Gurihnya Lumpia di Gang Lombok, Semarang

1
1011
Warung Lumpia Gang Lombok.

Lumpia adalah jajanan khas Semarang yang masih dilestarikan dan disukai oleh banyak orang, bahkan hingga kini. Sejarah lumpia pertama kali diperkenalkan pada zaman penjajahan Belanda. Saat itu, ada sebuah pasar bernama Olympia Park yang menjual berbagai kuliner. Salah satu pasangan memadukan cita rasa Cina dan Jawa, yaitu antara udang dan rebung yang menghasilkan jajanan baru yang disukai masyarakat. Tempat menjual makanan inilah yang dijadikan sebagai nama jajanan. Olympia yang kemudian diplesetkan menjadi lumpia oleh lidah jawa yang susah mengatakan kata asing tersebut.

Keberadaan lumpia di Semarang bagaikan keberadaan ikan di lautan, sangat banyak dan mudah ditemukan. Jadi memang telah melekat di antara keduanya. Jika ada orang yang menyebutkan kota Semarang, maka lumpia langsung terpikirkan, ataupun sebaliknya. Jadi sangat wajar jika ada banyak warung lumpia di Semarang. Namun, warung yang menjajakan lumpia paling tua di Semarang diperkirakan berada di Gang Lombok. Dinamai Lumpia Gang Lombok karena lokasinya di Gang Lombok No. 11. Jika ingin menuju lokasi dari Simpang Lima bisa menggunakan Trans Jateng, atau menggunakan ojek online. Sangat disarankan menggunakan ojek sepeda motor, karena lokasinya sempit. Lokasi warung juga dekat dengan Klenteng Tay Kak Sie.

Lumpia yang Baru Digoreng.

Begitu sampai lokasi, terlihat antriannya agak panjang. Ada dua opsi untuk memesan, bisa datang sendiri atau dengan menggunakan ojek online. Sebenarnya lebih simple jika menggunakan aplikasi online, tapi saya tidak rela kalau harus membuat para driver menunggu hingga berjam-jam lamanya. Keuntungan kalau kita mau datang sendiri, kita bisa menangkap suasana bangunan yang diperkirakan sudah hidup seratus tahun lebih. Bentuk bangunannya kurang lebih masih sama seperti dulu, tetap terjaga. Selain itu, kita bisa menyaksikan pembuatan lumpia yang masih sangat tradisional, dan inilah alasan utama dalam pembuatannya selalu menguji kesabaran pembeli.

Lumpia Gang Lombok ini selalu ramai setiap hari selalu diserbu oleh para pembeli. Sayangnya warung tersebut tidak membuka cabang di tempat lain. Alasannya supaya cita rasa khas lumpia terjaga. Jika datangnya agak siang, maka sudah dipastikan akan masuk ke waiting list yang biasanya menunggu cukup lama.

Lumpia Basah dan Goreng.

Untuk menu lumpianya sendiri, terdapat dua jenis, yaitu lumpia udang dan ayam. Lumpia tersebut bisa dipesan matang yang disebut lumpia goreng atau lumpia basah yang bisa dibeli mentah, sehingga bisa digoreng dirumah. Bedanya kalau yang basah berwarna putih, kalau yang lumpia goreng sudah berwarna kecoklatan. Dan yang sudah digoreng sedikit lebih awet. Ukuran lumpia agak gemuk, karena berisi rebung, telur, isian dan tauge. Lumpia disajikan dengan selada, daun bawang bagian bawah, rajangan mentimun dan saus maizena serta cabe hijau yang gemuk dan pedas banget merupakan paduan yang bisa menggoyang lidah.

Warung Lumpia Gang Lombok No. 11 saat ini sudah dikelola oleh generasi keempat, yaitu oleh Bapak Purnomo Usodo atau akrab disebut dengan Pak Untung. Warung dibuka dari sekitar jam 08:00-17:00. Saran saya jangan datang di siang hari, karena biasanya banyak yang berburu untuk dijadikan menu makan siang. Selain itu, karena lumpia adalah khas Semarang pastikan kalian untuk berkunjung ke tempat ini saat sedang berada di Semarang, karena ibarat kata belum ke Semarang kalau belum makan lumpia. Jangan lupa juga untuk membawa lumpia ini sebagai oleh-oleh bagi keluarga, teman, atau orang tersayang.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.