Gema Dharma Budha Dari Bumi Sejuta Pagoda

0
175
Pagoda Shwezigon.

Myanmar adalah salah satu negara di ASEAN yang baru membuka diri untuk perubahan dengan menerima banyak turis asing dari berbagai negara. Di negara yang dijuluki sebagai Tanah Emas ini ada suatu wilayah bernama Bagan yang memiliki lebih dari 2200 pagoda. Bagaimana mengelilinginya ya? Butuh waktu berapa lama? Membayangkannya saja sudah membuat penasaran!

Salah satu pagoda di New Bagan.

Bagan adalah suatu kota kecil yang ada di Myanmar. Sebuah kota yang terletak 600 km sebelah Utara Yangon. Tepatnya perjalanan sekitar 1,5 jam menggunakan pesawat udara dari Yangon, Myanmar. Jadi jika kita melihat peta Myanmar, letak Bagan berada persis ditengah-tengahnya. Persisnya di negara bagian Mandalay, district Nyang-U. Jika ingin lebih murah, perjalanan ke Bagan bisa ditempuh dari Yangon ataupun Inle dengan menggunakan bus malam selama sekitar 8-10 jam.

Suasana masih gelap ketika kami sampai di Old Bagan. Lelah sangat terasa setelah menempuh perjalanan selama sekitar 8 jam dari Inle dengan menggunakan bus malam. Tapi rasa lelah tersebut berusaha ditepis karena terbayang dipelupuk mata pemandangan matahari terbit dari salah satu puncak pagoda yang sangat fenomenal.

Bus malam yang menuju Bagan sangatlah nyaman. Ada beberapa pilihan kelas dan jam keberangkatan, tinggal menyesuaikan isi kantong dan jadwal perjalanan saja. Untuk kelas VIP, tersedia bangku berjajar 2 + 1. Sedangkan untuk kelas ekonomi tersedia bangku 2 + 2. Harga tiket berkisar $16 sampai $20.

Sungai Irrawadi.

Kota Bagan sesungguhnya terbagi menjadi 2 bagian; Bagan Kota Lama (Old Bagan) dan Bagan Kota Baru (New Bagan). Dulunya, semua pemukiman berada di kota lama di mana terdapat pagoda-pagoda tersebut. Sekitar tahun 1990-an, pemukiman tersebut dipindahkan ke Bagan Baru (New Bagan). Perbedaannya sangat menonjol di dua tempat ini. New Bagan adalah daerah baru dengan banyak hotel serta daerah yang tidak dikelilingi banyak pemukiman. Sementara Bagan Lama (Old Bagan) merupakan daerah yang menjadi pusat pemerintahan dan terdapat beberapa pagoda disekitarnya. Beberapa hotel dan pertokoan juga bisa ditemukan di daerah ini.

Untuk masuk ke kawasan Bagan, wisatawan diharuskan membayar entrance fee sebesar $20. Untuk menjelajahi Bagan, kita bisa menggunakan beberapa alternatif. Di antaranya menggunakan mobil atau taksi rental, pedati, motor listrik, dan bisa juga menggunakan sepeda. Bahkan ada beberapa wisatawan yang menjelajahi Bagan dengan berjalan kaki. Buat saya, mereka sangat luar biasa karena mereka tahan berjalan kaki menyusuri wilayah Bagan yang sangat panas, berdebu, dan gersang.

Selain terkenal dengan kumpulan pagodanya, Bagan juga terkenal karena atraksi balon terbangnya. Balon udara di Bagan merupakan balon udara komersial pertama di Asia Tenggara. Sayangnya, waktu saya berkunjung ke sana bukan merupakan musim di mana balon terbang mengudara. Datanglah pada Bulan Oktober-Maret yang merupakan musim terbaik untuk berwisata ke Myanmar. Cuaca lebih bersahabat dan balon udara kemungkinan besar bisa dinikmati.

View Old Bagan dari Shwesandaw Pagoda.

Beberapa pagoda dan kuil tampak sudah rapuh dan keropos karena temakan usia dan juga akibat bencana alam. Namun, pemerintah Myanmar berusaha untuk tetap menjaga tempat ini agar tetap menyerupai Bagan seperti pada awal dibangun. Semua itu terlihat dari perbaikan, pengecatan ulang dinding, atau bagian atap pagoda dan kuil yang tetap menyerupai desain awalnya.

Hal yang paling dicari oleh para wisatawan di Bagan adalah pemandangan matahari terbit dan matahari terbenam yang sungguh sangat memukau. Pengunjung bisa menaiki beberapa pagoda tertentu untuk mendapatkan pemandangan terbaik saat matahari terbit maupun terbenam.

Saya menikmati sunrise dari puncak Shwesandaw Pagoda, salah satu pagoda tertinggi yang ada di Old Bagan. Suasana masih gelap ketika saya sampai. Perlahan-lahan saya mendaki tangga untuk menuju puncak pagoda. Dan ternyata, di puncak pagoda tersebut telah ramai wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Wisatawan menanti matahari terbit dari atas Shwesandaw Pagoda.

Dengan sabar kami menanti sang mentari menyapa. Hening, semua bersabar menanti dalam senyap. Mungkin bergelut dengan kecamuk hati masing-masing. Merasa kecil berada di belantara pagoda ini dan berada di atas salah satu puncak pagoda tertinggi sembari menikmati keindahan alam.

Selain Shwesandaw Pagoda, ada juga Shwezigon Pagoda yang menurut saya adalah pagoda yang paling cantik di Bagan karena sebagian besar pagoda ini berwarna kuning keemasan. Shwezigon Pagoda adalah salah satu yang terkenal dari ribuan pagoda yang ada di Bagan. Konon di Shwezigon Pagoda tersimpan replika gigi Budha.

Pagoda ini berlokasi di Barat Laut Kyanzittha Umin dekat tepi Sungai Irrawaddy, di daerah Nyaung-U dan Wetkyi-In. Shwezigon pagoda merupakan bangunan pertama yang dibangun di Burma pada tahun 1087. Pagoda cantik ini pada awalnya dibangun oleh Raja Anawrahta dan diselesaikan oleh Raja Kyanzitta. Ternyata pagoda ini merupakan prototype pembangunan Shwedagon Pagoda yang tersohor itu.

Pagoda Shwezigon.

Konon semua pagoda yang ada di Old Bagan merupakan peninggalan dari abad ke-3 hingga abad ke-13. Tidak mungkin semua pagoda yang jumlahnya ribuan itu bisa habis dijelajahi, tapi setidaknya kita bisa membuat daftar dari pagoda yang paling populer di kawasan Bagan berdasarkan areanya. Seperti Thatbyinnyu, Biara Ananda, Pagoda Bu Paya, Dhammayangyi, Gawdawpalin, Htilomino, Mingalarzedi, Mahabodhi, dan Pahtothamya yang berada di Old Bagan.

Selanjutnya saya mengunjungi pagoda tersuci di Bagan, Ananda Phaya, yang dibangun oleh Raja ketiga Bagan, Raja Kyanzittha di tahun 1105. Kata Ananda sendiri bermula dari kata Pali “Anantapannya” yang artinya kebijaksanaan tanpa batas.

Pagoda ini berisikan 4 Buddha Keemasan dengan posisi Berdiri yaitu Buddha Kassapa menghadap Selatan, Kakusanda menghadap Utara, Konagamana dengan posisi mudra tangan terentang kebawah (bermakna mengelola terhadap penderitaan) menghadap Timur, dan Buddha Gautama dengan abhaya mudra (posisi tangan terbuka di depan dada seperti menahan, maknanya tidak takut) menghadap Barat. Keempat patung Buddha yang telah mencapai Nirwana ini tingginya mencapai hampir 10 meter.

Sebagian wilayah Old Bagan.

Menurut informasi, hanya Buddha Kassapa dan Kakusanda yang lebih bergaya Bagan dan memiliki posisi mudra dhammachakka (posisi tangan saat Sang Buddha memberi pelayanan pertama) yang masih asli, sedangkan dua patung lainnya yang lebih bergaya Mandalay merupakan replika karena yang aslinya telah terbakar. Seluruh patung Buddha terbuat dari kayu jati utuh. Tetapi, ada yang mengatakan bahwa Buddha Kassapa yang menghadap arah selatan terbuat dari perunggu. Di dekat kaki Buddha Gautama terdapat patung seukuran manusia yang merepresentasikan Raja Kyanzittha dan Shin Arahan, pendeta Buddha yang mentasbihkan Raja menjadi Buddhist Theravada.

Pada tahun 1990 dalam rangka memperingati 900 tahun pembangunan Ananda Phaya, puncak stupa dilapisi emas. Sementara lapisan luar seluruh dinding tetap berwarna putih dibersihkan secara periodik. Ananda didirikan berdasarkan dari legenda delapan pendeta Buddha yang menceritakan kenyamanan meditasi di tempat mereka di Himalaya kepada Raja Kyanzittha. Sang Raja yang memang ingin memiliki pagoda sejuk di dataran Bagan yang panas dan membosankan, kemudian menyuruh para arsiteknya mendirikan pagoda ini. Setelah pagoda ini terbangun, Raja membunuh seluruh arsiteknya agar keunikan teknik sejuk dari pagoda ini tetap terjaga.

Sebenarnya struktur pagoda ini sangat sederhana. Bagian utama yang berukuran 53 meter di setiap sisinya dengan dekorasi serupa Stupa Utama menjulang ke atas. Koridor masuk dibuat membentuk salib sempurna dengan setiap ujung koridor memiliki dekorasi menyerupai stupa. Yang mengagumkan adalah pintu dari kayu jati berukir yang sangat besar dan memisahkan ruang dalam dari ruang-ruang bagian luar.

Matahari terbit dari Shwesandaw Pagoda.

Ceruk-ceruk di sekitar Ruang Utama berisikan patung-patung berlapis emas termasuk patung reclining Buddha ukuran kecil. Dekorasi dan ukiran yang cantik terutama dekorasi pintu bagian atas juga patung-patung penjaga pintu.

Jika kamu ingin mencicipi kuliner khas Bagan, kamu bisa mampir ke restoran bernama A Little Bit of Bagan. Restoran tersebut bukan hanya menawarkan cita rasa hidangan Myanmar saja, tapi ada juga berbagai menu dari Thailand hingga India yang menjadi santapan paling laris di sana. Untuk penginapan, terdapat banyak pilihan hotel di Bagan, terutama di Nyaung U dengan harga yang bervariasi. Ada Shwe Nadi Guest House, Sky View Hotel, Aung Mingalar Hotel, dan masih banyak lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.