Gua Lowo, Gua Terpanjang se-Asia Tenggara

0
356
Selamat datang di Gua Lowo!

Gua Lowo adalah sebuah gua yang berada Desa Watuagung Kecamatan Watulimo, sekitar 27 Km dari pusat Trenggalek kota, Kabupaten Trenggalek. Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Timur, berada sekitar 180 km dari Kota Surabaya. Secara geografis, sebagian besar wilayah kabupaten Trenggalek terdiri atas perbukitan yang menjulang.

Di balik hijau perbukitannya, ternyata Trenggalek menyimpan sebuah destinasi wisata yang begitu memesona. Gua ini bukanlah gua biasa. Tidak tanggung-tanggung, Gua Lowo telah dinyatakan sebagai gua terpanjang se-Asia Tenggara!

Pesona Gua Lowo
Disambut pemandangan menakjubkan begitu masuk ke dalam gua.

Gua ini tercatat memiliki panjang sekitar 2 km, berdasarkan hasil penelitian ahli gua asal Prancis Gilbert Mantovani dan Kingston Kho pada tahun 1985 lalu. Namun panjang gua yang dapat diakses wisatawan hanya sekitar 850 meter. Adapun untuk sisanya hanya digunakan khusus sebagai penelitian saja, karena melewati sungai bawah tanah yang harus dilalui dengan keahlian dan perlengkapan khusus.

Untuk memasuki gua ini pengunjung hanya dikenakan tarif sebesar 10 ribu rupiah yang sudah termasuk asuransi. Suhu di dalam Gua Lowo terasa sangat sejuk. Untuk kamu yang takut dengan ruangan sempit, kamu tidak perlu khawatir untuk memasuki Gua Lowo karena gua ini memiliki ukuran yang sangat besar. Lebarnya mencapai 50 meter dengan ketinggian 20 hingga 50 meter. Terangnya lampu sorot beraneka warna juga menghiasi setiap sudut gua, menjadikan gua ini bebas dari kesan seram. Kamu juga tidak perlu khawatir dengan keberadaan binatang buas karena di dalam gua ini tidak terdapat binatang buas. Penyebabnya, mungkin karena bagian luar gua ini sudah dimodifikasi untuk objek wisata. Ssst, di dalam gua ini terdapat sebuah spot di mana kamu bisa mendengar suara gemericik sungai bawah tanah lho!

Gua yang Masih ‘Hidup’
Aula untuk beristirahat.

Gua Lowo memiliki banyak sekali stalagmit dan stalagtit. Di langit-langit gua kamu bisa melihat banyak sekali stalagtit, yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun. Uniknya, banyak stalagtit dan stalagmit di dalam Gua Lowo yang masih ‘hidup’. Maksudnya, stalagtit dan stalagmit di dalam gua ini masih bisa tumbuh. Air yang kaya akan kalsium kalbonat dan berbagai mineral lain masih menetes dari langit-langit gua, membuat stalagtit dan stalagmit di dalam Gua Lowo masih mampu untuk tumbuh sepanjang 3 mm dalam satu tahun!

Tidak hanya menyajikan suasana yang masih alami, di dalam gua juga terdapat sebuah aula modifikasi yang sangat luas untuk pengunjung yang ingin beristirahat sejenak maupun menyantap bekal sambil menikmati suasana gua. Berbagai kursi dan meja serta tempat sampah telah disediakan pengelola. Terdapat juga banyak lampu sorot yang menerangi ruangan namun tidak menyilaukan mata.

Rumah Para Kelelawar

Gua ini dinamakan Gua Lowo yang berarti Gua Kelelawar. Hal ini dikarenakan di dalam gua ini terdapat sejumlah kelelawar yang menghuni gua ini, bahkan hingga sekarang! Namun jangan khawatir, kawanan kelelawar ini tidak aktif di siang hari sehingga aman untuk pengunjung. Bila kamu penasaran, kamu bisa mengunjungi tempat tinggal kawanan kelelawar ini lho. Mereka tinggal di langit-langit gua tidak jauh setelah kamu melewati aula.

Gua Lowo telah menjadi destinasi andalan Kabupaten Trenggalek. Meski terletak cukup jauh dari pusat kota, akses untuk menuju gua ini terbilang cukup mudah. Kamu bisa melewati ruas jalan nasional menuju lokasi wisata Pantai Prigi karena kedua obyek wisata ini memang satu arah.

Jadi, kamu siap untuk berpetualang di dalam gua terpanjang se-Asia Tenggara?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.