Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak untuk Pendidikan Jawa Barat

0
1436
Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak.

Lagu-lagu populer dikalangan remaja terutama dikalangan anak muda wanita yang paling digemari adalah lagu-lagu K-POP, atau mungkin lagu-lagu barat yang menggunakan bahasa asing. Tanggal 30 Maret 2019 kemarin di gedung sate tepatnya di kantor Gubernur Jawab Barat ada hal yang menarik, yaitu suara lagu-lagu dengan lirik-lirik edukatif terdengar di sekitaran gedung sate, hal ini terjadi karena disana sedang dilaksanakan kegiatan “Gelar kolosal Kawih Asuh Barudak”.

Kegiatan ini dihadiri 3000 lebih peserta dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi, Kegiatan Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak Ini dilaksanakan oleh Korps Alumni Daya Mahasiswa Sunda yang Berkolaborasi dengan Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat  dan Angkatan Muda Siliwangi.

Lirik lagu-lagu yang terdengar sangat edukatif, hal ini karena latar belakang diadakannya kegiatan ini karena prestasi dari Tokoh di Jawa Barat yaitu kang Ubun R Kubarsah yang mendapatkan penghargaan komponis nasional yang mana Penghargaan Komponis Nasional ini baru dianugerahkan kepada dua orang Komponis yaitu Ismail Marzuki pada Tahun 2017 dan Kang Ubun Tahun 2018. Kang Ubun menciptakan lagu-lagu Kawih Asuh Barudak yang didedikasikan untuk dunia pendidikan.

Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak Depan Gedung Sate.

Ini merupakan inovasi dan pencapaian yang luar biasa yang datang dari tokoh yang ada di Jawa Barat, Saya mendengar lirik-lirik yang ada pada “Kawih Asuh Barudak” ini teringat ketika saya kecil. Tidak pernah rasanya saya pribadi menyanyikan lagu anak yang dengan lirik bahasa daerah, yang saya ingat hanya lagu-lagu dengan lirik bahasa Indonesia, itu juga tidak banyak, kalah saing dengan lagu-lagu pop yang populer saat itu apalagi lagu-lagu pop tentang percitaan dari band-band terkenal.

Mendengar lirik-lirik lagu dari “Kawih Asuh Barudak” ini merupakan media untuk mempermudah anak-anak baik itu SD sampai dengan SMA untuk tidak melupakan bahasa daerah yaitu bahasa Sunda. Bahkan dari beberapa lagu yang dibawakan saat pelaksanaan kegiatan Gelar Kolosal Kawih barudak ini tidak hanya bahasa Sunda yang dipakai tapi Betawi dan bahasa yang ada di daerah Indramayu juga ada, ini mewakili bermacam-macam bahasa yang ada di masyarakat Jawa Barat.

Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak Depan Gedung Sate.

Lirik yang saya ingat itu dari lagu-lagu yang dibawakan di kegiatan ini adalah lagu yang berjudul Gedong Sate dan Cita-Cita, karena hal ini dalam perspektif pengajar ada beberapa lirik yang bisa menjadi stimulus anak dalam pembelajaran atau bahkan memberikan gambaran secara geografis keberadaan gedung sate misalnya (dalam lagu Berjudul: Gedong Saté, Cipt : Gun Gunawi, Lirik: Eddy D. Iskandar), untuk pelajar-pelajar yang ada di luar daerah Bandung, yang jarang atau bahkan tidak pernah ke Bandung untuk melihat gedung sate bisa tahu letak geografis gedung sate dengan lagu ini anak-anak bisa membayangkan atau bahkan tadi, bisa menjadi stimulus anak-anak bertanya misalnya dalam liriknya “ Gedong Saté Gedong Saté, puseur pamaréntahan daérah Jawa Barat, Gedong Saté Gedong Saté, Agréng ngaréndéng jeung gedong DPR, Gedong Saté Gedong Saté, kareueus urang katineung urang”.

Bisa muncul pertanyaan kenapa gedung sate merupakan pusat pemerintahan Jawa Barat? Atau kenapa bisa berdekatan dengan gedung DPR? Kemudian mungkin pertanyaan bisa berkembang menjadi apa itu DPR? Selain menjadi Stimulus Pertanyaan, juga bisa menjadi pengantar sebelum guru atau pengajar menjelaskan materi misalnya tentang pembagian kekuasaan negara, pendekatan kearifan lokal lagu berbahasa daerah ini bisa digunakan.

Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak Depan Gedung Sate.

Selain itu lagu yang berjudul cita-cita ( Cipt: Ubun R Kubarsah, Lirik: Ubun R Kubarsah)  juga yang liriknya saya masih ingat “Jadi TNI Polri héy gagah perkasa, siap babakti ka lemah cai, jadi ahli hukum diplomat téknokrat, ahli ékonomi patani mandiri”. Hal ini juga bisa menjadi stimulus bagaimana gambaran cita-cita yang bisa mereka impikan atau bahkan menjadi stimulus pertanyaan apa itu diplomat? Apa itu teknokrat? Misalnya. Itu hanya sebagian kecil konsep pendekatan Kawih Asuh Barudak ini bisa berperan dalam dunia pendidikan, apabila dimanfaatkan dengan optimal dan sungguh-sungguh. Diharapkan dengan kegiatan ini bisa meningkatkan minat generasi muda terhadap budaya Sunda ditengah masuknya budaya-budaya asing ke negeri kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.