Gemuruh Trem Klasik Sepanjang Jalur Matsuyama, Jepang

0
536
Trem Iyotetsu dengan warna oranye khasnya.

Matsuyama adalah sebuah kota yang terletak di Pulau Shikoku, salah satu pulau utama Jepang yang berada di sisi selatan. Kota yang sekaligus menyandang sebagai ibu kota dari Prefektur Ehime ini merupakan kota terbesar di Shikoku. Meski tergolong kota besar, saya masih bisa berkeliling kota ini hanya dalam waktu satu hari, bahkan dengan sepeda lho!

Sebagai ibu kota, akses transportasi menuju dan di dalam Kota Matsuyama tentu menjadi salah satu perhatian pemerintah setempat. Untuk menuju Matsuyama, kamu bisa menaiki bus dari Bandara Kansai (KIX) Jepang dengan tiket seharga 7.300 Yen. Perjalanan memakan waktu 6 jam, karena jarak yang ditempuh memang cukup jauh. Opsi lain seperti pesawat domestik juga ada, yang langsung mendarat di Bandara Matsuyama dalam waktu kurang dari 1 jam. Bagaimana dengan shinkansen? Sayangnya, ini kabar buruk untuk yang ingin mencoba naik shinkensen ke Matsuyama, termasuk saya. Sejauh ini tidak ada jalur shinkansen yang menuju Shikoku, sehingga kamu harus menggunakan bus, pesawat, atau kereta biasa. Kalau ingin naik kereta biasa ke Matsuyama, kamu harus transit berkali-kali dengan waku tempuh yang cukup lama. Ingin mencoba? Kalau saya sih ogah, hehehe.

Terlihat sepi sekali kota ini.

Dibanding menuju Matsuyama, transportasi di dalam kota terasa jauh lebih mudah. Inilah alasan utama saya bisa jalan-jalan mengelilingi kota ini hanya dalam satu hari. Berbagai moda transportasi siap menemani saya jalan-jalan. Ada trem, kereta lokal, hingga bus. Bagi kamu yang ingin berkeliling dengan sepeda juga tidak perlu khawatir, karena Matsuyama adalah kota yang sangat ramah dengan pengguna sepeda. Berbagai lokasi penitipan sepeda bisa kamu temukan dengan mudah di sini. Berjalan kaki di Matsuyama pun cukup asyik, mengingat banyak lokasi wisata di kota ini yang bisa kita tempuh hanya dengan berjalan kaki.

Kalau kamu sedang berada di pusat kota, terkadang kamu akan melihat beberapa trem berseliweran dengan warna dominan oranye atau putih-hijau. Ya, Matsuyama memiliki lima jalur trem bernama Iyotetsu yang menghubungkan berbagai wilayah di dalam pusat kota. Trem ini merupakan transportasi primadona masyarakat setempat, berbeda dengan kota-kota besar lainnya seperti Tokyo atau Osaka yang lebih mengandalkan Metro (kereta bawah tanah). Rugi rasanya jika tidak mencoba trem untuk berkeliling kota Matsuyama. Dari kejauhan saja sudah terdengar suara deritan rel, gemuruh mesin, dan (terkadang) klakson yang melengking agar kendaraan lain memberi jalan!

Salah satu stasiun trem.

Untuk menaiki trem, kamu harus menaikinya dari stasiun trem terdekat. Hati-hati ya, karena jalur trem yang berada di tengah jalan terkadang stasiunnya pun berada di tengah jalan. Jika trem sudah datang, naiklah dari pintu belakang, karena pintu depan digunakan sebagai untuk pintu keluar. Jika ingin turun di stasiun selanjutnya, tekan tombol permintaan yang ada di dinding trem. Oh ya, sebelum turun jangan lupa membayar ya! Kamu cukup memasukkan uang koin di mesin uang sebelah masinis sesuai tarif, yakni 300 yen untuk orang dewasa dan 200 yen untuk anak-anak. Jangan khawatir jika tidak ada uang pas, kamu bisa memakai mesin penukar uang di dekat pintu masuk.

Ssst, jika kamu beruntung kamu bisa melihat bahkan menaiki sebuah rangkaian trem yang bentuknya berbeda dari trem lain. Adalah kereta Botchan, sebuah trem wisata yang bagian depannya dibuat menyerupai lokomotif uap, lengkap dengan uap tiruannya lho! Trem berwarna hijau tua dengan kesan klasik ini melambangkan lokomotif Iyo zaman dahulu yang beroperasi pada awal abad ke-19. Kalau kamu tertarik menaikinya, kamu bisa naik dari Stasiun Matsuyama, Stasiun Dogo Onsen, atau Stasiun Komachi. Kesan klasik semakin terasa karena Botchan tidak dipasang suspensi dan penghangat ruangan layaknya trem zaman baheula, sehingga setiap benturan pada rel dan roda kereta akan terasa hingga ke tulang! Hahaha.

Suasana di dalam trem.

Jika ingin keluar dari pusat kota, berbagai bus hingga rangkaian kereta lokal Iyotetsu siap mengajakmu berkeliling lebih jauh. Kereta lokal di Matsuyama mirip sekali dengan kereta Commuter Line di Indonesia, baik bagian eksterior maupun interior. Yang membedakan hanya jumlah rangkaiannya. Di sini mereka hanya memasangkan dua hingga tiga gerbong di setiap rangkaian kereta. Sedikit sekali ya! Terkadang saya merasa geregetan di perlintasan ketika menunggu keretanya lewat. Sudah lama menunggu, ternyata yang lewat hanya 2 gerbong kereta.

Bila dibandingkan dengan kota besar lainnya di Jepang, suasana kota Matsuyama memang terasa lebih tenang. Hingar bingar ala kota pun kurang terasa. Namun jika ingin liburan keliling kota dengan trem atau sepeda, rasanya lebih cocok di Matsuyama!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.