Gunung Prau, The Best Golden Sunrise

0
172
Best Golden Sunrise in asia.

Bagi warga yang berdomisili di Dataran Tinggi Dieng, nama Best Golden Sunrise sudah tak asing lagi di telinga mereka. Best Golden Sunrise adalah julukan bagi gunung dengan ketinggian 2590 mpdl. Ya, Gunung Prau namanya. Kebanyakan pendaki menulis bahwa ketinggian gunung ini adalah 2565 mpdl, padahal puncak tertingginya adalah 2590 mpdl. Keindahan gunung ini menyihir siapa pun agar kembali lagi dan lagi ke gunung ini. Gunung ini tidak pernah sepi, selalu ramai oleh pendaki baik dari kalangan anak-anak maupun orang tua.

Puncak Gunung Prau merupakan padang rumput luas yang memanjang dari barat ke timur. Bukit-bukit kecil dan sabana dengan sedikit pepohonan dapat kita jumpai di puncak. Gunung Prau merupakan puncak tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, dengan beberapa puncak yang lebih rendah di sekitarnya seperti Gunung Sipandu. Banyak jalur pendakian untuk bisa melihat secuil surga pagi di Dataran Tinggi Dieng. Di antaranya via Patak Banteng, via Wates, via Kalilembu, via Dieng, via Campurejo, dll. Ketika sampai di ketinggian 2590 mpdl kita bisa melihat banyak gunung yang indah menjulang. Seperti Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Kembang, Gunung Merbabu, dan Gunung Merapi. Gunung Prau merupakan gunung favorit karena jarak tempuhnya yang pendek, yakni sekitar 2-3 jam tetapi pemandangannya luar biasa. Cocok pula untuk pemula yang baru mencoba mendaki.

Pos 2 Gunung Prau via Patak Banteng, Canggal Walangan.

Dinamakan Best Golden Sunrise karena Gunung Prau ini adalah tempat yang tepat untuk melihat sunrise atau matahari terbit se-Asia Tenggara. Dominan para pendaki hanya mendaki sampai Sunrise camp, tidak sampai puncak tertinggi Gunung Prau. Untuk bisa sampai ke Puncak Prau, tak perlu mengeluarkan banyak fulus untuk membeli tiket simaksinya, hanya sekitar Rp 12.000 – Rp 15.000 untuk simaksi, surat izin masuk kawasan konversasi atau yang akrab disebut sebagai tiket masuk. Murah sekali bukan? Dengan harga semurah itu kita bisa mendapatkan 3 keuntungan sekaligus. Yakni pengalaman, pemandangan, dan juga teman baru. Gunung Prau ini terletak di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Timur yang juga merupakan tapal antara tiga kabupaten yakni Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Wonosobo.

Tanggal 22 Juni 2019, semesta mempertemukan saya dengan Gunung Prau. Saya bersama 5 teman sependakian saya menerima ajakan pertemuan semesta. Budget yang kami keluarkan pada pendakian kali ini sebesar Rp 450.000. Mulai dari ongkos pulang pergi sebesar Rp 300.000, logistik sebesar Rp 50.000, simaksi sebesar Rp.15.000, dan Rp 90.000 untuk ongkos berkunjung ke wisata kecil yang ada di Dieng.

Hari pertama hingga ketiga kami habiskan untuk pendakian ke Gunung Prau, dan satu hari untuk berkunjung ke wisata kecil yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Seperti Candi Arjuno, Kawah Sikidang, dan Batu Pandang Ratapan Angin.

View yang bisa kamu lihat di puncak Prau.

Kami berangkat dari Tangerang, menumpangi bus jurusan Wonosobo jam 04:00. Sedikit kejadian tidak terduga di sini, 2 teman saya tertinggal bus dikarenakan pulang terlebih dahulu untuk menaruh motor. Tapi kami masih bisa berangkat menuju Wonosobo. Kami turun di Terminal Wonosobo, kemudian naik microbus jurusan Dieng untuk sekedar beristirahat di basecamp Dieng. Kami memulai pendakian pada jam 11.30 dan sampai di puncak pada jam 05.32.

Seperti yang sudah saya jelaskan, Gunung Prau ini bisa ditempuh dengan waktu 2-3 jam, namun karena 2 teman perempuan saya adalah pemula dan selalu memerlukan istirahat, akhirnya kami menempuh waktu sekitar 6 jam dari basecamp. Kami mengabadikan momen pendakian ini di kamera handphone kami masing masing. Karena Best Golden Sunrise ini sungguh sayang jika terlewati begitu saja tanpa momen.

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Bukan hanya pulaunya saja, namun Gunung Gunung pun ikut melukis indahnya negeri khatulistiwa ini. Tuhan menciptakan Prau sebagai tempat yang begitu memesona untuk kita kunjungi, kita jaga, dan juga kita rawat. Tuhan menciptakan surga di Puncak Prau agar kita bersyukur pada tiap-tiap pemberian-Nya. Prau dengan sejuta keindahannya akan menghipnotismu menjadi sang pecinta alam. Mari mendaki, mari sayangi alam dan mari cintai Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.