Gedung Majestic, Gedung Bioskop Elite Di Kawasan Braga Bandung

0
2723
De Majestic Bandung (sumber: instagram.com/demajestic_bandung )

Gedung Majestic merupakan salah satu gedung iconic sepeninggalan era Belanda tempo dulu di Kawasan Braga, Bandung. Walaupun sekarang Gedung Majestic digunakan sebagai gedung teater atau gedung untuk acara tertentu, namun tahukah kamu pada awalnya gedung ini adalah sebuah bioskop bahkan bioskop untuk kalangan elit era Belanda?

Gedung majestic ini awalnya bernama Concordia atau Concordia Bioscoop, karena bertepatan dengan gedung di sebelahnya, Gedung Societeit Concordia yang mungkin kalian lebih familiar dengan nama Gedung Merdeka. Namun pada tahun 1973, gedung ini pun lebih dikenal sebagai Majestic Theatre. Majestic pun sempat beberapa kali berganti nama, walaupun pada akhirnya namanya pun kembali seperti semula. Tepatnya pada tahun 1960an, namanya sempat berubah menjadi Bioskop Dewi dan pada tahun 2000an, disebut juga sebagai Asia-Africa Cultural Center karena sering digunakan sebagai gedung pertunjukan dan pusat kebudayaan Bandung.

Majestic dibangun pertama kali pada tahun 1924 dan Majestic pun dirancang oleh arsitek bernama Wolff Schoemaker. Rancangan yang dibuat Schoemaker ini pun terbilang unik, Karena di bagian atas dari gedung ini tampak seperti kaleng biskuit, maka tak heran, dahulu gedung Majestic ini pun dibilang sebagai ‘blikken trommel’ atau ‘wadah kaleng’. Namun, gedung ini pun tidak semata bergaya eropa sepenuhnya, karena letak uniknya yang lain pada gedung ini terdapat gambar atau ornamen kepala Kala di bagian atasnya. Konon katanya, untuk mendapatkan bentuk kepala Kala di atas bangunan tersebut, Schoemaker pun berkelana ke Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mencari referensi hingga menemukan ornamen kepala Kala khas Jawa Timur ini. Bioskop Majestic ini memiliki fasilitas serta dikelola sedemikian rupa seperti bioskop Eropa. Pengelola bioskop ini pun adalah Bapaknya Bioskop Bandung tempo dulu, F. A. Buse, yang juga pemilik franchise Bioskop Elita Concern yang tersebar di seluruh Bandung dan Cimahi.

Pada pemutaran film perdananya tepat pada tanggal 31 Desember 1926, saat itu Majestic masih bernama Bioscoop Concordia, menayangkan “Loetoeng Kasaroeng”, yaitu film produksi pertama di Indonesia karya sutradara asal Belanda, G Kruger dan L Heuveldorp yang diproduksi oleh NV Java Film Company. Namun bukan di sini yang membuat bioskop ini eksklusif, Majestic pun disebut-sebut juga sebagai Metro House, karena Majestic sering sekali memutar film-film hasil produksi Metro Goldwyn Mayer yang mungkin kalian lebih mengenal dengan sebutan MGM. Pada saat itu mungkin film-film produksi MGM sangatlah eksklusif dan tentu banyak juga film-film legendaris dan besar yang diproduksi oleh MGM seperti Romeo and Juliet, The Thin Man, The Adventures of Huckleberry Finn, dan masih banyak lagi. Sehingga tidak sembarang orang bisa menyaksikan film-film MGM dan pada saat itu yang menayangkan film-film tersebut di sini hanya Majestic.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut maka tak heran, Majestic tentu bukan bioskop sembarangan. Tidak semua kalangan bisa menikmati bioskop mewah ini. Karena bioskop ini memang dikhususkan untuk orang-orang eropa saja. Eksklusifnya Majestic pun semakin ‘mentereng’ dengan adanya plat bertuliskan “Verboden voor honden en inlander” atau “Anjing dan pribumi dilarang masuk” tepat pada pintu masuk.

Furniturnya pun sampai saat ini masih terawat dengan baik. Ciri khas yang membuat Majestic begitu eksklusif adalah balkon dari kedua sisi, benar-benar tampak seperti bioskop tempo dulu. Kursi yang berjajar beserta kursi istimewa yang terletak di balkon menunjukkan daya tarik serta status eksklusif bagi yang menonton di Majestic pada saat itu. Tidak hanya furnitur dan bangunannya saja yang masih bertahan hingga kini, bahkan proyektor peninggalan masa jaya Majestic pun masih tersimpan di sini. Kini, Gedung Majestic beroperasi untuk acara tertentu atau digunakan untuk panggung musik dan teater. Spot Gedung Majestic pun mudah ditemui karena masih di satu kawasan Braga dan letaknya berdekatan dengan salah satu landmark terkenal bandung yaitu Gedung Merdeka.

 

Penulis: Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.