Gili Labak, Pulau Kecil di Tenggara Madura

0
1707
Pagi hari di pelabuhan.

Beberapa tahun belakangan ini pariwisata di Madura mulai berkembang, salah satunya adalah wisata Gili Labak dan Gili Genting. Jarak kedua pulau ini berdekatan. Pulau-pulau kecil ini mungkin hanya berupa titik-titik saja dalam peta, sangking kecilnya. Pulau yang mempunyai luas 5 ha ini berada di Tenggara Pulau Madura. Bulan Mei tahun 2017 lalu saya dan enam teman saya berkunjung ke pulau ini. Kami tertarik dengan wisata bawah lautnya yang katanya indah itu.

Kami menggunakan jasa travel agen untuk kesana. Tak susah untuk dapat travel agen yang menyediakan jasa antar dan tour ke Gili Labak karena sudah banyak sekali, harganyapun tak begitu mahal hanya sekitar dua ratus ribuan saja. Titik kumpulnya biasanya di Stasiun Gubeng Baru dan Terminal Purbaya.

Karena saya dan teman-teman berangkat ke Surabaya menggunakan kereta maka kami ambil titik kumpul di Stasiun Gubeng Baru. Kami menggunakan kereta terakhir menuju Surabaya dan sampai di Stasiun Gubeng Baru pukul 23.15 WIB. Kami bertemu dengan peserta lainnya dan berangkat menuju Sumenep pukul 00.30 WIB. Rombongan tour kami ternyata tak hanya terdiri dari wisatawan dalam negri saja, beberapa wisatawan mancanegara pun banyak yang ikut.

Perjalanan Surabaya Sumenep memakan waktu sekitar 3 jam-an. Kami berhenti untuk beristirahat dan bersih-bersih di sebuah rumah warga yang memang sudah di sediakan untuk para peserta tour. Setelah shalat subuh  kami berangkat menuju pelabuhan. Kami menaiki kapal tongkang dengan tujuan awal Gili Genting. Tak butuh waktu lama untum sampai ke Gili Genting hanya setengah jam saja dari pelabuhan.

Ayunan di gili genting.

Kami diberi waktu satu setengah jam saja di Gili Genting. Setelah sarapan di sebuah warung pinggir pantai, kami bisa bermain air di pantai. Selain bermain air kalian juga bisa bermain ayunan yang terletak di bibir pantai. Banyak spot foto instagramable yang di pasang dipasang di bibir pantai.

Setelah itu kami menuju ke tujuan utama yaitu Gili Labak. Perjalanan dari Gili Genting menuju Gili Labak lebih lama dari pada dari pelabuhan ke Gili Genting. Ada sekitar satu jam lebih. Beberapa dari kami bahkan sampai tertidur di kapal.

Penampakan awal Gili Labak adalah pasir putih nan lembut macam tepung terigu dipadukan percampuran warna biru dan toska nya air laut. Tak perlu menggunakan alas kaki untuk berjalan di sepanjanh pantai karena pasirnya tak akan menyakiti kaki kalian. Dan yang lebih parah lagi kami seperti berada di Private Island. Karena hanya ada rombongan kami yang terdiri dari dua puluh anak ini dan penduduk lokal Gili Labak.

Salah satu papan pengumuman di Gili Labak.

Rombongan kami di bagi menjadi dua, sebagian snorkeling sebagian lainnya acara bebas di pulau. Saya memilih berada keliling pulau terlebih dahulu baru snorkeling. Hanya butuh waktu 30 menit saja untuk keliling pulau. Setelah berkeliling saya bersantai di satu-satunya warung di pulau ini.

Tibalah giliran saya dan teman-teman untuk snorkeling. Kami diantar ke tengah lautan, dipinjami snorkel dan sepatu katak. Sebelum turun ke air kita diberi arahan tour guidenya. Setelah itu baru satu persatu turun ke air.

Air lautnya jernih sekali ombaknyapun tenang, memang cocok sekali untuk snorkeling. Karena masih tergolong wisata baru jadi masih banyak terumbu karang yang baru di tanam. Meski begitu banyak rombongan ikan-ikan kecil yang berenang di sekeliling kami. Kami di beri botol kecil yang berisi serpihan roti bercampur air untuk memberi makan ikan. Dan benar saja sekali saja saya semprotkan, ikan-ikan mengerubungi saya.

Sangat puas rasanya berenang bersama ikan-ikan di Gili Labak. Rasa penat karena kerjaanpun musnah saat berada disini. Bagi kalian yang mencari tempat untuk kabur dari suasana perkotaan bisalah cabut kesini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.