa melihat sebuah Cenotaph yang terletak di tengah-tengah taman. Cenotaph ini dibangun untuk mengenang para korban ledakan bom. Bangunan Cenopath berbentuk melengkung dengan desain tradisi Shinto. Di dalamnya terdapat sebuah peti mati yang terukiran tulisan: “安らかに眠って下さい 過ちは 繰返しませぬから”, yang berarti “Tidurlah dengan tenang, karena kejahatan tidak akan terulang”.

Gelas-gelas kaca yang meleleh.

Hiroshima Peace Memorial Park terletak di pusat kota Hiroshima. Jika ingin mengunjungi taman ini, kamu bisa menaiki trem nomor 2 atau 6 dari Stasiun Kereta JR Hiroshima menuju Halte Genbaku Dōmu, kemudian bisa kamu lanjutkan dengan berjalan kaki. Taman ini dibuka setiap hari dengan tiket hanya 200 yen untuk memasuki Museum Peringatan Perdamaian.

Mengunjungi Hiroshima Peace Memorial Park akan membuatmu merasakan betapa mencekamnya kondisi Kota Hiroshima setelah pengeboman pada 6 Agustus 1945. Taman ini dibangun tentunya bukan untuk mengingatkan hari menyedihkan bagi masyarakat Jepang, namun sebagai peringatan kepada dunia untuk selalu menjaga perdamaian, karena tidak akan ada hal baik yang terjadi ketika kita saling berperang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.