Es Coklat Tambah Umur, Es Coklat Jadul di Kota Pahlawan

0
286
Es Coklat Tambah Umur.

Apa yang ada dibenak kalian ketika mendengar Surabaya? Panas! Sudah menjadi ciri khas bahwa ibukota provinsi Jawa Timur ini panasnya bukan main.

Meskipun kini banyak dibangun tempat-tempat yang tourist-able seperti taman-taman yang sejuk, hutan mangrove, pantai, museum, kebun binatang dan lain-lain, tetap saja kalau berwisata di siang bolong, lumayan bikin pening juga! Maka dari itu, kini Surabaya juga mulai dikenal dengan kuliner-kulinernya yang hits alias masa kini, kulinernya sangat lengkap, apalagi ditunjang dengan menjamurnya pusat perbelanjaan. Nah, panas-panas di Surabaya memang paling cocok untuk menikmati es. Eits, jangan salah, bukan es-es masa kini pada umumnya, tapi masih ada satu kedai es coklat jadul yang jadi andalan arek-arek Suroboyo.

Letaknya berada di daerah Simokerto Surabaya, tinggal cari saja kedai yang berada di pinggir jalan berwarna kuning. Es Coklat Tambah Umur ini ternyata sudah ada sejak 1950, maka dari itu biasa disebut dengan es coklat jadul. Rupanya, kedai ini merupakan warisan turun-temurun sejak pertama ada dan dikelola oleh keluarga. Hingga saat ini sudah mencapai ke generasi yang ketiga. Saat ini kedai dikelola oleh dua keluarga, jadi bergantian setiap harinya antar dua keluarga tersebut. Untungnya tidak ada hari libur, jadi untuk teman-teman yang sedang berkunjung ke Surabaya, bisa mampir dan mencicipi es coklat jadul ini yang buka mulai dari pukul 08:30 – 16:00.

Kedai Es Coklat Tambah Umur.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari Mas Cahyo, sebagai salah satu pemilik kedai, resep ini merupakan resep turun-temurun dan masih dipertahankan sampai sekarang sehingga pelanggan terus berdatangan. Gula yang digunakan juga gula asli sehingga tidak membuat sakit tenggorokan.

Sekitar pukul 10:00 saya berkunjung ke kedai ini, lumayan ramai, tapi masih ada tempat duduk tersisa. Es coklat sudah diracik dalam satu baskom besar, jadi penyajiannya hanya tinggal diciduk, sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama. Disamping baskom terdapat etalase kecil yang berisi berbagai cemilan, seperti martabak isi bihun & telur, tahu goreng, ote-ote, dan beragam gorengan lainnya.

Pesanan saya sudah datang, segelas es coklat dengan gelas klasik, ditambah roti sobek jadul menambah kesan “tempo dulu” dari es ini.

Roti Sobek dan Es Coklat.

Paling nikmat memang jika meminum es disertai roti. Harga segelas es adalah Rp. 8.000, jajanan dan roti seharga Rp. 2.000. Rasa es coklatnya terasa berbeda dibanding es-es coklat masa kini.

Semakin siang, tempat ini pun semakin ramai, yang awalnya hanya beberapa orang pengujung, tiba-tiba langsung membeludak. Tapi karena tempatnya berada di pinggir jalan, tempatnya tetap terasa sejuk di bawah pohon rindang. Saya sangat menyarankan untuk datang di hari minggu pagi, karena ketika hari biasa jalanan sekitar Simokerto akan sangat ramai, karena berada di pusat pertokoan. Namun, ketika Minggu pagi jalanan sekitar sepi sehingga sangat nyaman untuk bersantai dan melepas dahaga bersama kawan ataupun keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.