Hammock-an di Pohon Pinus Pantai Moian

0
112
Hammock-an di pohon pinus pantai Moian.

Ada banyak pantai cantik di Kabupaten Parigi Moutong. Namun jika ingin mencari pantai dengan keunikan yang jarang ditemukan di tempat lain, maka Pantai Moian adalah pilihan yang tepat. Deretan pohon pinus yang berjajar di sepanjang pantai membuat pantai ini memiliki ciri khas tersendiri.

Pantai Moian terletak di Desa Palapi, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Dari jalan Trans Sulawesi Desa Palapi, kita masih harus menempuh jalan sejauh 3 km untuk tiba di pantai ini.

Perjalanan menuju Pantai Moian menyuguhkan pemandangan tambak yang sangat luas. Desa Palapi memang dikenal dengan hasil tambak seperti udang dan ikan bandeng. Di sekitar tambak, tampak deretan pohon mangrove yang warna hijaunya memantul diatas permukaan air.

Di atas sana, matahari tengah bersinar terik. Jam menunjukkan pukul satu siang. Mobil yang kami tumpangi harus melambat ketika melewati jalan yang berbatu-batu. Ah, lama-lama saya bosan juga melihat area tambak yang amat luas ini. Di tengah-tengah rasa bosan yang mulai berkonspirasi dengan rasa kantuk, tiba-tiba kami dikagetkan oleh sekelompok burung yang terbang rendah di atas tambak. Cantik sekali!

Burung Gagang bayam yang kami lihat di tengah perjalanan.

Burung berwarna hitam putih itu merupakan jenis burung air yang hidup di rawa, danau dangkal, serta tambak. Burung gagang bayam namanya. Mendengar suara mesin mobil, si gagang bayam terbang berhamburan. Kami berhenti beberapa saat memperhatikan tingkah unggas dengan nama latin Himantopus leucocephalus itu. Tak lupa kami mengambil beberapa foto sebagai oleh-oleh.

Setelah puas melihat burung gagang bayam, kami melanjutkan perjalanan. Dari kejauhan, terlihat bangununan rumah berdinding kayu. Sepertinya tujuan kami sudah semakin dekat.

Mobil berhenti di dekat sebuah rumah. Tampak seorang kakek tengah sibuk memperbaiki motor tuanya sambil ditemani beberapa ekor anak kucing yang berguling-guling di atas pasir. Kami berjalan mengikuti jalan setapak, membawa diri lebih dekat ke pantai.

Birunya laut di pantai Moian.

Tidak seperti pantai lain di Parigi Moutong yang pesisirnya ditumbuhi pohon kelapa, Pantai Moian menawarkan pemandangan pohon pinus lengkap dengan bunga pinus yang berguguran ketika angin pantai berembus. Saya menarik napas dalam-dalam. Meski kalah kuat dengan aroma khas lautan, wangi pohon pinus masih dapat tertangkap oleh indra penciuman. Sungguh perpaduan alam yang mampu menenangkan jiwa, membuat kita lebih bersyukur pada anugerah Sang Pencipta.

Meski matahari bersinar terik, suasa di Pantai Moian terasa sejuk. Melihat pohon pinus yang tumbuh berdekatan, kami tergoda untuk memasang hammock. Hammock-an setelah menempuh perjalanan panjang merupakan salah satu bentuk nikmat Allah yang tak dapat didustakan.

Rasanya belum puas saya bermalas-malasan di atas hammock ketika diingatkan bahwa kami harus melanjautkan perjalanan. Ada satu tempat lagi di Pantai Moian yang akan kami kunjungi. Dengan berat hati saya melepas hammock, lalu meminta waktu sejenak, mengumpulkan bunga pinus sebagai oleh-oleh untuk diri sendiri. Buah pinus di Pantai Moian berukuran kecil, kira-kira sama dengan ukuran satu ruas jari tangan orang dewasa.

Gazebo tempat istirahat para pengunjung.

Sepuluh menit kemudian, kami telah tiba di sisi lain Pantai Moian. Berbeda dengan pantai sebelumnya yang sepi, pantai yang satu ini lebih ramai. Mungkin karena letaknya yang berada di depan perumahan nelayan. Di pantai ini terdapat beberapa gazebo untuk pengunjung beristirahat. Dari pantai ini, kita dapat melihat pantai dengan barisan pohon pinus yang kami datangi tadi.

Di sisi Pantai Moian yang satu ini juga terdapat pohon pinus yang berbaur dengan pohon kelapa. Sayangnya saya kurang sependapat dengan entah siapa yang memberi ide untuk mengecat batang pohon. Warna-warni yang ngejreng ini terasa mengganggu penglihatan saya. Perbuatan ini seakan mencerabut pohon dari fitrahnya meski secara kasat mata akarnya masih kokoh menancap di tanah.

Dari Pantai Moian, kami melanjutkan perjalanan ke tempat lain yang akan saya ceritakan di catatan berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.